<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/"
	>

<channel>
	<title>uncertain territory 2.0</title>
	<atom:link href="http://aryaperdhana.wordpress.com/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://aryaperdhana.wordpress.com</link>
	<description>this world is such an uncertain place</description>
	<lastBuildDate>Sat, 31 Oct 2009 12:35:11 +0000</lastBuildDate>
	<generator>http://wordpress.com/</generator>
	<language>id</language>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
	<cloud domain='aryaperdhana.wordpress.com' port='80' path='/?rsscloud=notify' registerProcedure='' protocol='http-post' />
<image>
		<url>http://www.gravatar.com/blavatar/e510f9103eba38650f28fe70e003bdca?s=96&#038;d=http://s.wordpress.com/i/buttonw-com.png</url>
		<title>uncertain territory 2.0</title>
		<link>http://aryaperdhana.wordpress.com</link>
	</image>
			<item>
		<title>Sembunyi</title>
		<link>http://aryaperdhana.wordpress.com/2009/10/31/sembunyi/</link>
		<comments>http://aryaperdhana.wordpress.com/2009/10/31/sembunyi/#comments</comments>
		<pubDate>Sat, 31 Oct 2009 12:35:11 +0000</pubDate>
		<dc:creator>arya</dc:creator>
				<category><![CDATA[internet]]></category>
		<category><![CDATA[kantor]]></category>
		<category><![CDATA[pemikiran]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://aryaperdhana.wordpress.com/?p=137</guid>
		<description><![CDATA[
Di dunia yang orang ramai menyebutnya sebagai social networking world ini, bersembunyi, atau menyembunyikan keberadaan, adalah sebuah hal yang sudah sangat sulit ditemui. 
Setiap detik, setiap menit, setiap jam, kita (saya menganggap Anda yang bisa membaca tulisan nggak jelas ini di blog, berarti Anda cukup melek internet dan segala tetek bengeknya) berada di pusaran informasi [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=aryaperdhana.wordpress.com&blog=1618851&post=137&subd=aryaperdhana&ref=&feed=1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><br /><p><img src="http://aryaperdhana.files.wordpress.com/2009/10/sembunyi.jpg?w=411&#038;h=313" alt="sembunyi" title="sembunyi" width="411" height="313" class="aligncenter size-full wp-image-138" /></p>
<p>Di dunia yang orang ramai menyebutnya sebagai <em>social networking world</em> ini, bersembunyi, atau menyembunyikan keberadaan, adalah sebuah hal yang sudah sangat sulit ditemui. </p>
<p>Setiap detik, setiap menit, setiap jam, kita (saya menganggap Anda yang bisa membaca tulisan <em>nggak</em> jelas ini di blog, berarti Anda cukup melek internet dan segala tetek bengeknya) berada di pusaran informasi tentang keberadaan orang-orang di sekitar kita. Silakan anggap hal itu penting atau remeh, tinggal disesuaikan dengan kepentingan dan perspektif Anda. </p>
<p>Coba saja pantau Facebook, Plurk, atau belakangan Twitter. Lihatlah betapa orang-orang dengan gegap gempita dan penuh semangat mengabarkan bahwa mereka sedang makan di kafe anu, dugem di klab itu atau sedang berada di beranda rumah si anu. Sayang, saya belum pernah membaca status orang yang sedang <em>nongkrong</em> di WC sambil ber-BlackBerry :p</p>
<p>Semua jadi terbuka. Sudah sulit untuk menemukan sebuah celah untuk menyembunyikan keberadaan kita. Bahkan kalau pun saya tidak menulis keberadaan di Facebook atau Twitter, bisa jadi teman saya jalan-jalan yang mengabarkannya. </p>
<p>Bayangkan bila (<em>eh</em> ini kejadian fiksional, <em>lho</em>) ada seorang pegawai kantor yang tidak masuk kantor dengan alasan sedang terbaring sakit. Mungkin cukup menelpon supervisor dengan suara yang lemah atau terbatuk-batuk, sang penyelia bisa jadi telah percaya bahwa si karyawan ini memang butuh rihat.</p>
<p>Jadi masalah (masalah menurut siapa, ya?) bila kemudian si karyawan ternyata tidak benar-benar berbaring di tempat tidurnya dan malah pergi bersama teman-teman kuliah dulu untuk datang ke pameran foto atau museum.  </p>
<p>Si karyawan itu mungkin tidak akan dengan konyolnya memberi tahu di mana keberadaannya. Tapi apa yang terjadi bila teman-temannya yang mengabarkannya dan orang-orang di kantornya, terlebih penyelianya, membaca keberadaan si karyawan tadi?</p>
<p>Tentang manfaat atau mudarat, tentu saja tergantung dari mana kita melihatnya. Tapi satu hal yang pasti, tempat gelap untuk bersembunyi itu memang sudah kian sempit <img src='http://s.wordpress.com/wp-includes/images/smilies/icon_smile.gif' alt=':)' class='wp-smiley' /> <em></p>
Posted in internet, kantor, pemikiran  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/aryaperdhana.wordpress.com/137/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/aryaperdhana.wordpress.com/137/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/aryaperdhana.wordpress.com/137/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/aryaperdhana.wordpress.com/137/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/aryaperdhana.wordpress.com/137/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/aryaperdhana.wordpress.com/137/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/aryaperdhana.wordpress.com/137/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/aryaperdhana.wordpress.com/137/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/aryaperdhana.wordpress.com/137/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/aryaperdhana.wordpress.com/137/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=aryaperdhana.wordpress.com&blog=1618851&post=137&subd=aryaperdhana&ref=&feed=1" /></div>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://aryaperdhana.wordpress.com/2009/10/31/sembunyi/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>16</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/7e29d27c5f623d7958f14c455b8d74e2?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">arya</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://aryaperdhana.files.wordpress.com/2009/10/sembunyi.jpg" medium="image">
			<media:title type="html">sembunyi</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Wenger</title>
		<link>http://aryaperdhana.wordpress.com/2009/06/14/wenger/</link>
		<comments>http://aryaperdhana.wordpress.com/2009/06/14/wenger/#comments</comments>
		<pubDate>Sun, 14 Jun 2009 12:33:35 +0000</pubDate>
		<dc:creator>arya</dc:creator>
				<category><![CDATA[dunia]]></category>
		<category><![CDATA[football]]></category>
		<category><![CDATA[saya]]></category>
		<category><![CDATA[arsenal]]></category>
		<category><![CDATA[arsene wenger]]></category>
		<category><![CDATA[sepakbola]]></category>
		<category><![CDATA[wenger]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://aryaperdhana.wordpress.com/2009/06/14/wenger/</guid>
		<description><![CDATA[
Dahinya berkerut; seperti biasa. Tetapi wajah itu tidak memperlihatkan keseriusan dalam tingkat yang sama dengan yang sering saya saksikan melalui tabung kaca televisi. Kalimatnya hangat dan ramah.
Dialah Arsene Wenger. Memakai kaos putih, celana pendek hitam dan sepatu kets, dia melayani wawancara dari tiga pewarta Indonesia, ditambah dua orang pendamping dari penaja.
Kami bertanya, ia menjawab. Ia [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=aryaperdhana.wordpress.com&blog=1618851&post=135&subd=aryaperdhana&ref=&feed=1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><br /><p><img class="alignleft size-full wp-image-134" title="aryawenger" src="http://aryaperdhana.files.wordpress.com/2009/06/aryawenger.jpg?w=285&#038;h=214" alt="aryawenger" width="285" height="214" /></p>
<p>Dahinya berkerut; seperti biasa. Tetapi wajah itu tidak memperlihatkan keseriusan dalam tingkat yang sama dengan yang sering saya saksikan melalui tabung kaca televisi. Kalimatnya hangat dan ramah.</p>
<p>Dialah Arsene Wenger. Memakai kaos putih, celana pendek hitam dan sepatu kets, dia melayani wawancara dari tiga pewarta Indonesia, ditambah dua orang pendamping dari penaja.</p>
<p>Kami bertanya, ia menjawab. Ia tak terlalu terkejut ketika tahu bahwa klubnya, Arsenal, dan Liga Inggris adalah tontonan yang sangat populer di sini. Tapi tampaknya ia cukup kaget saat tahu negeri ini punya 220 juta penduduk.</p>
<p>Ia pun bicara soal sepakbola dunia, soal filosofinya dalam bersepakbola, perihal identitas kebangsaan. Ah sayang saya lupa menanyakan bahasa apa yang ia pakai di ruang ganti Emirates.</p>
<p>Pembicaraan di antara kami pun mengalir. Waktu 10 menit &#8211;dari seharusnya 15 menit, tapi dipotong gara-gara durasi acara molor&#8211; terasa begitu cepat dan setelah berfoto beberapa bingkai, kami pun harus pergi.</p>
<p>Arsenal bukanlah klub idola saya. Tetapi andai saya tidak menggemari Manchester United, mungkin saya akan jatuh cinta kepada &#8216;Gudang Peluru&#8217; dari London utara itu karena saya mengagumi cara mereka bersepakbola.</p>
<p>Di bawah Wenger, Arsenal adalah tim yang punya filosofi &#8216;menyerang adalah pertahanan terbaik&#8217;. Wenger, pemilik gelar insinyur dan master ekonomi, juga gemar merekrut anak-anak muda dari berbagai penjuru dunia ke dalam timnya.</p>
<p>Memang, sudah empat tahun ini gaya itu tidak berhasil menghadirkan satu pun <em>silverware</em> ke markas Arsenal. Tetapi Wenger adalah seorang idealis. Keyakinannya pada filosofi yang ia imani tidak luntur hanya karena kering prestasi.</p>
<p>Wenger berada di kutub berbeda dengan seorang manajer yang barangkali tega &#8216;memarkir 11 bus&#8217; di depan gawang timnya hanya agar timya tidak kalah.</p>
<p>Wenger dan Arsenalnya juga tidak sama dengan klub yang sanggup menggelontorkan puluhan juta poundsterling (barangkali dengan cara <em>ngutang</em>) untuk mendatangkan pemain-pemain berlabel super bintang.</p>
<p>Tapi di mata saya, Wenger juga punya sebuah idealisme yang tak bisa saya pahami. Dalam keyakinannya, Wenger menganggap bahwa identitas tidaklah <em>given</em>; ia tidak tergantung kepada lokasi di mana Anda dilahirkan. Bagi Wenger, identitas adalah sebuah proses.</p>
<p>Untuk Wenger, seorang Prancis tetap bisa punya identitas Inggris, seorang India bisa punya identitas Amerika, atau malah seorang Spanyol bisa punya identitas Indonesia.</p>
<p>Karenanya, Arsenal cuma punya segelintir pemain asli Inggris. Yang lainnya datang mulai dari sudut kumuh Pantai Gading, dataran Rusia yang bersalju, Spanyol yang bermandi matahari hingga ke Brasil yang gegap gempita.</p>
<p>Bagi saya, identitas tetap saja terkiat kepada akar di mana Anda tumbuh. Sebuah klub Inggris punya identitas dan tradisi yang tidak akan pernah secara utuh dipahami oleh orang Amerika Latih, misalnya.</p>
<p>Tapi saya bukanlah seorang manajer terkenal dengan tiga titel <em>Premiership</em> di <em>curriculum vitae</em>. Jadi kalau Wenger bisa mengucapkan argumentasinya di hadapan ribuan pewarta dari seluruh penjuru dunia, saya cukup menulisnya di sini saja.</p>
<p>Ya kan?</p>
Posted in dunia, football, saya Tagged: arsenal, arsene wenger, sepakbola, wenger <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/aryaperdhana.wordpress.com/135/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/aryaperdhana.wordpress.com/135/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/aryaperdhana.wordpress.com/135/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/aryaperdhana.wordpress.com/135/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/aryaperdhana.wordpress.com/135/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/aryaperdhana.wordpress.com/135/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/aryaperdhana.wordpress.com/135/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/aryaperdhana.wordpress.com/135/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/aryaperdhana.wordpress.com/135/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/aryaperdhana.wordpress.com/135/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=aryaperdhana.wordpress.com&blog=1618851&post=135&subd=aryaperdhana&ref=&feed=1" /></div>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://aryaperdhana.wordpress.com/2009/06/14/wenger/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>19</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/7e29d27c5f623d7958f14c455b8d74e2?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">arya</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://aryaperdhana.files.wordpress.com/2009/06/aryawenger.jpg" medium="image">
			<media:title type="html">aryawenger</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Krupuk</title>
		<link>http://aryaperdhana.wordpress.com/2009/05/20/krupuk/</link>
		<comments>http://aryaperdhana.wordpress.com/2009/05/20/krupuk/#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 19 May 2009 19:50:24 +0000</pubDate>
		<dc:creator>arya</dc:creator>
				<category><![CDATA[fiksi]]></category>
		<category><![CDATA[indonesia]]></category>
		<category><![CDATA[krupuk]]></category>
		<category><![CDATA[pabrik]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://aryaperdhana.wordpress.com/2009/05/20/krupuk/</guid>
		<description><![CDATA[
Alkisah adalah seorang perempuan bernama Genduk. Ia adalah seorang pembuat krupuk yang sudah tergolong cukup ahli.
Ceritanya, pada suatu waktu Genduk pindah pabrik krupuk. Pabrik krupuk tempat dia bekerja sekarang adalah sebuah pabrik krupuk baru yang dimiliki oleh seorang juragan besar yang tidak cuma punya pabrik krupuk, tetapi juga punya pabrik biting, pabrik minyak lentik, pabrik [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=aryaperdhana.wordpress.com&blog=1618851&post=131&subd=aryaperdhana&ref=&feed=1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><br /><p><img class="aligncenter size-full wp-image-130" title="krupuk" src="http://aryaperdhana.files.wordpress.com/2009/05/krupuk.jpg?w=285&#038;h=220" alt="krupuk" width="285" height="220" /></p>
<p>Alkisah adalah seorang perempuan bernama Genduk. Ia adalah seorang pembuat krupuk yang sudah tergolong cukup ahli.</p>
<p>Ceritanya, pada suatu waktu Genduk pindah pabrik krupuk. Pabrik krupuk tempat dia bekerja sekarang adalah sebuah pabrik krupuk baru yang dimiliki oleh seorang juragan besar yang tidak cuma punya pabrik krupuk, tetapi juga punya pabrik biting, pabrik minyak lentik, pabrik gelas, pabrik kacu dan pabrik-pabrik lainnya.</p>
<p>Pabrik krupuk tempat Genduk bekerja ini terlihat sangat menjanjikan. Pokoknya wah. Hampir setiap orang di desa Genduk membicarakan pabrik krupuk ini bahkan sebelum pabrik krupuk ini dibuka.</p>
<p>Genduk tampaknya bangga betul bisa menjadi salah satu pembuat krupuk di pabrik baru itu. Genduk bangga karena pabriknya punya lebih banyak pembuat krupuk ahli dibanding pabrik-pabrik kerupuk lainnya di desa itu, bahkan juga dengan di desa sebelah.</p>
<p>Para pembuat krupuk di pabrik tempat Genduk bekerja juga gemar mengembangkan diri. Mereka, kata Genduk, hobi melahap bacaan-bacaan seputar pembuatan krupuk dari pabrik-pabrik krupuk di mancanegara.</p>
<p>Genduk bilang kalau membuat krupuk itu ndak perlu cepat-cepat, yang penting krupuknya tidak bercacat, tidak bantat pas digoreng; juga tidak mengandung zat yang bisa membahayakan yang makan.</p>
<p>Seakan belum puas membanggakan pabrik krupuknya, Genduk bilang kalau krupuk buatan pabriknya ditujukan untuk orang-orang berkelas. Pemakan krupuk bikinan pabriknya adalah orang-orang terpelajar yang tahu mana krupuk bagus dan mana yang tidak.</p>
<p>Sedangkan krupuk bikinan pabrik tetangga, masih kata Genduk, itu biasa dikonsumsi oleh mulut dan perut kelas bawah. Genduk bilang kalau pabriknya punya tujuan mulia yakni mendidik rakyat tentang krupuk bermutu dan krupuk rendahan.</p>
<p>Kebetulan, Genduk sepabrik dengan Parjo, juga seorang pembuat krupuk yang sudah cukup ahli. Dulunya, Parjo bekerja di pabrik krupuk sebelah. Tapi Parjo tidak keluar dari pabrik lamanya dengan baik. Parjo membuat kesal pembuat krupuk lain di pabrik lamanya karena lidah tajamnya.</p>
<p>Sama seperti Parjo, Genduk juga punya lidah selandep silet. Genduk bahkan tak segan-segan buat merusak hubungan baiknya dengan Pak Tua, pemilik pabrik krupuk yang pernah jadi tempat bekerja Parjo. Genduk rela merusak hubungan baik yang sudah pernah terjalin dengan Pak Tua jauh sebelum Genduk menjadi pembuat krupuk yang ahli.</p>
<p>Tapi itu semua terjadi dulu. Entah karena apa, Genduk memilih keluar dari pabrik krupuknya. .</p>
<p>Dari kabar angin yang sering dibicarakan sama pembuat-pembuat krupuk yang kerap nongkrong di warung kopi, konon pabrik krupuk itu terlalu sering membuat krupuk atas dasar pesanan. Kadang, pemesan-pemesan itu minta dibuatkan krupuk yang bentuknya segitiga, kadang kotak, kadang jajaran genjang, dan lain-lain.</p>
<p>Meski demikian, kabar angin yang berhembus tak tentu arah itu tetap ndak bisa mengungkap kenapa Genduk memilih keluar dari pabrik krupuk yang pernah begitu ia bangga-banggakan.</p>
<p>Masih kata para pembuat krupuk yang hobi rasan-rasan itu, Genduk lupa satu hal, di mana-mana pabrik krupuk itu ya sama. Mau sebangga apapun seorang pembuat krupuk sama pabriknya, dia itu ya tetap cuma pembuat krupuk, bukan juragan.</p>
<p><em><strong>Catatan: cerita ini adalah rekaan belaka. kalau ada kejadian nyata yang serupa, ini benar-benar tidak disengaja <img src='http://s.wordpress.com/wp-includes/images/smilies/icon_smile.gif' alt=':)' class='wp-smiley' /> </strong></em></p>
Posted in fiksi, indonesia Tagged: indonesia, krupuk, pabrik <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/aryaperdhana.wordpress.com/131/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/aryaperdhana.wordpress.com/131/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/aryaperdhana.wordpress.com/131/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/aryaperdhana.wordpress.com/131/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/aryaperdhana.wordpress.com/131/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/aryaperdhana.wordpress.com/131/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/aryaperdhana.wordpress.com/131/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/aryaperdhana.wordpress.com/131/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/aryaperdhana.wordpress.com/131/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/aryaperdhana.wordpress.com/131/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=aryaperdhana.wordpress.com&blog=1618851&post=131&subd=aryaperdhana&ref=&feed=1" /></div>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://aryaperdhana.wordpress.com/2009/05/20/krupuk/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>28</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/7e29d27c5f623d7958f14c455b8d74e2?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">arya</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://aryaperdhana.files.wordpress.com/2009/05/krupuk.jpg" medium="image">
			<media:title type="html">krupuk</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>GM</title>
		<link>http://aryaperdhana.wordpress.com/2009/02/26/gm/</link>
		<comments>http://aryaperdhana.wordpress.com/2009/02/26/gm/#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 26 Feb 2009 08:23:12 +0000</pubDate>
		<dc:creator>arya</dc:creator>
				<category><![CDATA[blogger]]></category>
		<category><![CDATA[indonesia]]></category>
		<category><![CDATA[saya]]></category>
		<category><![CDATA[gm]]></category>
		<category><![CDATA[goenawan mohamad]]></category>
		<category><![CDATA[salihara]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://aryaperdhana.wordpress.com/2009/02/26/gm/</guid>
		<description><![CDATA[Wajahnya tirus. Rambutnya, juga kumis dan cambangnya, terlihat memutih di beberapa bagian. Saya menebak umurnya sudah di atas 60 tetapi belum lagi tiga perempat abad. Di depannya, tergeletak sebuah BlackBerry dan MacBook berwarna hitam.
Ia berbicara dengan suara yang tidak keras, tetapi intonasinya teratur dan tertata. Beberapa kali ia mendengarkan dua orang di depannya bicara. Sesekali [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=aryaperdhana.wordpress.com&blog=1618851&post=126&subd=aryaperdhana&ref=&feed=1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><br /><p>Wajahnya tirus. Rambutnya, juga kumis dan cambangnya, terlihat memutih di beberapa bagian. Saya menebak umurnya sudah di atas 60 tetapi belum lagi tiga perempat abad. Di depannya, tergeletak sebuah BlackBerry dan MacBook berwarna hitam.</p>
<p>Ia berbicara dengan suara yang tidak keras, tetapi intonasinya teratur dan tertata. Beberapa kali ia mendengarkan dua orang di depannya bicara. Sesekali ia tampak antusias.</p>
<p>Dia <a href="http://goenawanmohamad.com/">Goenawan Mohamad</a>. Ketika saya berkenalan, saya bilang bahwa dialah yang membuat saya akrab dengan dunia tulis menulis.</p>
<p>Selama lebih dari 1,5 jam, GM, demikian ia dikenal publik, berbicara dengan dua orang di samping saya di beranda Komunitas Salihara, Pasar Minggu. Yang pertama adalah <a href="http://pejalanjauh.com">Zen</a> Si Pejalan Jauh dan yang kedua adalah <a href="http://blogombal.org">Paman Tyo</a> yang duitnya konon meteran itu. Saya? Lebih banyak diam dan menyimak.</p>
<p>GM dan dua orang itu memperbicangkan banyak hal. Tetapi yang utama adalah ngobrol soal sejarah dan pelakunya, sastra dan buku serta beberapa hal lain, termasuk perihal pertunjukan.</p>
<p>Ia bertutur tentang Manikebu, tentang Sjahrir, tentang ayahnya yang mati ditembak Belanda, juga beberapa kali menyinggung tulisan-tulisan karyanya.</p>
<p>Orang ini, bagi saya adalah inspirasi. Dari dialah, secara tidak langsung, saya belajar menulis. Tulisan-tulisannya yang secara terjadwal dimuat di majalah Tempo adalah santapan saya. (Meskipun kini sudah jarang lagi. Alasan kesibukan. ahahahah)</p>
<p>Dari GM pula, saya tahu bahwa menulis tidaklah sekadar menyampaikan ide atau pemikiran. Ternyata, ide dan pemikiran itu juga bisa dilontarkan dengan estetika yang mengagumkan dan membuat pembaca mengendapkannya di benak.</p>
<p>GM mempengaruhi saya sebesar Pramoedya. Ketika masih iseng-iseng di Pers Mahasiswa dulu, bahkan saya dan kawan-kawan meniru habis konsep caping di satu halaman buletin yang kami asuh.</p>
<p>Demi bisa membaca tulisan GM, saya memfotokopi buku &#8216;Kata, Waktu&#8217;, buku setebal 1.500-an halaman terbitan Pusdat Tempo yang memuat kumpulan esai GM dari tahun 1960-an sampai 2001.</p>
<p>Niatnya, malam itu saya ingin minta tandatangan GM di buku itu. Tapi gara-gara buku itu bajakan, maka saya batalkan saja niat itu. Hahahaha.</p>
Posted in blogger, indonesia, saya Tagged: gm, goenawan mohamad, salihara <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/aryaperdhana.wordpress.com/126/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/aryaperdhana.wordpress.com/126/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/aryaperdhana.wordpress.com/126/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/aryaperdhana.wordpress.com/126/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/aryaperdhana.wordpress.com/126/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/aryaperdhana.wordpress.com/126/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/aryaperdhana.wordpress.com/126/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/aryaperdhana.wordpress.com/126/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/aryaperdhana.wordpress.com/126/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/aryaperdhana.wordpress.com/126/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=aryaperdhana.wordpress.com&blog=1618851&post=126&subd=aryaperdhana&ref=&feed=1" /></div>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://aryaperdhana.wordpress.com/2009/02/26/gm/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>30</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/7e29d27c5f623d7958f14c455b8d74e2?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">arya</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Independensi</title>
		<link>http://aryaperdhana.wordpress.com/2009/02/12/independensi/</link>
		<comments>http://aryaperdhana.wordpress.com/2009/02/12/independensi/#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 12 Feb 2009 14:05:56 +0000</pubDate>
		<dc:creator>arya</dc:creator>
				<category><![CDATA[indonesia]]></category>
		<category><![CDATA[internet]]></category>
		<category><![CDATA[pemikiran]]></category>
		<category><![CDATA[saya]]></category>
		<category><![CDATA[independensi]]></category>
		<category><![CDATA[janji]]></category>
		<category><![CDATA[kawan]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://aryaperdhana.wordpress.com/2009/02/12/independensi/</guid>
		<description><![CDATA[Kawan, masih ingat nggak saat kita berdebat dulu? Ya, ya, berdebat. Kita memang berdebat saat itu bukan? Mengadu argumen di tengah udara pagi yang dingin di sebuah rumah di Bandung. 
Ingat kan saat itu kita begitu berapi-api berbicara mengemukakan argumen kita; tak kalah berapi-api juga menguji pendapat lawan bicara di seberang meja, berharap menemukan celah [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=aryaperdhana.wordpress.com&blog=1618851&post=124&subd=aryaperdhana&ref=&feed=1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><br /><p>Kawan, masih ingat nggak saat kita berdebat dulu? Ya, ya, berdebat. Kita memang berdebat saat itu bukan? Mengadu argumen di tengah udara pagi yang dingin di sebuah rumah di Bandung. </p>
<p>Ingat kan saat itu kita begitu berapi-api berbicara mengemukakan argumen kita; tak kalah berapi-api juga menguji pendapat lawan bicara di seberang meja, berharap menemukan celah untuk mematahkan pendapat lawan.</p>
<p>Kala itu kita bicara soal ide-ide besar. Aku masih ingat betul, kita berbusa-busa soal independensi. Aku menggugat independensimu, tetapi kamu bersikeras bahwa kamu tetap bebas, tak peduli siapapun majikanmu. Waktu itu, tahu tidak, aku mencatat ucapanmu bagai mencatat janji seorang politisi.</p>
<p>Kemarin, diam-diam aku menagih janji. Ah, aku kecewa, kawan. Ternyata janji (utang?) yang kamu ikrakan ketika itu tidak kau tepati. Aku berupaya berprasangka baik bahwa ini adalah kali pertama janjimu terlanggar, meski aku juga tidak yakin.</p>
<p>Lagi-lagi, aku mencoba berpikir baik karena aku tahu kamu orang yang baik. Mungkin kamu memang tak cukup berdaya untuk mengubah kondisi yang kamu hadapi. Aku lekas-lekas menghapus pikiran bahwa kamu memang sengaja tidak menepati janjimu.</p>
<p>Barangkali, keadaan di mana kamu bisa &#8211;meminjam Goenawan Mohammad&#8211; menggeladi pemikiran yang terbuka, yang tidak didikte dan diawasi orang adalah sebuah kemewahan. Aku tahu itu, kawan; dan aku bersimpati kepadamu.</p>
<p>Aku sadar bahwa situasi tidak lagi berada di pihakmu. Aku tahu kalau kamu bukan lagi seorang ronin, seorang samurai yang tak bertuan. Ah sudahlah, kawan, aku tak mau lagi mengulang-ulang cerita basi soal ronin yang memang hidup jauh dari masa dan tempat kita.</p>
<p>Sedari dulu, aku selalu benci bila aku terbukti &#8216;benar&#8217; pada akhirnya. Aku bukan sedang ingin menyakitimu kawan, saat aku dengan penuh kepahitan di lidah cuma bisa berucap, independensi itu tai kucing.</p>
Posted in indonesia, internet, pemikiran, saya Tagged: independensi, janji, kawan <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/aryaperdhana.wordpress.com/124/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/aryaperdhana.wordpress.com/124/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/aryaperdhana.wordpress.com/124/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/aryaperdhana.wordpress.com/124/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/aryaperdhana.wordpress.com/124/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/aryaperdhana.wordpress.com/124/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/aryaperdhana.wordpress.com/124/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/aryaperdhana.wordpress.com/124/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/aryaperdhana.wordpress.com/124/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/aryaperdhana.wordpress.com/124/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=aryaperdhana.wordpress.com&blog=1618851&post=124&subd=aryaperdhana&ref=&feed=1" /></div>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://aryaperdhana.wordpress.com/2009/02/12/independensi/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>18</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/7e29d27c5f623d7958f14c455b8d74e2?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">arya</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Intelejen</title>
		<link>http://aryaperdhana.wordpress.com/2009/02/06/intelejen/</link>
		<comments>http://aryaperdhana.wordpress.com/2009/02/06/intelejen/#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 06 Feb 2009 14:38:56 +0000</pubDate>
		<dc:creator>arya</dc:creator>
				<category><![CDATA[dunia]]></category>
		<category><![CDATA[saya]]></category>
		<category><![CDATA[burn after reading]]></category>
		<category><![CDATA[coen brothers]]></category>
		<category><![CDATA[film]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://aryaperdhana.wordpress.com/2009/02/06/intelejen/</guid>
		<description><![CDATA[Kata intelejen sangat lekat dengan sebuah perihal yang serius. Urusan akbar yang dijalankan oleh segilintir kaum terpilih menyangkut keselamatan sebuah kelompok atau negara di tengah lingkungan dunia yang kacau balau ini.
Tetapi toh intelejen bukanlah sebuah perkara yang suci hama. Intelejen bisa salah, bisa konyol, juga bisa bodoh dan kacau. Tim Weiner yang pernah memenangi Hadiah [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=aryaperdhana.wordpress.com&blog=1618851&post=118&subd=aryaperdhana&ref=&feed=1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><br /><p>Kata intelejen sangat lekat dengan sebuah perihal yang serius. Urusan akbar yang dijalankan oleh segilintir kaum terpilih menyangkut keselamatan sebuah kelompok atau negara di tengah lingkungan dunia yang kacau balau ini.</p>
<p>Tetapi toh intelejen bukanlah sebuah perkara yang suci hama. Intelejen bisa salah, bisa konyol, juga bisa bodoh dan kacau. Tim Weiner yang pernah memenangi Hadiah Pulitzer itu menuliskannya dengan memikat dalam lebih dari 800 halaman buku &#8216;Membongkar Kegagalan CIA: Spionasi Amatiran Sebuah Negara Adidaya&#8217;; sebuah buku yang mendapat perhatian lebih di sini oleh musabab cerita tentang Adam Malik-nya.</p>
<p>Intelejen, spionase, telik sandi atau apapun namanya dapat menjadi bahan lelucon satir dan diolok-olok. Itu setidaknya yang dilakukan oleh Joel dan Ethan Coen (Coen Brothers) dalam film besutan mereka &#8216;Burn After Reading&#8217;.</p>
<p>Film ini bertitik pangkal dari Ozzy, seorang pegawai (agen?) CIA yang daripada dipindah ke pos yang tidak ia sukai lantas lebih memilih mengundurkan diri dan kemudian berniat menulis buku.</p>
<p>Ozzy, selain bermasalah dengan kegemarannya minum (sesuatu yang membuatnya nyaris dipindah oleh CIA), juga bermasalah dengan rumah tangganya. Istrinya yang dokter gigi, Katie, berselingkuh dengan seorang lelaki dan belakangan berniat mengajukan perceraian dan menyewa jasa pengacara untuk menyelidiki Ozzy dan catatan keuangan dan pribadinya.</p>
<p>Persoalan menjadi rumit tatkala CD milik Ozzy dicuri oleh pengacara yang disewa Katie namun kemudian tertinggal di sebuah pusat kebugaran. CD itu ditemukan oleh dua pegawai rendahan pusat kebugaran yang berpikir bahwa mereka bisa memperoleh duit hasil dari memeras Ozzy. Salah satu dari mereka, Linda, bermimpi untuk memakai uang itu kelak untuk melakukan operasi plastik.</p>
<p>Dari hal yang remeh temeh seperti ini, persoalan membesar hingga melibatkan petinggi-petinggi CIA dan bahkan Kedutaan Besar Rusia. Coen bersaudara dengan sukses mengubah perkara intelejen yang rumit dan mengawang-awang itu menjadi ajang menertawakan biro telik sandi yang panik dan bingung.</p>
<p>Coen bersaudara dengan cerdas mengejek kegagapan intelejen Amerika menghadapi persoalan. Kegagapan yang sudah sejak lama terungkap ketika mereka gagal membendung serangan teroris pada September 2001.</p>
<p>CIA dan rekan-rekannya seperti &#8216;intel melayu&#8217; yang bengong melihat negaranya diobrak-abrik. Ya mungkin mirip lah dengan telik sandi &#8216;intel melayu&#8217; sesungguhnya yang malah gemar menginteli warganya sendiri dan menyingkirkan pembela hak asasi manusia.</p>
Posted in dunia, saya Tagged: burn after reading, coen brothers, dunia, film <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/aryaperdhana.wordpress.com/118/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/aryaperdhana.wordpress.com/118/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/aryaperdhana.wordpress.com/118/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/aryaperdhana.wordpress.com/118/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/aryaperdhana.wordpress.com/118/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/aryaperdhana.wordpress.com/118/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/aryaperdhana.wordpress.com/118/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/aryaperdhana.wordpress.com/118/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/aryaperdhana.wordpress.com/118/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/aryaperdhana.wordpress.com/118/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=aryaperdhana.wordpress.com&blog=1618851&post=118&subd=aryaperdhana&ref=&feed=1" /></div>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://aryaperdhana.wordpress.com/2009/02/06/intelejen/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>14</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/7e29d27c5f623d7958f14c455b8d74e2?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">arya</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Setahun</title>
		<link>http://aryaperdhana.wordpress.com/2009/01/21/setahun/</link>
		<comments>http://aryaperdhana.wordpress.com/2009/01/21/setahun/#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 21 Jan 2009 12:20:49 +0000</pubDate>
		<dc:creator>arya</dc:creator>
				<category><![CDATA[indonesia]]></category>
		<category><![CDATA[me]]></category>
		<category><![CDATA[saya]]></category>
		<category><![CDATA[jakarta]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://aryaperdhana.wordpress.com/2009/01/21/setahun/</guid>
		<description><![CDATA[Setelah setahun menjelajahi senti demi senti tanah Jakarta ini, kesimpulan saya tetap sama. Jakarta adalah sebuah jam besar yang tersusun dari jam-jam kecil yang selalu berdetak dan berderap di manapun dan kapanpun(*). Dan Jakarta hanya cocok sebagai tempat mencari uang, bukan untuk tempat tinggal yang ideal.
Masih sama dengan tahun lalu ketika saya menetapkan hati untuk [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=aryaperdhana.wordpress.com&blog=1618851&post=116&subd=aryaperdhana&ref=&feed=1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><br /><p>Setelah <a href="http://aryaperdhana.wordpress.com/2008/01/27/jakarta-jakarta/">setahun</a> menjelajahi senti demi senti tanah Jakarta ini, kesimpulan saya tetap sama. Jakarta adalah sebuah jam besar yang tersusun dari jam-jam kecil yang selalu berdetak dan berderap di manapun dan kapanpun(*). Dan Jakarta hanya cocok sebagai tempat mencari uang, bukan untuk tempat tinggal yang ideal.</p>
<p>Masih sama dengan tahun lalu ketika saya menetapkan hati untuk mencoba mengadu peruntungan di sini. Jakarta masih macet dan banjir. Perilaku masyarakatnya juga masih gitu-gitu saja. Orang kaya pakai mobil mewah hobi melanggar, orang nggak kaya pake motor butut juga suka melanggar.</p>
<p>Jakarta adalah sebuah ironi peradaban.</p>
<p>(*)dari cerpen Langgam Urbana karya Beni Setia</p>
Posted in indonesia, me, saya Tagged: jakarta, saya <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/aryaperdhana.wordpress.com/116/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/aryaperdhana.wordpress.com/116/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/aryaperdhana.wordpress.com/116/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/aryaperdhana.wordpress.com/116/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/aryaperdhana.wordpress.com/116/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/aryaperdhana.wordpress.com/116/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/aryaperdhana.wordpress.com/116/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/aryaperdhana.wordpress.com/116/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/aryaperdhana.wordpress.com/116/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/aryaperdhana.wordpress.com/116/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=aryaperdhana.wordpress.com&blog=1618851&post=116&subd=aryaperdhana&ref=&feed=1" /></div>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://aryaperdhana.wordpress.com/2009/01/21/setahun/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>38</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/7e29d27c5f623d7958f14c455b8d74e2?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">arya</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Bout</title>
		<link>http://aryaperdhana.wordpress.com/2009/01/02/bout/</link>
		<comments>http://aryaperdhana.wordpress.com/2009/01/02/bout/#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 02 Jan 2009 15:08:38 +0000</pubDate>
		<dc:creator>arya</dc:creator>
				<category><![CDATA[dunia]]></category>
		<category><![CDATA[bout]]></category>
		<category><![CDATA[viktor bout]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://aryaperdhana.wordpress.com/2009/01/02/bout/</guid>
		<description><![CDATA[Membaca kisah seorang Viktor Bout, ingatan saya melayang kepada film &#8216;Lord of War&#8217; yang pernah saya tonton. Yang terakhir ini adalah sebuah film produksi tahun 2005 yang dibintangi antara lain oleh Nicholas Cage.
Tetapi saya keliru. Bukan Bout yang mengekor &#8216;Lord of War&#8217;, tetapi justru &#8216;Lord of War&#8217; yang ditulis berdasarkan kisah lelaki Rusia kelahiran 41 [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=aryaperdhana.wordpress.com&blog=1618851&post=79&subd=aryaperdhana&ref=&feed=1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><br /><p>Membaca kisah seorang Viktor Bout, ingatan saya melayang kepada film &#8216;Lord of War&#8217; yang pernah saya tonton. Yang terakhir ini adalah sebuah film produksi tahun 2005 yang dibintangi antara lain oleh Nicholas Cage.</p>
<p>Tetapi saya keliru. Bukan Bout yang mengekor &#8216;Lord of War&#8217;, tetapi justru &#8216;Lord of War&#8217; yang ditulis berdasarkan kisah lelaki Rusia kelahiran 41 tahun silam tersebut.</p>
<p>Tak banyak yang mengetahui sepak terjang Bout sampai ia tertangkap aparat di Bangkok, Maret tahun lalu. Tuduhannya serius: memasok senjata untuk sejumlah kelompok yang terlibat dalam konflik bersenjata di banyak sudut-sudut dunia.</p>
<p>Bout adalah bopeng di wajah dunia yang kian sengkarut. Sebuah dunia yang menua tetapi tidak bertambah dewasa. Konflik bersenjata terjadi di banyak tempat di atas planet ini. Agama A kontra Agama B, Suku X melawan Suku Y, Isme ini versus Isme itu, dan lain sebagainya.</p>
<p>Dari konflik-konflik itulah, muncul Bout (dan banyak orang lainnya yang tidak akan diketahui hingga suatu saat nanti mereka ditangkap). Mereka menemukan ceruk yang menguntungkan mereka.</p>
<p>Selepas kejatuhan komunisme di akhir 1980-an, aset militer di Uni Sovyet (kemudian Rusia) banyak yang terbengkalai. Pesawat-pesawat dibiarkan berdebu di landasan akibat tak ada minyak, jutaan senapan, peluru, granat dan roket dibiarkan teronggok di gudang-gudang yang tak terjaga. Maka mulailah Bout berbisnis.</p>
<p>Bout tak memiliki ideologi. Ia adalah pedagang; Merchant of Death. Tak peduli apakah itu Al Qaeda, sekelompok warlord haus darah di Afrika Barat, atau kelompok yang didukung Amerika.</p>
<p>Ia mengirimkan senjatanya kepada pemerintah Afganistan di tahun 90-an. Namun ia lalu juga menjual senjata kepada Taliban pada saat bersamaan. Saat Taliban berkuasa di sana tahun 1996, Bout juga menjual pesawat-pesawatnya.</p>
<p>&#8220;Aku menjual kepada para orang kiri, dan juga orang kanan. Aku menjual kepada para pasifis, tetapi mereka bukan pelanggan rutinku,&#8221; ucap Yuri Orlov, tokoh utama dalam &#8216;Lord of War&#8217; yang menjadi representasi Bout.</p>
<p>Dan seperti jamaknya pedagang, maka keuntungan, hanya keuntungan, adalah apa yang ada di pikiran orang-orang seperti Bout. Ia tak berurusan dengan warna kulit, agama atau aliran politik si klien. Masih kata Yuri Orlov, &#8220;Aku menguasai banyak bahasa. Tetapi aku tahu, yang artinya paling jelas adalah dolar, dinar, drachma, rubel, rupee dan pound-fucking-sterling.&#8221;</p>
<p>Nurani? Jangan harap Bout bakal tersentuh dengan pemandangan seorang bocah berusia 12 tahun menenteng AK-47 yang baku bunuh dengan anak lain yang berusia sama dari pihak musuh.</p>
<p>Bout boleh saja sudah berada di balik jeruji, tetapi orang-orang seperti dia akan tetap ada dan bahkan mungking bertambah. Selama masih ada orang-orang yang berperang, maka di sanalah Bout dkk akan bermain.</p>
<p>&#8220;Katakan apapun yang kau benci dariku. Bahwa aku penjelmaan iblis, bahwa aku bertanggungjawab atas terobeknya masyarakat dan ketenangan dunia. Bahwa aku pelaku genosida. Katakan apa yang ingin kau katakan tentangku sekarang,&#8221; demikian Yuri Orlov menceramahi agen Interpol yang menahannya.</p>
Posted in dunia Tagged: bout, dunia, viktor bout <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/aryaperdhana.wordpress.com/79/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/aryaperdhana.wordpress.com/79/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/aryaperdhana.wordpress.com/79/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/aryaperdhana.wordpress.com/79/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/aryaperdhana.wordpress.com/79/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/aryaperdhana.wordpress.com/79/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/aryaperdhana.wordpress.com/79/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/aryaperdhana.wordpress.com/79/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/aryaperdhana.wordpress.com/79/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/aryaperdhana.wordpress.com/79/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=aryaperdhana.wordpress.com&blog=1618851&post=79&subd=aryaperdhana&ref=&feed=1" /></div>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://aryaperdhana.wordpress.com/2009/01/02/bout/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>15</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/7e29d27c5f623d7958f14c455b8d74e2?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">arya</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Ibu</title>
		<link>http://aryaperdhana.wordpress.com/2008/12/23/ibu/</link>
		<comments>http://aryaperdhana.wordpress.com/2008/12/23/ibu/#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 22 Dec 2008 19:09:30 +0000</pubDate>
		<dc:creator>arya</dc:creator>
				<category><![CDATA[keluarga]]></category>
		<category><![CDATA[saya]]></category>
		<category><![CDATA[hari ibu]]></category>
		<category><![CDATA[ibu]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://aryaperdhana.wordpress.com/2008/12/23/ibu/</guid>
		<description><![CDATA[Ibu saya lahir 22 Desember 1958. Jadi kemarin, usianya tepat setengah abad. Sungguh sebuah kebetulan bila dia lahir tepat di Hari Ibu.
Seorang ibu yang lebih dari 25 tahun lalu mungkin pernah begitu patah semangat dan berduka kala dikabari oleh dokter kandungan bahwa janinnya telah mati di dalam kandungan, bahkan ketika belum dilahirkan.
Suaminya sudah membeli kain [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=aryaperdhana.wordpress.com&blog=1618851&post=76&subd=aryaperdhana&ref=&feed=1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><br /><p>Ibu saya lahir 22 Desember 1958. Jadi kemarin, usianya tepat setengah abad. Sungguh sebuah kebetulan bila dia lahir tepat di Hari Ibu.</p>
<p>Seorang ibu yang lebih dari 25 tahun lalu mungkin pernah begitu patah semangat dan berduka kala dikabari oleh dokter kandungan bahwa janinnya telah mati di dalam kandungan, bahkan ketika belum dilahirkan.</p>
<p>Suaminya sudah membeli kain kafan dan mempersiapkan pemakaman si anak yang belum terlahirkan. Betapa berat cobaan untuk pasangan yang baru menikah beberapa bulan itu.</p>
<p>Tapi ternyata dokter itu salah. Anak ibu saya lahir dalam keadaan hidup dan sehat. Dan berkat asuhannya anak itu sekarang sudah berusia 25 tahun lewat serta sudah menyumbangkan satu cucu.</p>
<p>Anak ibu saya itu adalah saya sendiri.</p>
<p>Selain untuk ibu saya, ucapan selamat Hari Ibu juga layak saya haturkan kepada istri saya yang juga telah menjadi seorang ibu.</p>
<p><em>PS: Posting ini memang telat satu hari. Tapi apa boleh buat, saya bukan orang yang bergelimang benwit internet kala tidak berada di kantor.</em></p>
Posted in keluarga, saya Tagged: hari ibu, ibu, saya <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/aryaperdhana.wordpress.com/76/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/aryaperdhana.wordpress.com/76/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/aryaperdhana.wordpress.com/76/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/aryaperdhana.wordpress.com/76/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/aryaperdhana.wordpress.com/76/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/aryaperdhana.wordpress.com/76/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/aryaperdhana.wordpress.com/76/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/aryaperdhana.wordpress.com/76/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/aryaperdhana.wordpress.com/76/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/aryaperdhana.wordpress.com/76/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=aryaperdhana.wordpress.com&blog=1618851&post=76&subd=aryaperdhana&ref=&feed=1" /></div>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://aryaperdhana.wordpress.com/2008/12/23/ibu/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>22</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/7e29d27c5f623d7958f14c455b8d74e2?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">arya</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>John</title>
		<link>http://aryaperdhana.wordpress.com/2008/12/12/john/</link>
		<comments>http://aryaperdhana.wordpress.com/2008/12/12/john/#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 12 Dec 2008 06:59:54 +0000</pubDate>
		<dc:creator>arya</dc:creator>
				<category><![CDATA[dunia]]></category>
		<category><![CDATA[john lennon]]></category>
		<category><![CDATA[lennon]]></category>
		<category><![CDATA[perdamaian]]></category>
		<category><![CDATA[the beatles]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://aryaperdhana.wordpress.com/2008/12/12/john/</guid>
		<description><![CDATA[
Sudah 28 tahun lewat empat hari sejak John Lennon tewas. Empat peluru dari senjata Mark David Chapman menembus punggungnya dan membuat John yang berusia 40 tahun ketika itu meregang nyawa.
John yang gondrong, John yang genial musik, John yang kekiri-kirian dan John yang gandrung kepada banyak hal yang berbau-bau timur, mati di usia yang cukup muda.
John [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=aryaperdhana.wordpress.com&blog=1618851&post=74&subd=aryaperdhana&ref=&feed=1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><br /><p><img class="aligncenter size-full wp-image-73" title="john1" src="http://aryaperdhana.files.wordpress.com/2008/12/john1.jpg?w=200&#038;h=244" alt="john1" width="200" height="244" /></p>
<p>Sudah 28 tahun lewat empat hari sejak John Lennon tewas. Empat peluru dari senjata Mark David Chapman menembus punggungnya dan membuat John yang berusia 40 tahun ketika itu meregang nyawa.</p>
<p>John yang gondrong, John yang genial musik, John yang kekiri-kirian dan John yang gandrung kepada banyak hal yang berbau-bau timur, mati di usia yang cukup muda.</p>
<p>John menulis &#8216;Imagine&#8217; sebagai bagian dari sikapnya yang &#8216;anti-agama, anti-nasionalisme, anti-konvensional dan anti-kapitalisme&#8217;. &#8220;Tetapi karena lagu itu dibungkus dengan gula nan manis, maka ia diterima dunia,&#8221; katanya.</p>
<p>Lagu itu lantas mendunia. Hanya untuk contoh, perusahaan rekaman BMI menyebut lagu yang ditulis pada tahun 1971 itu sebagai lagu yang paling banyak diminta diputar di abad 20. Majalah musik Rolling Stone menempatkannya di urutan ketiga 500 lagu terbaik sepanjang masa.</p>
<p>Mantan Presiden Amerika Jimmy Carter berucap, &#8220;Di banyak negara di dunia ini, Anda mendengar lagu John Lennon, Imagine, sama seringnya dengan lagu kebangsaan.&#8221;</p>
<p>Menyebut nama John tentu tak lepas dari The Beatles. Bersama Paul McCartney, Ringo Starr dan George Harrison, mereka adalah salah satu band terhebat yang pernah dilahirkan di muka bumi ini.</p>
<p>John memotori Beatles. Membuat empat anak muda dari kota Liverpool itu dilirik Amerika, menjual lebih dari satu miliar album di seluruh dunia, menempatkan lebih dari 40 single, album atau Extended Plays(EP) di tangga nomor satu.</p>
<p>Tak hanya dalam musik John menonjol. Ia juga seorang aktivis pro-perdamaian. &#8216;Give Peace a Chance&#8217;, selain &#8216;Imagine&#8217;, adalah lagu wajib untuk mereka yang berdemo menentang perang di jalanan kota-kota besar dunia.</p>
<p>Bila saja John masih hidup hari ini, saya yakin dia akan turun ke jalan di New York, London atau Tokyo, mengumpat George Walker Bush dan meminta semua orang di dunia ini memberi perdamaian sebuah kesempatan.</p>
<p>Tetapi John sudah tak ada. Malam itu, Chapman menghabisinya; hanya beberapa jam setelah John memberinya tanda tangan di atas album &#8216;Double Fantasy&#8217;.</p>
Posted in dunia Tagged: john lennon, lennon, perdamaian, the beatles <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/aryaperdhana.wordpress.com/74/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/aryaperdhana.wordpress.com/74/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/aryaperdhana.wordpress.com/74/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/aryaperdhana.wordpress.com/74/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/aryaperdhana.wordpress.com/74/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/aryaperdhana.wordpress.com/74/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/aryaperdhana.wordpress.com/74/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/aryaperdhana.wordpress.com/74/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/aryaperdhana.wordpress.com/74/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/aryaperdhana.wordpress.com/74/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=aryaperdhana.wordpress.com&blog=1618851&post=74&subd=aryaperdhana&ref=&feed=1" /></div>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://aryaperdhana.wordpress.com/2008/12/12/john/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>31</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/7e29d27c5f623d7958f14c455b8d74e2?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">arya</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://aryaperdhana.files.wordpress.com/2008/12/john1.jpg" medium="image">
			<media:title type="html">john1</media:title>
		</media:content>
	</item>
	</channel>
</rss>