
Alkisah adalah seorang perempuan bernama Genduk. Ia adalah seorang pembuat krupuk yang sudah tergolong cukup ahli.
Ceritanya, pada suatu waktu Genduk pindah pabrik krupuk. Pabrik krupuk tempat dia bekerja sekarang adalah sebuah pabrik krupuk baru yang dimiliki oleh seorang juragan besar yang tidak cuma punya pabrik krupuk, tetapi juga punya pabrik biting, pabrik minyak lentik, pabrik gelas, pabrik kacu dan pabrik-pabrik lainnya.
Pabrik krupuk tempat Genduk bekerja ini terlihat sangat menjanjikan. Pokoknya wah. Hampir setiap orang di desa Genduk membicarakan pabrik krupuk ini bahkan sebelum pabrik krupuk ini dibuka.
Genduk tampaknya bangga betul bisa menjadi salah satu pembuat krupuk di pabrik baru itu. Genduk bangga karena pabriknya punya lebih banyak pembuat krupuk ahli dibanding pabrik-pabrik kerupuk lainnya di desa itu, bahkan juga dengan di desa sebelah.
Para pembuat krupuk di pabrik tempat Genduk bekerja juga gemar mengembangkan diri. Mereka, kata Genduk, hobi melahap bacaan-bacaan seputar pembuatan krupuk dari pabrik-pabrik krupuk di mancanegara.
Genduk bilang kalau membuat krupuk itu ndak perlu cepat-cepat, yang penting krupuknya tidak bercacat, tidak bantat pas digoreng; juga tidak mengandung zat yang bisa membahayakan yang makan.
Seakan belum puas membanggakan pabrik krupuknya, Genduk bilang kalau krupuk buatan pabriknya ditujukan untuk orang-orang berkelas. Pemakan krupuk bikinan pabriknya adalah orang-orang terpelajar yang tahu mana krupuk bagus dan mana yang tidak.
Sedangkan krupuk bikinan pabrik tetangga, masih kata Genduk, itu biasa dikonsumsi oleh mulut dan perut kelas bawah. Genduk bilang kalau pabriknya punya tujuan mulia yakni mendidik rakyat tentang krupuk bermutu dan krupuk rendahan.
Kebetulan, Genduk sepabrik dengan Parjo, juga seorang pembuat krupuk yang sudah cukup ahli. Dulunya, Parjo bekerja di pabrik krupuk sebelah. Tapi Parjo tidak keluar dari pabrik lamanya dengan baik. Parjo membuat kesal pembuat krupuk lain di pabrik lamanya karena lidah tajamnya.
Sama seperti Parjo, Genduk juga punya lidah selandep silet. Genduk bahkan tak segan-segan buat merusak hubungan baiknya dengan Pak Tua, pemilik pabrik krupuk yang pernah jadi tempat bekerja Parjo. Genduk rela merusak hubungan baik yang sudah pernah terjalin dengan Pak Tua jauh sebelum Genduk menjadi pembuat krupuk yang ahli.
Tapi itu semua terjadi dulu. Entah karena apa, Genduk memilih keluar dari pabrik krupuknya. .
Dari kabar angin yang sering dibicarakan sama pembuat-pembuat krupuk yang kerap nongkrong di warung kopi, konon pabrik krupuk itu terlalu sering membuat krupuk atas dasar pesanan. Kadang, pemesan-pemesan itu minta dibuatkan krupuk yang bentuknya segitiga, kadang kotak, kadang jajaran genjang, dan lain-lain.
Meski demikian, kabar angin yang berhembus tak tentu arah itu tetap ndak bisa mengungkap kenapa Genduk memilih keluar dari pabrik krupuk yang pernah begitu ia bangga-banggakan.
Masih kata para pembuat krupuk yang hobi rasan-rasan itu, Genduk lupa satu hal, di mana-mana pabrik krupuk itu ya sama. Mau sebangga apapun seorang pembuat krupuk sama pabriknya, dia itu ya tetap cuma pembuat krupuk, bukan juragan.
Catatan: cerita ini adalah rekaan belaka. kalau ada kejadian nyata yang serupa, ini benar-benar tidak disengaja
Mei 20, 2009 pukul 3:40 am |
dari analisa saya sebagai pakar perkrupukan, ini adalah sindiran yang cukup kriuk dengan gaya penyampaiannya yang berbelit-belit.
Mei 20, 2009 pukul 9:37 am |
wah arya mau bikin pabrik krupuk sendiri? paling gak enak pekerja pabrik krupuk itu kalo tiba-tiba yg punya pabrik ganti trus gak lagi bikin krupuk, tapi jadi bikin kripik. lha opo toh?
Mei 20, 2009 pukul 10:01 am |
Dan pabrik krupuk itu bisa diganti dengan pabrik topeng, pabrik kayu, pabrik mainan juga pabrik kata-kata
Mei 20, 2009 pukul 10:15 am |
nice posting. halah
Mei 20, 2009 pukul 10:37 am |
errr kerupuk berbentuk jajaran genjang itu yang kayak apa ya?
eh ceritanya masih kurang satir loh yak.. ayo di apdet
Mei 20, 2009 pukul 11:32 am |
Ini adalah ecean dari staff pabrik krupuk.com legendaris kepada staff pabrik kerupuk abal-abal, dengan bahasa yg krancy seperti layaknya krupuk
Mei 20, 2009 pukul 2:06 pm |
Isih kurang mak jleb sindiranmu Kang! Ayo teruskan perjuanganmu!
Mei 21, 2009 pukul 12:22 am |
opo ki? :O
Mei 21, 2009 pukul 2:48 am |
Missi…Missi Om Arya,
Numpang kuLakan krupuk masih ada banyak stok khan?
ini saya nongoL disini karena mencium aroma kerupuk yg menyengat, hehehe
(krupuk’e Luwih ganas dr airsoftgun, soaLe iso nyengat…)
wLopun komen saya wagu & ra mutu, yang penting tetep komen, maturnuwun
Mei 21, 2009 pukul 2:48 pm |
Saya tau ini satir yang nyindir.
Tapi masalahnya saya gak tau ini nyindir apaan.
Tentang apa sih ini Mas?
Mei 22, 2009 pukul 8:30 am |
yg kurang jelas ini curcol atau mbahas yg lain?
Mei 24, 2009 pukul 6:16 am |
kerupuk yang bantet enak loh,apalagi kerupuk ikan..*mudah2an ga di keplak*
Mei 26, 2009 pukul 6:14 pm |
loh.. apdet blog kok signature emailnya ngga ganti /???
Mei 31, 2009 pukul 9:47 am |
Salam kriuk
TETAP SEMANAGAT
Siap ACTION !!!
Mei 31, 2009 pukul 9:48 am |
TETAP SEMANAGAT ..dalam berkarya
SALAM ACTION !!!
Juni 1, 2009 pukul 2:16 pm |
yo mau juragan mau buruh kan sama-sama manusiane to yo?
Juni 3, 2009 pukul 4:05 pm |
Untung si Genduk gak jadi caleg, bisa berabe tuh negara karena “lidah” nya
Juni 4, 2009 pukul 10:00 am |
parah……Kriuk kriuk penuh kata-kata yang mengguncang pemilik pabrik kerupuk .
tapi we suka gaya lo
Juni 4, 2009 pukul 10:03 pm |
udah capek2 baca sampe selesai, jebule koq ga ada resep bikin krupuknya..hehe
Juni 6, 2009 pukul 2:07 pm |
salam kriuk kriuk, btw ati2 klo nulis loh ntar spt bu preti
Juni 9, 2009 pukul 1:47 pm |
hehehe.. tahu aja kedoyanan kiiteeee.. mangan ora klop kalo gak ono kerupuuuuuk
Salam Sayang
Juni 11, 2009 pukul 8:34 am |
mendingan kowe mbahas ketemu sang profesor arsenal..hahahah
Juni 13, 2009 pukul 8:52 am |
tuh kerupuk buat temennya pecel
Juni 17, 2009 pukul 10:30 pm |
kerupuk kan enak… *kriuk*
Juni 18, 2009 pukul 1:48 am |
kalo analisa saya si genduk keluar dari pabrik karena pusing dengan bentuk2 krupuk nya.
yang jelas krupuk adalah makanan sampingan yang paling enak!!Kriuk3x..
karena saya juga jualan krupuk.hehee..
semangat terus ya..
Oktober 3, 2009 pukul 11:29 pm |
intermezzo yang enak dan sedap juga bermanfaat
terima kasih kudapannya
Oktober 29, 2009 pukul 12:10 am |
krupuk \m/!!
salam krupuk..
November 3, 2009 pukul 1:31 pm |
Masih krupuk juga toh , aku pikir dah ganti keju atw hamburger e .. wkwkwk