Nasib

By arya

Apa itu nasib? Bakal banyak jawaban yang muncul jika pertanyaan itu diajukan. Nasib adalah sebuah konsep abstrak yang kerap kali tidak bisa dimengerti oleh manusia. Tak jarang pula, nasib disalahmengerti.

Sebagian orang percaya bahwa determinan nasib seorang manusia ada pada diri manusia itu sendiri. Sementara sebagian yang lain meyakini bahwa kuasa atas nasib berada di luar jangkauan indrawi manusia.

Tidak, saya tidak sedang mau berkhotbah mengenai teori siapa yang benar. Saya tidak akan berpanjang lebar mendebatkan pendapat mana yang lebih bisa diterima (meski saya memiliki keyakinan sendiri yang, tentu saja, tidaklah penting bagi Anda).

Saat ini, absurditas nasib mungkin akan benar-benar dipahami oleh dua orang: Guus Hiddink dan Steve McClaren. Penghayatan mengenai nasib memang bisa datang melalui apa saja, termasuk sepakbola.

Nama yang pertama adalah seorang lelaki Belanda yang menjadi juru latih kesebelasan Rusia. Penampilannya meyakinkan. Wajahnya ramah dan menyimpan ketenangan bagaikan ombak laut utara di musim panas. Namun ia juga dingin, sedingin hujan salju menggigit yang jatuh di pelataran Kremlin.

Sedangkan nama kedua adalah peracik strategi kesebelasan Inggris. Ia Englishman asli. Ia masih muda dan enerjik. Ia cukup berpengalaman, namun sebatas menjadi orang kedua. McClaren memang pernah melewatkan banyak tahun menjadi tangan kanan Sir Alex Ferguson di Manchester United. Sebagai orang nomor satu, McClaren baru pernah menjadi nahkoda Middlesbrough. Klub medioker dari Inggris tengah itu pernah dibawanya ke final Piala UEFA, taman bermain nomor dua Eropa.

10 Oktober lalu, Rusia dan Inggris bertempur di penyisihan Piala Eropa 2008. Di bawah balutan cuaca dingin Moskow dan lapangan buatan di Luzhniki yang tak lazim, Inggris dikalahkan Rusia 2-1. Barangkali, saat itu Hiddink tengah tersenyum puas di depan kecutnya McClaren.

Pendulum nasib memihak kepada Hiddink. Pasukannya berada di atas angin untuk menuju ke Austria-Swiss, dua negara tuan rumah Euro.

Satu bulan berikutnya, keseimbangan pendulum itu berbalik arah mendekati McClaren. Hiddink meratapi kekalahan Rusia di tangan Israel dengan angka 1-2. Pertarungan di Tel Aviv, sebuah kota yang memiliki sejarah konflik panjang, 17 November itu benar-benar bagai palu godam buat Hiddink. Situasi berubah 180 derajat, dan ini tentu membuat senyum McClaren mengembang.

Hiddink pasrah. Ia orang yang mendua. Di satu sisi ia percaya bahwa nasib timnya ada di tangan 11 pemain yang ia turunkan ke lapangan saat meladeni Andorra. Namun ia juga tahu bahwa nasib tim yang diasuhnya juga tergantung kepada apa yang terjadi jauh di London sana, saat Inggris menghadapi Kroasia.

2×45 menit di dua tempat sudah dilangsungkan. Hasilnya, Hiddink membawa Rusia menang 1-0. Sebaliknya, di Wembley baru yang megah itu, McClaren harus meratapi kekalahan timnya 2-3 sekaligus mengubur mimpinya melaju ke Austria-Swiss. Hiddink menjadi orang terakhir yang bisa tertawa.

Nasib memang tidak bisa diduga. Tak ada yang pernah tahu apa yang akan terjadi hingga itu benar-benar terjadi. Itulah yang dialami McClaren dan Hiddink malam tadi. McClaren berubah dari seorang manajer tim yang diunggulkan menjadi pencundang. Sementara Hiddink berganti dari seorang yang tengah terpojok menjadi pahlawan. Semuanya terjadi hanya dalam waktu 90 menit. Menakjubkan? Itulah nasib.

Tag: , , , ,

29 Tanggapan ke “Nasib”

  1. extremusmilitis Berkata:

    Pertamaaxxx!!!!
    Bales karena di SPAM :twisted:
    Baca-nya Ntaran :lol:

  2. extremusmilitis Berkata:

    Hiks Iya neh. Inggris Kalah :cry:
    Padahal kan Euro gak bakal seru kalau Inggris gak ada, soal-nya sekarang kan mereka lagi ber-tabur bintang. Nasib…Nasib…

    Dan itu sesuai dengan ujar-ujar “Roda Dunia Selalu Ber-putar” :)
    *embargo Rusia*
    :twisted:

  3. 'K, Berkata:

    bola lagi2 bola lagi
    bahas perselingkuhanmu aja ya :evil:

  4. cK Berkata:

    serasa baca detik.com… :roll:

  5. Calon BOD KTS Berkata:

    hureeeeeeeeeee english kalah.. biar mampusssssssssssssss. taruhan bola biar seru. jiakakakaka.. sip sip.. .. William Hill.. i’m coming.. wkwkwkwk

  6. tika Berkata:

    mumet….malah tambah pening bacanya

  7. arya Berkata:

    @calon BOD: england kali ndro?

  8. Calon BOD KTS Berkata:

    eh iya salah…wkwkwkw.. terlalu nafsong seh.. huree england kalah.. cihuy2…hidup Yunanai lahhhhhh…

  9. Calon BOD KTS Berkata:

    alah salah lagi maksude Yunani.. *udah ah.. tar dikira nge-junk malah *padahal hiya.. fufufufufu

  10. arya Berkata:

    @calon BOD:
    gak pengen hetrik?

  11. cya Berkata:

    yaelaaah
    sekalinya posting tentang bola
    pasti kamu kopas punya si reporter detiksport yg buncit itu ya???

  12. didut Berkata:

    *balik lagi baca dr atas :P *

  13. antobilang Berkata:

    setuju ama fame. hwakakakaak.

    tertandan,
    fans reporter buncit.

  14. arya Berkata:

    *injek2 fame+anto pake komatsu seken
    eh kok tau markas detik ada di warung buncit?

  15. caplang™ Berkata:

    inggris kalah yak?
    hiks…

  16. kw Berkata:

    lha kok ga masuk kolom detik wae to?

  17. arya Berkata:

    @mas kw
    ra pede… hahahaha… ngko jal tak keki link-e nang bosku :D

  18. Biho Berkata:

    “”Semuanya terjadi hanya dalam waktu 90 menit”"

    heh he he… 13 menit terakhir atuh, McClaren resmi jadi pecundang.

  19. almascatie Berkata:

    nasib bayut ga usah diratapi bro
    *kabur*

  20. zen Berkata:

    waktu belanda kalah di final piala dunia 1974, Cruyf dengan gagah bisa bilang: “Kami mati dalam keindahan!”

    waktu inggris kalah dari rusia semalam, fergie bilang: “Inggris out dalam kekonyolan!”

    euro cup akan merindukan fans inggris? yes.
    euro cup akan merindukan uang fans inggris? yes.
    euro cup akan merindukan tim nasional inggris? NO!

  21. Anang Berkata:

    inggris buruk permainannya

  22. didut Berkata:

    GANTI PELATIH!!!!!!!

  23. arya Berkata:

    @zen
    dan inggris akan merindukan uang dari euro :) )

  24. tika Berkata:

    hidoeeeep hari nge-JunK nasiyonaaaaLLLL wakakakaka
    eh kamyu kesini kek puasa aja, senen kemis hohohoho

  25. vend Berkata:

    nasib, ditolak nemuin dosen.. :mrgreen:
    whooops..
    *kabuuuuuurr…*

  26. deKing Berkata:

    Ya memang sudah nasibmu sebagai homok :mrgreen:

  27. tikabanget™ Berkata:

    nasib..
    sayah sekarang jadi betah nongkrong 24 jam depen mekbuk :???:

  28. hanny Berkata:

    hmm, mungkin yang namanya nasih memang nggak bisa diubah, ya? yang bisa diubah adalah cara kita menyikapi ‘nasib’ tersebut *sok tahu, padahal sudah agak-agak mengantuk, hehehe*

  29. manusiasuper Berkata:

    Nangis bareng, mau Ar?

Tinggalkan Balasan