Sembunyi

By arya

sembunyi

Di dunia yang orang ramai menyebutnya sebagai social networking world ini, bersembunyi, atau menyembunyikan keberadaan, adalah sebuah hal yang sudah sangat sulit ditemui.

Setiap detik, setiap menit, setiap jam, kita (saya menganggap Anda yang bisa membaca tulisan nggak jelas ini di blog, berarti Anda cukup melek internet dan segala tetek bengeknya) berada di pusaran informasi tentang keberadaan orang-orang di sekitar kita. Silakan anggap hal itu penting atau remeh, tinggal disesuaikan dengan kepentingan dan perspektif Anda.

Coba saja pantau Facebook, Plurk, atau belakangan Twitter. Lihatlah betapa orang-orang dengan gegap gempita dan penuh semangat mengabarkan bahwa mereka sedang makan di kafe anu, dugem di klab itu atau sedang berada di beranda rumah si anu. Sayang, saya belum pernah membaca status orang yang sedang nongkrong di WC sambil ber-BlackBerry :p

Semua jadi terbuka. Sudah sulit untuk menemukan sebuah celah untuk menyembunyikan keberadaan kita. Bahkan kalau pun saya tidak menulis keberadaan di Facebook atau Twitter, bisa jadi teman saya jalan-jalan yang mengabarkannya.

Bayangkan bila (eh ini kejadian fiksional, lho) ada seorang pegawai kantor yang tidak masuk kantor dengan alasan sedang terbaring sakit. Mungkin cukup menelpon supervisor dengan suara yang lemah atau terbatuk-batuk, sang penyelia bisa jadi telah percaya bahwa si karyawan ini memang butuh rihat.

Jadi masalah (masalah menurut siapa, ya?) bila kemudian si karyawan ternyata tidak benar-benar berbaring di tempat tidurnya dan malah pergi bersama teman-teman kuliah dulu untuk datang ke pameran foto atau museum.

Si karyawan itu mungkin tidak akan dengan konyolnya memberi tahu di mana keberadaannya. Tapi apa yang terjadi bila teman-temannya yang mengabarkannya dan orang-orang di kantornya, terlebih penyelianya, membaca keberadaan si karyawan tadi?

Tentang manfaat atau mudarat, tentu saja tergantung dari mana kita melihatnya. Tapi satu hal yang pasti, tempat gelap untuk bersembunyi itu memang sudah kian sempit :)

21 Tanggapan ke “Sembunyi”

  1. mastongki Berkata:

    ihi cerita karyawan itu mirip si anu… :)

  2. goop Berkata:

    seperti sang begawan bloger itu, bukan karena kemiripan nama di ranah maya beliau paman dan saya uncle, namun saya pun masih sukar mengikuti gaya di plurk dan twitter. lebih mudah menceritakan apa yang sudah terjadi ketimbang yang sedang terjadi.
    oiya, tapi bagaimana bila teman yang bercerita, ya? :)
    ada jalan keluar, om?
    kejujuran itu bgaimana kalau kita bikin murah?

    • arya Berkata:

      yes, be a man of the past. kalo mencegah teman yg posting, paling cuma bisa bilang ‘jgn mention namaku’. tp ya kadang kan kalo orang juga gampang lupa.

  3. cya Berkata:

    makanya kalau bohong lewat sosial media, jangan pergi keluar rumah. diem aja di kamar sibuk berpura-pura tidak ada dikos.
    oh dan ada juga kok orang yang pasang status sedang nongkrong di WC.

  4. didut Berkata:

    cara menguranginya dgn tdk mempunyai HP yg bisa mobile online :)

  5. zam Berkata:

    lebih aman lagi menghapus akun dan tidak bergaul dengan blogger bocor.. :D

  6. Chic Berkata:

    ah ya teringat makan siang bersama kapan tau itu. begitu tiba di lokasi, saya langsung dapet peringatan : “jangan men-tweet-kan keberadaan ku di sini”.

    saya bengong. padahal saya tidak berniat nge-tweet sama sekali :mrgreen:

  7. In and Out, Wicak Hidayat » Blog Archive » privat Berkata:

    [...] Kelakuan bilang, makin sulit untuk sembunyi.. kata Scott Adams, daripada sembunyi mending sekalian aja semuanya [...]

  8. itikkecil Berkata:

    setuju sama Cya… kalo ngaku sakit jangan malah keluyuran….
    tapi ada bagusnya juga sih… para playboy cap kucing itu mati langkah… soalnya keberadaan mereka bisa dipantau…

  9. eliabintang Berkata:

    namanya juga era informasi.. tapi sebenernya sih ada trik2nya juga untuk manfaat dan mudaratnya juga..

    salam kenal yah! :mrgreen:

  10. -goen- Berkata:

    Ahahahah! Saya tahu siapa yg dimaksud =))

  11. morishige Berkata:

    mungkin memang there’s no place to hide anymore. :mrgreen:

  12. Resi Bismo Berkata:

    Makannya di HP gw ato dirumah gak ada internet, takut2 gw lupa, igin sama kantor gak enak badan, ato lagi ke kustomer tahu2nya lagi asoy sama istri… hehhehehe

  13. cK Berkata:

    saya tahu orangnya… :mrgreen:

  14. ael Berkata:

    bagusnya, membuat kita untuk “belajar” jujur lagi seperti ketika masih esde :p

    salam kenal

Tinggalkan Balasan