Jazz
Di Jakarta sana, malam ini ada konser yang ditajuki The 9th Jakarta International Jazz Festival atau lebih tenarnya Jak Jazz 2007. Tanda masuknya mahal, makanya saya nggak sanggup beli (apalagi kalau harus beli tiket pesawat/kereta bolak-balik Yogya-Jakarta). Berapa? Wis tho, percaya saja sama saya, mahal!
Kalau maksa nonton, kantong saku ini mungkin nggak cuman bakal bobol habis-habisan, tapi juga harus pensiun sebagai kantong. Pasalnya, tuannya bukan tipe orang yang tahu diri. “Sontoloyo, baru ndengerin jes kemarin sore aja udah nggaya. Biayayakan pingin nglurug ke Jakarta. Bonek yo bonek, tapi mbok yao mikir.” Mungkin begitu pikir kantong saku celana saya yang tiap hari dijejali dompet tipis nan kere itu.
Ngomong-ngomong soal konser jes kayak ini, saya cuman bisa ngelirik iri sama temen saya yang satu ini. Beliau begitu beruntung bisa masuk arena. Konon, gratis. Soalnya dia itu wartawan. Jurnalis. Jadi, blusukan mendengarkan tiupan saksofon dari Jay Beckenstein yang enerjik sambil mikir nanti mau nulis apa. Hehehe.
Nah, ngelantur sampai soal masuk konser, saya pernah dengar omongan garing seperti di bawah ini entah dari kapan tahun. Katanya, orang yang nonton konser jes itu terbagi jadi empat golongan. (Penting: ini kategorisasi yang sama sekali nggak ilmiah. Jangan dijadikan referensi).
Pertama, penjahat. Alias pencinta jes sepenuh hati. Dia memang dari sononya sudah seneng sama musik yang dulunya dimainkan kaum budak negro ini. Koleksi CD sama kasetnya (atau mungkin MP3?) pasti didominasi sama nama-nama seperti Fourplay, Lee Ritenour, atau Dave Grusin atau setidaknya Michael Buble.
Yang kedua, penjahit. Alias pencinta jes setengah hati. Kadang, dia ndengerin Accoustic Alchemy, tapi besoknya ganti lagi jadi Ungu. Mood-mood-an, nggak tentu. Kira-kira semacam itu lah.
Lalu yang ketiga, pejabat. Pencinta jes ikut sobat. Temen nonton Jak Jazz, dia ngikut. Besoknya nonton Java Jazz, mbuntut juga. Pokoknya demi lancarnya pergaulan lah. Socialite, mungkin?
Nah yang terakhir ini yang temen saya ini mungkin masuk. Penjaga, alias pencinta jes gratisan. Wartawan, keluarganya promotor, orang dari sponsor. Semua dari mereka yang bisa dapat free pass karena berbagai hal. Hehehe. Beruntunglah betul mereka ya?
Nopember 24, 2007 pukul 12:26 am
Jazz?? Saya juga suka …. Honda Jazz

(Maaf tidak bermaksud promosi :mrgreen
Tapi apa daya yang bisa terbeli hanya jazz hujan … itu juga yang murahan dan cepat sobek
Nopember 24, 2007 pukul 12:40 am
jazz..kyai kanjeng nge- jazz ora ya?
pengen nontong emha jams session kendhang karo tohpati
Nopember 24, 2007 pukul 1:09 am
anjir. kamu tau fourplay, dave grusin, dan lee ritenour juga? hebat, euy. kalo stanley clark, take six, tau gak?
kalo aku, kyknya masuk golongan kelima: penyuka segala. jazz, pop, sampe heavy metal, ayo aja.
Nopember 24, 2007 pukul 1:10 am
pernah denger cherokee? aku kenal sama mantan vokalisnya :p
Nopember 24, 2007 pukul 5:32 am
yang nulis blog sambil dipenuhi iri hati dan dengki gara2 ga dapet gratisan
Nopember 24, 2007 pukul 11:50 am
kasihannya ya…..
Nopember 24, 2007 pukul 12:40 pm
ga mo comment
T_T
Nopember 24, 2007 pukul 5:44 pm
#simbok
cakep nggak mbok?
Nopember 24, 2007 pukul 7:41 pm
@pangsit
hahaha. tau aja.. tp udah kusampekan langsung sama ybs lho..
@simbok
itu cherokee saya juga suka.
endi, jarene arep ngirimke CDne?
eh tp kan saiki solo karir :p
Nopember 24, 2007 pukul 8:04 pm
fourplay, cherokee, sm spyroghyra masih nyantol di playlist empitri tuh
enaknya yah chika arab itu!
Nopember 24, 2007 pukul 8:36 pm
hehe.. kapan ada JOG-JAZZ ya? dengan tiket 10 rebu, dan bisa narsis sama Tompi.. (taunya cuman Tompi) wakakak
ah, orkes simfoni juga keren..
mengimbangin kuping yg biasa denger dangdut dan campursaru eh campursari..
“layang mu tak tompo wingi kui.. ” *didi kempot - layang kangen
eh, Bossanova Jawa jg keren.. Campur Sari dibikin Jazz
Nopember 24, 2007 pukul 8:54 pm
@zam
iya kapan ya? tp UGM jazz lumayan juga dulu.
eits, bosanova jawa aku jg punya empitrihnya lho… :p
Nopember 25, 2007 pukul 10:49 am
penjahit sajalah..
Nopember 25, 2007 pukul 12:01 pm
nek aku “keroncong chaos” wae. hahahaha…
Nopember 26, 2007 pukul 2:01 am
saya dataaaaaaannnggg!!! *abis ngeliput JakJazz*
ada apa ini? ada apa ini?
eh ar, enak lho jakjazz… *pamer*
Nopember 26, 2007 pukul 2:03 am
@ alle
apa maksudmu chika arab? *misuh misuh*
Nopember 26, 2007 pukul 2:04 am
hetrik ya, ndul?
Nopember 26, 2007 pukul 9:38 am
aku nonton jak jazz. sori, bro. beda garis tangan iki. hahahaha….
Nopember 26, 2007 pukul 10:38 am
@chika
[-(
@zen
penjahat, penjahit , pejabat atawa penjaga? hahahaha
Nopember 26, 2007 pukul 11:55 am
@zen
Woooooooo asem..nonton Jak Jazz juga toh.. *preparing for Java Jazz lah…
Nopember 26, 2007 pukul 4:29 pm
[...] Chen featuring Ermy Kulit. Bagus banget! Seandainya si Arya lengob ada disini, mungkin dia bakal menangis kegirangan. *Maaf ya Ar, saya bisa meliput JakJazz [...]
Nopember 26, 2007 pukul 5:40 pm
saya senang pake jazz hujan kalo lagi badai
Nopember 26, 2007 pukul 11:35 pm
sudahlah ar, chika emang gitu, ikhlasin aja,,
*ditimpukin chika*
Nopember 27, 2007 pukul 7:51 am
wah kalo saya penyuka segala jenis musik…kok ndak ada tipenya di sini yak? suka smua, asal jangan lagu bawah tanah ajah :P…
Nopember 28, 2007 pukul 2:07 am
aku ga nonton dan aku iri sama yang bisa nonton. ah.
Nopember 29, 2007 pukul 6:43 pm
nonton aku neng kampus mipa selatan setu sesuk wae
Desember 6, 2007 pukul 11:09 am
aku penjaga! pecinta jazz gratisan. huhuhu…..aku akan berada dimanapun dekat sesuatu yang mau ngasih tiket jakjazz gratis, javajazz gratis, dan benda-benda manis gratis lainnya