
Di dunia yang orang ramai menyebutnya sebagai social networking world ini, bersembunyi, atau menyembunyikan keberadaan, adalah sebuah hal yang sudah sangat sulit ditemui.
Setiap detik, setiap menit, setiap jam, kita (saya menganggap Anda yang bisa membaca tulisan nggak jelas ini di blog, berarti Anda cukup melek internet dan segala tetek bengeknya) berada di pusaran informasi tentang keberadaan orang-orang di sekitar kita. Silakan anggap hal itu penting atau remeh, tinggal disesuaikan dengan kepentingan dan perspektif Anda.
Coba saja pantau Facebook, Plurk, atau belakangan Twitter. Lihatlah betapa orang-orang dengan gegap gempita dan penuh semangat mengabarkan bahwa mereka sedang makan di kafe anu, dugem di klab itu atau sedang berada di beranda rumah si anu. Sayang, saya belum pernah membaca status orang yang sedang nongkrong di WC sambil ber-BlackBerry :p
Semua jadi terbuka. Sudah sulit untuk menemukan sebuah celah untuk menyembunyikan keberadaan kita. Bahkan kalau pun saya tidak menulis keberadaan di Facebook atau Twitter, bisa jadi teman saya jalan-jalan yang mengabarkannya.
Bayangkan bila (eh ini kejadian fiksional, lho) ada seorang pegawai kantor yang tidak masuk kantor dengan alasan sedang terbaring sakit. Mungkin cukup menelpon supervisor dengan suara yang lemah atau terbatuk-batuk, sang penyelia bisa jadi telah percaya bahwa si karyawan ini memang butuh rihat.
Jadi masalah (masalah menurut siapa, ya?) bila kemudian si karyawan ternyata tidak benar-benar berbaring di tempat tidurnya dan malah pergi bersama teman-teman kuliah dulu untuk datang ke pameran foto atau museum.
Si karyawan itu mungkin tidak akan dengan konyolnya memberi tahu di mana keberadaannya. Tapi apa yang terjadi bila teman-temannya yang mengabarkannya dan orang-orang di kantornya, terlebih penyelianya, membaca keberadaan si karyawan tadi?
Tentang manfaat atau mudarat, tentu saja tergantung dari mana kita melihatnya. Tapi satu hal yang pasti, tempat gelap untuk bersembunyi itu memang sudah kian sempit
Oktober 31, 2009 pukul 8:03 pm |
ihi cerita karyawan itu mirip si anu…
Oktober 31, 2009 pukul 10:46 pm |
anu siapa? hihihi itu fiksional lhooo
Oktober 31, 2009 pukul 11:42 pm |
seperti sang begawan bloger itu, bukan karena kemiripan nama di ranah maya beliau paman dan saya uncle, namun saya pun masih sukar mengikuti gaya di plurk dan twitter. lebih mudah menceritakan apa yang sudah terjadi ketimbang yang sedang terjadi.
oiya, tapi bagaimana bila teman yang bercerita, ya?
ada jalan keluar, om?
kejujuran itu bgaimana kalau kita bikin murah?
November 1, 2009 pukul 3:40 am |
yes, be a man of the past. kalo mencegah teman yg posting, paling cuma bisa bilang ‘jgn mention namaku’. tp ya kadang kan kalo orang juga gampang lupa.
November 1, 2009 pukul 2:34 am |
makanya kalau bohong lewat sosial media, jangan pergi keluar rumah. diem aja di kamar sibuk berpura-pura tidak ada dikos.
oh dan ada juga kok orang yang pasang status sedang nongkrong di WC.
November 1, 2009 pukul 10:23 am |
cara menguranginya dgn tdk mempunyai HP yg bisa mobile online
November 1, 2009 pukul 8:50 pm |
hihihi. *elus2 hp yg cuma bisa telpon & sms*
November 1, 2009 pukul 8:41 pm |
lebih aman lagi menghapus akun dan tidak bergaul dengan blogger bocor..
November 1, 2009 pukul 8:50 pm |
hiahahaha. kalo bocor ditambal wae dab
November 2, 2009 pukul 9:59 am |
ah ya teringat makan siang bersama kapan tau itu. begitu tiba di lokasi, saya langsung dapet peringatan : “jangan men-tweet-kan keberadaan ku di sini”.
saya bengong. padahal saya tidak berniat nge-tweet sama sekali
November 3, 2009 pukul 5:45 am |
eh itu siapa ya bu Chi? bukan aku kan? :p
November 3, 2009 pukul 6:35 am |
sepertinya aku tau chi! ahhh.. kamu CJ banget sih??
November 2, 2009 pukul 11:31 am |
[...] Kelakuan bilang, makin sulit untuk sembunyi.. kata Scott Adams, daripada sembunyi mending sekalian aja semuanya [...]
November 5, 2009 pukul 12:51 pm |
setuju sama Cya… kalo ngaku sakit jangan malah keluyuran….
tapi ada bagusnya juga sih… para playboy cap kucing itu mati langkah… soalnya keberadaan mereka bisa dipantau…
November 5, 2009 pukul 7:32 pm |
namanya juga era informasi.. tapi sebenernya sih ada trik2nya juga untuk manfaat dan mudaratnya juga..
salam kenal yah!
November 5, 2009 pukul 7:51 pm |
Ahahahah! Saya tahu siapa yg dimaksud =))
November 10, 2009 pukul 3:01 am |
mungkin memang there’s no place to hide anymore.
November 13, 2009 pukul 2:01 pm |
Makannya di HP gw ato dirumah gak ada internet, takut2 gw lupa, igin sama kantor gak enak badan, ato lagi ke kustomer tahu2nya lagi asoy sama istri… hehhehehe
November 15, 2009 pukul 12:48 am |
saya tahu orangnya…
November 15, 2009 pukul 12:50 am |
padahal itu kan tokoh fiktif. try not to focus on the fictional person here
November 15, 2009 pukul 1:56 am |
bagusnya, membuat kita untuk “belajar” jujur lagi seperti ketika masih esde :p
salam kenal