<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	xmlns:georss="http://www.georss.org/georss" xmlns:geo="http://www.w3.org/2003/01/geo/wgs84_pos#" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/"
	>

<channel>
	<title>uncertain territory 2.0</title>
	<atom:link href="http://aryaperdhana.wordpress.com/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://aryaperdhana.wordpress.com</link>
	<description>this world is such an uncertain place</description>
	<lastBuildDate>Mon, 20 May 2013 03:49:50 +0000</lastBuildDate>
	<language>id</language>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
	<generator>http://wordpress.com/</generator>
<cloud domain='aryaperdhana.wordpress.com' port='80' path='/?rsscloud=notify' registerProcedure='' protocol='http-post' />
<image>
		<url>http://s2.wp.com/i/buttonw-com.png</url>
		<title>uncertain territory 2.0</title>
		<link>http://aryaperdhana.wordpress.com</link>
	</image>
	<atom:link rel="search" type="application/opensearchdescription+xml" href="http://aryaperdhana.wordpress.com/osd.xml" title="uncertain territory 2.0" />
	<atom:link rel='hub' href='http://aryaperdhana.wordpress.com/?pushpress=hub'/>
		<item>
		<title>Karena Samsung Tak Cuma Ponsel dan Tablet</title>
		<link>http://aryaperdhana.wordpress.com/2013/02/27/karena-samsung/</link>
		<comments>http://aryaperdhana.wordpress.com/2013/02/27/karena-samsung/#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 27 Feb 2013 10:24:39 +0000</pubDate>
		<dc:creator>arya</dc:creator>
				<category><![CDATA[IT]]></category>
		<category><![CDATA[televisi]]></category>
		<category><![CDATA[samsungforum2013]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://aryaperdhana.wordpress.com/?p=422</guid>
		<description><![CDATA[Perang yang terjadi antara Samsung dengan Apple sedikit banyak menancapkan citra Samsung sebagai produsen gadget ponsel pintar dan tablet. Padahal, Samsung juga membuat banyak produk-produk keren lainnya seperti televisi, sound system, hingga kulkas dan mesin cuci. Hari ini, Rabu (27/2/2013), digelar sebuah acara bertajuk Samsung Forum 2013. Ini adalah acara Samsung di seluruh Asia Pasifik [&#8230;]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=aryaperdhana.wordpress.com&#038;blog=1618851&#038;post=422&#038;subd=aryaperdhana&#038;ref=&#038;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
				<content:encoded><![CDATA[<p><a href="http://aryaperdhana.files.wordpress.com/2013/02/imag1272.jpg"><img class="alignright size-full wp-image-423" alt="IMAG1272" src="http://aryaperdhana.files.wordpress.com/2013/02/imag1272.jpg?w=450&#038;h=269" width="450" height="269" /></a>Perang yang terjadi antara Samsung dengan Apple sedikit banyak menancapkan citra Samsung sebagai produsen gadget ponsel pintar dan tablet. Padahal, Samsung juga membuat banyak produk-produk keren lainnya seperti televisi, sound system, hingga kulkas dan mesin cuci.</p>
<p>Hari ini, Rabu (27/2/2013), digelar sebuah acara bertajuk Samsung Forum 2013. Ini adalah acara Samsung di seluruh Asia Pasifik untuk memamerkan produk-produk andalan mereka di hadapan media, blogger dan publik.</p>
<p>Semua orang mungkin mengagumi keberadaan Samsung Galaxy SIII, Galaxy Note 8, atau Galaxy Tab. Tapi terus terang, saya kurang bisa mengikuti kecepatan perkembangan teknologi ponsel dan tablet Samsung. Akhirnya, saya lebih senang memperhatikan deretan televisi saja.</p>
<p><a href="http://aryaperdhana.files.wordpress.com/2013/02/imag1264.jpg"><img class="size-full wp-image-424 alignleft" alt="IMAG1264" src="http://aryaperdhana.files.wordpress.com/2013/02/imag1264.jpg?w=450&#038;h=269" width="450" height="269" /></a></p>
<p>Di depan, pengunjung disambut dengan televisi raksasa berukuran 85 inci beresoulsi ultra high-definition. Suasana di dalam ruangan pameran terasa seperi booh Samsung di pameran CES di Las Vegas lho.</p>
<p>Salah satu produk televisi yang menarik perhatian saya adalah Smart TV yang berukuran 55 inci. Selain ukurannya yang besar dan nyaman, televisi ini punya fitur tambahan yang tak kalah menarik. Yang pertama adalah kemampuan sosialnya (sepertinya kemampuan media sosial adalah fiture yang coba ditanamkan Samsung di nyaris semua produknya). Pengguna bisa memakai Twitter, Facebook, Skype dan Youtube di televisi ini. Agar bisa memakai fitur media sosial itu, tentu saja dibutuhkan koneksi internet. Pengguna bisa memakai koneksi kabel (LAN) dan wifi.  Dengan fitur-fitur media sosial tersebut, kita bisa lho ngetwit atau update status Facebook lewat televisi, atau menikmati video-video di Youtube dengan layar yang jauh lebih besar dari layar komputer (tentu saja!).</p>
<p><a href="http://aryaperdhana.files.wordpress.com/2013/02/imag1269.jpg"><img class="alignright size-full wp-image-425" alt="IMAG1269" src="http://aryaperdhana.files.wordpress.com/2013/02/imag1269.jpg?w=450&#038;h=269" width="450" height="269" /></a>Ada 2 jenis Smart TV yang dipamerkan. Yang pertama yang dilepas untuk pasar Australia memiliki kelebihan lain berupa kemampuan streaming untuk saluran-saluran televisi tertentu. Sayangnya, fitur ini tidak ditanamkan di jenis TV yang dipasarkan untuk wilayah Asia Tenggara.<br />
Fitur andalan lain dari Smart TV ini adalah kemampuan untuk memutar film-film 3 dimensi. Untuk bisa menikmati film 3D ini, kita harus memakai kaca mata khusus. Saat mencoba fitur 3D, gambar yang ditampilkan televisi ini sangat tajam dan terasa nyata.</p>
<p>Namun untuk bisa menikmati konten berupa film atau video musik tersebut, kita harus memiliki koneksi internet karena Smart TV tidak bisa memutar film yang disimpan secara lokal. Artinya, kita tidak bisa cuma menancapkan flash disk atau hard disk berisi film. Televisi harus terkoneksi dengan server di mana film-film tersebut disimpan untuk bisa menikmati konten tersebut. Meski begitu, dengan harga koneksi internet yang semakin murah, seharusnya hal itu tidak jadi masalah.</p>
<p><a href="http://aryaperdhana.files.wordpress.com/2013/02/imag1267.jpg"><img class="size-full wp-image-426 alignleft" alt="IMAG1267" src="http://aryaperdhana.files.wordpress.com/2013/02/imag1267.jpg?w=450&#038;h=269" width="450" height="269" /></a>Samsung sendiri menjamin bahwa konten-konten (khususnya film) yang tersedia di server mereka bakal terus diperbarui. Samsung juga tidak menutup kemungkinan suatu saat ada film-film lokal yang diunggah di server mereka.</p>
<p>Nah, buat yang berniat membeli televisi canggih, Smart TV mungkin bisa jadi pilihan. Tak sekadar mendapat televisi dengan resolusi tajam, jernih dan nyata, tetapi juga televisi yang memungkinkan penggunanya tetap terhubung dan eksis di media sosial.</p>
<p><em><strong>Disclaimer: Posting blog ini dibuat untuk mengikuti kontes liveblogging Samsung Indonesia. Penulis berusaha untuk menyediakan informasi yang sebenar-benarnya dan sejujur-jujurnya mengenai produk di atas.</strong></em></p>
<br />Filed under: <a href='http://aryaperdhana.wordpress.com/category/it/'>IT</a>, <a href='http://aryaperdhana.wordpress.com/category/televisi/'>televisi</a> Tagged: <a href='http://aryaperdhana.wordpress.com/tag/samsungforum2013/'>samsungforum2013</a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/aryaperdhana.wordpress.com/422/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/aryaperdhana.wordpress.com/422/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=aryaperdhana.wordpress.com&#038;blog=1618851&#038;post=422&#038;subd=aryaperdhana&#038;ref=&#038;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://aryaperdhana.wordpress.com/2013/02/27/karena-samsung/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>4</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/7e29d27c5f623d7958f14c455b8d74e2?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">arya</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://aryaperdhana.files.wordpress.com/2013/02/imag1272.jpg" medium="image">
			<media:title type="html">IMAG1272</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://aryaperdhana.files.wordpress.com/2013/02/imag1264.jpg" medium="image">
			<media:title type="html">IMAG1264</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://aryaperdhana.files.wordpress.com/2013/02/imag1269.jpg" medium="image">
			<media:title type="html">IMAG1269</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://aryaperdhana.files.wordpress.com/2013/02/imag1267.jpg" medium="image">
			<media:title type="html">IMAG1267</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Bacaan 2012</title>
		<link>http://aryaperdhana.wordpress.com/2013/01/05/bacaan/</link>
		<comments>http://aryaperdhana.wordpress.com/2013/01/05/bacaan/#comments</comments>
		<pubDate>Sat, 05 Jan 2013 06:39:32 +0000</pubDate>
		<dc:creator>arya</dc:creator>
				<category><![CDATA[buku]]></category>
		<category><![CDATA[saya]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://aryaperdhana.wordpress.com/?p=372</guid>
		<description><![CDATA[Awal tahun lalu, saya menulis kritik terhadap diri saya sendiri perihal membaca buku. Tahun 2011, saya cuma membaca 7-8 buku saja. Untuk seorang yang pekerjaannya setiap hari adalah menulis dan menyunting, tentu ini memalukan. Di akhir tulisan itu, saya menargetkan bisa membaca 15 buku selama 2012. Setelah setahun, saya menilik ulang buku apa saja yang [&#8230;]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=aryaperdhana.wordpress.com&#038;blog=1618851&#038;post=372&#038;subd=aryaperdhana&#038;ref=&#038;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
				<content:encoded><![CDATA[<p style="text-align:center;"><a href="http://aryaperdhana.files.wordpress.com/2013/01/bukubuku.jpg"><img class="size-full wp-image-417 aligncenter" alt="BukuBuku" src="http://aryaperdhana.files.wordpress.com/2013/01/bukubuku.jpg?w=450&#038;h=168" width="450" height="168" /></a></p>
<p>Awal tahun lalu, saya menulis kritik terhadap diri saya sendiri perihal membaca buku. Tahun 2011, saya cuma membaca 7-8 buku saja. Untuk seorang yang pekerjaannya setiap hari adalah menulis dan menyunting, tentu ini memalukan. Di akhir <a href="http://donnyverdian.net/2012/03/06/saya-dan-buku.html">tulisan itu</a>, saya menargetkan bisa membaca 15 buku selama 2012.</p>
<p>Setelah setahun, saya menilik ulang buku apa saja yang sudah saya selama setahun. Untunglah ada <a href="http://www.goodreads.com/user/show/8597875-arya-perdhana">Goodreads</a>, jadi catatan saya ini lumayan akurat. Kesimpulannya, saya berhasil membaca 25 buku. Rinciannya, buku fiksi berbahasa Indonesia 9 buku, fiksi berbahasa Inggris 12 buku dan nonfiksi 4 buku.</p>
<p>Iya, jumlah buku nonfiksinya paling sedikit. Empat buku nonfiksi yang saya baca adalah Subwayland (buku kumpulan kolom di New York Times yang temanya tentang subway kota NY. Buku saya pinjam dari <a href="http://cyapila.com/blog">Cyapila </a>yang ternyata pinjam dari <a href="http://robinhartanto.wordpress.com">Robin</a>), Soccer 365 (buku yang kebanyakan berisi foto, isinya tentang sejarah Piala Dunia sejak 1938 sampai 2006), Barack Obama in His Own Words (isinya tentang ucapan-ucapan Obama mengenai banyak isu, buku ini dibeli saat ada diskon di Gramedia Yogya) dan Anak Singkong (buku ini nggak beli karena dikasih oleh teman di Detik).</p>
<p>Daftar lengkapnya begini:</p>
<ol>
<li><a href="http://www.goodreads.com/book/show/129935.Subwayland">Subwayland: Adventures in the World Beneath New York</a></li>
<li><a href="http://www.goodreads.com/book/show/855178.Soccer">Soccer: 365 Days</a></li>
<li><a href="http://www.goodreads.com/book/show/6666559-barack-obama">Barack Obama: In His Own Words</a></li>
<li><a href="http://www.goodreads.com/book/show/15733451-chairul-tanjung-si-anak-singkong">Chairul Tanjung Si Anak Singkong</a></li>
</ol>
<p>Fiksi masih menjadi minat utama saya. Buku fiksi berbahasa Indonesia yang saya baca kualitasnya bervariasi. Ada yang jelek kaya 1 Perempuan 14 Laki-laki yang menurut saya sampah, yang agak lumayan seperti Sang Musafir dan Perempuan yang Melukis Wajah, atau yang bagus seperti 9 dari Nadira dan Cerita Cinta Enrico. Ada dua buku yang mungkin lebih tepat ditujukan buat anak di sini, yaitu James dan Persik Raksasa serta Gadis Korek Api. Meski sebenarnya ditujukan buat anak-anak, saya tetap menikmati membaca 2 buku itu kok.</p>
<p>Daftar lengkapnya begini nih:</p>
<p>1. <a href="http://www.goodreads.com/book/show/1910412.Jalan_Tak_Ada_Ujung">Jalan Tak Ada Ujung</a></p>
<p>2. <a href="http://www.goodreads.com/book/show/13454650-cerita-cinta-enrico">Cerita Cinta Enrico</a></p>
<p>3. <a href="http://www.goodreads.com/book/show/15415218-perempuan-yang-melukis-wajah">Perempuan yang Melukis Wajah</a></p>
<p>4. <a href="http://www.goodreads.com/book/show/7673156-james-dan-persik-raksasa">James dan Persik Raksasa</a></p>
<p>5. <a href="http://www.goodreads.com/book/show/10751315-gadis-korek-api">Gadis Korek Api</a></p>
<p>6. <a href="http://www.goodreads.com/book/show/1747956.Sang_Musafir">Sang Musafir</a></p>
<p>7. <a href="http://www.goodreads.com/book/show/7049082-9-dari-nadira">9 dari Nadira</a></p>
<p>8. <a href="http://www.goodreads.com/book/show/10221009-1-perempuan-14-laki-laki">1 Perempuan 14 Laki-laki</a></p>
<p>9. <a href="http://www.goodreads.com/book/show/12354860-gadis-jeruk">Gadis Jeruk</a></p>
<p>Tahun 2012, saya makin gemar membeli dan membaca buku fiksi berbahasa Inggris. Dari yang klasik seperti Anna Karenina (belum dibaca) dan Dubliners, lalu yang modern semacam Love in the Time of Cholera, sampai yang kontemporer semacam The Road atau The Perks of Being a Wallflower. Buku berbahasa Inggris terbaik yang saya baca tahun ini adalah The Catcher in the Rye (jelas!). Saya juga sangat suka dengan Norwegian Wood, A Visit from the Goon Squad dan The Girl with the Dragon Tattoo.</p>
<p>Daftar lengkapnya:</p>
<p>1. <a href="http://www.goodreads.com/book/show/5499567-love-in-the-time-of-cholera">Love in the Time of Cholera</a></p>
<p>2. <a href="http://www.goodreads.com/book/show/15762351-the-sense-of-an-ending">The Sense of an Ending</a></p>
<p>3. <a href="http://www.goodreads.com/book/show/10471574-a-visit-from-the-goon-squad">A Visit from the Goon Squad</a></p>
<p>4. <a href="http://www.goodreads.com/book/show/77233.Dubliners">Dubliners</a></p>
<p>5. <a href="http://www.goodreads.com/book/show/4327066-the-perks-of-being-a-wallflower">The Perks of Being a Wallflower</a></p>
<p>6. <a href="http://www.goodreads.com/book/show/5113.Franny_and_Zooey">Franny and Zooey</a></p>
<p>7. <a href="http://www.goodreads.com/book/show/437129.The_Kite_Runner">The Kite Runner</a></p>
<p>8. <a href="http://www.goodreads.com/book/show/13553387-the-girl-with-the-dragon-tattoo">The Girl with the Dragon Tattoo</a></p>
<p>9. <a href="http://www.goodreads.com/book/show/5107.The_Catcher_in_the_Rye">The Catcher in the Rye</a></p>
<p>10. <a href="http://www.goodreads.com/book/show/1685389.Kafka_on_the_Shore">Kafka on the Shore</a></p>
<p>11. <a href="http://www.goodreads.com/book/show/11297.Norwegian_Wood">Norwegian Wood</a></p>
<p>12. <a href="http://www.goodreads.com/book/show/2175090.The_Road">The Road</a></p>
<p>Oya, terakhir, saya juga mengoleksi empat buku <a href="http://aryap.posterous.com/pangeran-kecil">Le Petit Prince</a> dalam bahasa Inggris, Prancis, Belanda dan Catalan. Tiga buku terakhir titip ke teman saya <a href="http://svetlanaanggita.wordpress.com/">Lana </a>yang lagi ke Eropa (if you happen to read this, I remember my due to you :p).</p>
<br />Filed under: <a href='http://aryaperdhana.wordpress.com/category/buku/'>buku</a>, <a href='http://aryaperdhana.wordpress.com/category/saya/'>saya</a> Tagged: <a href='http://aryaperdhana.wordpress.com/tag/buku/'>buku</a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/aryaperdhana.wordpress.com/372/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/aryaperdhana.wordpress.com/372/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=aryaperdhana.wordpress.com&#038;blog=1618851&#038;post=372&#038;subd=aryaperdhana&#038;ref=&#038;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://aryaperdhana.wordpress.com/2013/01/05/bacaan/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>11</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/7e29d27c5f623d7958f14c455b8d74e2?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">arya</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://aryaperdhana.files.wordpress.com/2013/01/bukubuku.jpg" medium="image">
			<media:title type="html">BukuBuku</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Jangan Mimpi Bikin F1 di Sini</title>
		<link>http://aryaperdhana.wordpress.com/2012/10/03/jangan-mimpi/</link>
		<comments>http://aryaperdhana.wordpress.com/2012/10/03/jangan-mimpi/#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 03 Oct 2012 09:47:10 +0000</pubDate>
		<dc:creator>arya</dc:creator>
				<category><![CDATA[me]]></category>
		<category><![CDATA[pemikiran]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://aryaperdhana.wordpress.com/?p=363</guid>
		<description><![CDATA[Kemarin-kemarin, waktu seorang teman meng-RT berita soal Thailand yang akan menggelar Grand Prix F1 mulai tahun 2014, reaksi yang muncul adalah menanyakan kapan Indonesia bisa menggelar balap jet darat juga. Bila beneran sukses mendatangkan sirkus F1, Thailand akan jadi negara ketiga di Asia Tenggara yang melakukannya. Malaysia udah gelar F1 sejak tahun 1999 di Sirkuit [&#8230;]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=aryaperdhana.wordpress.com&#038;blog=1618851&#038;post=363&#038;subd=aryaperdhana&#038;ref=&#038;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
				<content:encoded><![CDATA[<p>Kemarin-kemarin, waktu seorang teman meng-RT berita soal Thailand yang akan menggelar Grand Prix F1 mulai tahun 2014, reaksi yang muncul adalah menanyakan kapan Indonesia bisa menggelar balap jet darat juga.</p>
<p><a href="http://aryaperdhana.files.wordpress.com/2012/10/gpsin1.jpg"><img class="size-full wp-image-368 alignleft" title="GPSin1" src="http://aryaperdhana.files.wordpress.com/2012/10/gpsin1.jpg?w=450&#038;h=269" alt="" width="450" height="269" /></a></p>
<p>Bila <em>beneran</em> sukses mendatangkan sirkus F1, Thailand akan jadi negara ketiga di Asia Tenggara yang melakukannya. Malaysia udah gelar F1 sejak tahun 1999 di Sirkuit Sepang, baru Singapura mengekor tahun 2008. Balapan yang dilangsungkan di atas sirkuit jalan raya di sekitar kawasan Marina Bay ini punya keistimewaan karena merupakan satu-satunya balapan malam di dunia. Thailand berusaha meniru Singapura dengan menawarkan balap di jalan raya di waktu malam. Ini adalah taktik untuk menyenangkan para penonton F1 yang kebanyakan masih terkonsentrasi di Eropa.</p>
<p>Menggelar F1 bukanlah pekerjaan sederhana. <em>Pulling a Formula 1 race is absolutely a mammoth job!</em> Dari pengamatan langsung <em>gue</em> sebagai penonton di Singapura minggu lalu, gue liat begitu banyak hal yang harus disiapkan. Soal jutaan ton logistik lomba, soal akomodasi untuk para peserta dan penonton, hingga ke hal-hal nonteknis balapan seperti parkir, hiburan dan makanan.</p>
<p>Dibanding menggelar balapan di sirkuit di waktu siang, balapan F1 malam di sirkuit jalan raya berarti butuh kerja keras dua kali lipat. Panitia GP Singapura harus menutup banyak jalan sejak seminggu sebelum balapan dimulai, mengangkut perlengkapan penerangan berjuta-juta watt dengan <em>crane-crane</em> yang berukuran raksasa, pembatas (<em>barrier</em>) jalan dari beton yang beratnya <em>naujubilah</em>, pagar tinggi buat memisahkan trek dari penonton, bikin tribun nonpermanen, sampai menyiapkan hal-hal yang sebenarnya kecil tapi <em>nggak</em> bisa disebut remeh kayak toilet, tempat sampah, dll.<br />
<a href="http://aryaperdhana.files.wordpress.com/2012/10/gpsin2.jpg"><img class="size-full wp-image-367 alignright" title="GPSin2" src="http://aryaperdhana.files.wordpress.com/2012/10/gpsin2.jpg?w=450&#038;h=269" alt="" width="450" height="269" /></a></p>
<p>Untuk bisa menggelar F1, panitia GP Singapura keluar duit Rp 1,1 triliun. Dari angka itu, sekitar 65 persen ditanggung Pemerintah dan sisanya ditutup oleh sponsor dan pendapatan dari tiket. <em>Nggak</em> murah kan? Sebagai pembanding, anggaran olahraga di APBN 2012 saja ‘hanya’ Rp 200 miliar.</p>
<p>Buat ukuran Singapura yang makmur saja,  itu bukan angka yang kecil. Gedenya angka inilah yang bikin negosiasi perpanjangan kontrak antara Singapura sama Bernie Ecclestone jadi alot (makanya waktu diumumkan kalau Singapura memperpanjang kontrak F1 sampai 2017, para penonton di sirkuit pun bersorak). Untungkah Singapura? Bisa jadi. Soalnya, jutaan wisatawan mengalir ke sana selama akhir pekan. Mereka membelanjakan uang sampai 150 juta dolar Singapura alias Rp 1,1 triliun. Impas saja. Tapi keuntungan lain yang didapat Singapura adalah citra dan brand sebagai negara tujuan wisata utama dunia.</p>
<p><a href="http://aryaperdhana.files.wordpress.com/2012/10/gpsin3.jpg"><img class="size-full wp-image-366 alignleft" title="GPSin3" src="http://aryaperdhana.files.wordpress.com/2012/10/gpsin3.jpg?w=450" alt=""   /></a></p>
<p>Nah, balik ke pertanyaan apakah Indonesia bisa menggelar F1? Jawabnya: ada banyak PR yang harus diselesaikan terlebih dahulu. Yang pertama adalah sirkuit. Kita Cuma punya Sentul yang <em>nggak</em> memenuhi standar ‘Grade 1’, syarat yang ditetapkan F1.</p>
<p>Mau menggelar di jalan raya? Di mana? Dulu tahun 2009 kita mau bikin GP A1 di sirkuit jalanan di Karawaci saja gagal, apalagi menggelar F1 yang jelas syaratnya lebih ketat?</p>
<p>Kalaupun kemudian ada sebagian jalan di Jakarta yang bisa dijadikan sirkuit jalan raya, pasti bakal ada penutupan jalan. Mengganggu <em>banget</em>, karena macet bakal meluber di sekitaran sirkuit. Tanpa ada penutupan jalan saja, Jakarta setiap hari sudah dikepung macet, apalagi bila ada penutupan.</p>
<p>Di Singapura, kemacetan <em>nggak</em> terlalu terasa karena mereka punya sistem transportasi umum yang sangat baik (tapi <em>teteup</em> ya, ada koran lokal Singapura yang memuat protes warga yang harus memutar). Jakarta jelas bukan contoh yang membanggakan kalau bicara soal transportasi umum. Jakarta cuma punya KRL yang jangkauannya terbatas, dengan jumlah perjalanan yang sedikit <em>banget</em>, jadi kapasitas angkutnya terbatas.</p>
<p>Mau pakai bus? Aduh, lupakan <em>deh</em>. Transjakarta masih kurang busnya, jarak antarbus makin nggak menentu, kondisi bus yang tambah jelek, belum lagi jalurnya diserobot pengendara kendaraan pribadi. Bus umum selain Transjakarta? Ini lagi. Busnya <em>buluk</em>, knalpotnya berasap tebal, sopirnya ugal-ugalan dan masih banyak copetnya.</p>
<p>Singapura punya MRT, kita masih baru mulai membangun dan baru beroperasi tahun 2016. Menurut <em>gue</em>, itu pun nggak akan banyak membantu karena baru tersedia satu jalur. Sedangkan MRT Singapura punya empat <em>line</em> dengan panjang rel 157,9 km dan punya 102 stasiun, Itu pun ya, Singapura masih harus ‘memaksa’ MRT bekerja lembur sampai jam 01.00 pagi selama tiga hari.</p>
<p><em>Gimana</em> dengan persoalan keamanan? Singapura itu negara polisi (dalam arti positif maupun negatif) yang angka kriminalitasnya kecil <em>banget</em>. Tapi masih saja, selama balapan mereka menerjunkan ribuan petugas polisi dan pengamanan partikelir karena lonjakan jumlah turis itu jadi lahan subur untuk berkembangnya kejahatan. Di Jakarta, angka kriminalitas masih cukup tinggi, apalagi bila ditambah keberadaan jutaan turis? Jangan sampai malah kita dipermalukan di dunia internasional dengan cerita-cerita para korban kejahatan yang sangat mudah beredar secara internasional.</p>
<p><a href="http://aryaperdhana.files.wordpress.com/2012/10/gpsin5.jpg"><img class="alignright size-full wp-image-364" title="GPSin5" src="http://aryaperdhana.files.wordpress.com/2012/10/gpsin5.jpg?w=450&#038;h=269" alt="" width="450" height="269" /></a></p>
<p>Dari uraian data di atas, jelas kan kalau Indonesia belum siap untuk menggelar balapan F1 dalam waktu dekat; seberapa pun <em>penginnya gue</em> <em>ngeliat</em> Sebastian Vettel <em>ngebut</em> sampai kecepatan350 km per jam di negeri sendiri. Terima sajalah, level kita memang belum sampai ke sana.</p>
<p><strong>(Ini adalah versi tulisan yang lebih nyantai dari tulisan asli yang dimuat di blog Arena Yahoo! Indonesia <a href="http://id.berita.yahoo.com/blogs/arena/belum-saatnya-indonesia-menggelar-f1.html" target="_blank">di sini</a>)</strong></p>
<br />Filed under: <a href='http://aryaperdhana.wordpress.com/category/me/'>me</a>, <a href='http://aryaperdhana.wordpress.com/category/pemikiran/'>pemikiran</a>  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/aryaperdhana.wordpress.com/363/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/aryaperdhana.wordpress.com/363/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=aryaperdhana.wordpress.com&#038;blog=1618851&#038;post=363&#038;subd=aryaperdhana&#038;ref=&#038;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://aryaperdhana.wordpress.com/2012/10/03/jangan-mimpi/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>4</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/7e29d27c5f623d7958f14c455b8d74e2?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">arya</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://aryaperdhana.files.wordpress.com/2012/10/gpsin1.jpg" medium="image">
			<media:title type="html">GPSin1</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://aryaperdhana.files.wordpress.com/2012/10/gpsin2.jpg" medium="image">
			<media:title type="html">GPSin2</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://aryaperdhana.files.wordpress.com/2012/10/gpsin3.jpg" medium="image">
			<media:title type="html">GPSin3</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://aryaperdhana.files.wordpress.com/2012/10/gpsin5.jpg" medium="image">
			<media:title type="html">GPSin5</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Tentang #SemingguSatu</title>
		<link>http://aryaperdhana.wordpress.com/2012/07/16/tentang-seminggusatu/</link>
		<comments>http://aryaperdhana.wordpress.com/2012/07/16/tentang-seminggusatu/#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 16 Jul 2012 07:24:43 +0000</pubDate>
		<dc:creator>arya</dc:creator>
				<category><![CDATA[blogger]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://aryaperdhana.wordpress.com/?p=358</guid>
		<description><![CDATA[Sejak pekan lalu, saya mengajak banyak blogger dan mantan blogger untuk kembali menulis. Biasanya, alasan tidak menulis adalah bingung tidak ada ide, atau terlalu banyak ide jadi malah nggak bisa dituliskan. Awalnya, saya mengajak teman-teman dekat saya buat menuliskan buku-buku favorit mereka yang biasa dibaca di perjalanan. Yang ikut sih paling banyak enam orang, dua [&#8230;]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=aryaperdhana.wordpress.com&#038;blog=1618851&#038;post=358&#038;subd=aryaperdhana&#038;ref=&#038;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
				<content:encoded><![CDATA[<p>Sejak pekan lalu, saya mengajak banyak blogger dan mantan blogger untuk kembali menulis. Biasanya, alasan tidak menulis adalah bingung tidak ada ide, atau terlalu banyak ide jadi malah nggak bisa dituliskan.</p>
<p>Awalnya, saya mengajak teman-teman dekat saya buat menuliskan <a href="http://aryaperdhana.wordpress.com/2012/07/03/5-buku-terbaik/">buku-buku favorit</a> mereka yang biasa dibaca di perjalanan. Yang ikut sih paling banyak enam orang, dua teman kantor, dua lagi teman di kantor lama dan masing-masing satu adalah teman blogger dan satu lagi teman yang kenal dari Twitter.</p>
<p>Kemudian, oleh mas Karmin (<a href="http://twitter.com/fanabis">@fanabis</a>), saya diajak buat mengembangkan flashmob blogging ini. Dia mengusulkan nama #SemingguSatu yang langsung saya setujui karena bagus, singkat dan saya nggak bisa nemu yang lebih baik. Hahahaha.</p>
<p>Jadi, buat menjawab apa itu <a href="https://twitter.com/#!/search/%23seminggusatu">#SemingguSatu</a>, saya susun aja sebagai FAQ ya.</p>
<ul>
<li><strong>Apa itu #SemingguSatu?</strong></li>
</ul>
<p>#SemingguSatu adalah ajakan buat kembali nulis (di blog) dengan tema tertentu. Pekan pertama sudah tentang buku, pekan kedua tentang tempat-tempat favorit.</p>
<ul>
<li><strong>Siapa yang menentukan tema #SemingguSatu?</strong></li>
</ul>
<p>Tema akan disaring dari usulan teman-teman semua. Mungkin bisa voting, mungkin juga teman-teman sendiri yang bersepakat.</p>
<ul>
<li><strong>Kapan tema #SemingguSatu diumumkan?</strong></li>
</ul>
<p>Saya atau mas Karmin (atau yang lain juga bisa nantinya) akan mengumumkan setiap hari Selasa. Tulisan akan ditunggu sampai hari Selasa berikutnya saat tema selanjutnya diumumkan.</p>
<ul>
<li><strong>Saya harus lapor ke mana setelah posting #SemingguSatu?</strong></li>
</ul>
<p>Nggak harus lapor sih. Setidaknya, cukup promosikan posting barumu di Twitter dengan tagar #SemingguSatu. Kalau mau mention saya (<a href="http://twitter.com/kelakuan">@kelakuan</a>) juga boleh. Nanti saya promosikan biar makin rame <img src='http://s0.wp.com/wp-includes/images/smilies/icon_smile.gif' alt=':)' class='wp-smiley' /> </p>
<ul>
<li><strong>Apakah #SemingguSatu didukung sebuah brand tertentu?</strong></li>
</ul>
<p>Tidak. Saya menjamin bahwa #SemingguSatu bukanlah kampanye brand apapun. Kampanye ini murni ajakan agar para blogger kembali menulis dan memeriahkan blogosfer agar ramai dan dinamis seperti era 2006-2009-an.</p>
<br />Filed under: <a href='http://aryaperdhana.wordpress.com/category/blogger/'>blogger</a>  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/aryaperdhana.wordpress.com/358/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/aryaperdhana.wordpress.com/358/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=aryaperdhana.wordpress.com&#038;blog=1618851&#038;post=358&#038;subd=aryaperdhana&#038;ref=&#038;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://aryaperdhana.wordpress.com/2012/07/16/tentang-seminggusatu/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>19</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/7e29d27c5f623d7958f14c455b8d74e2?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">arya</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>5 Tempat Paling Menyenangkan di Jakarta</title>
		<link>http://aryaperdhana.wordpress.com/2012/07/15/5-tempat-paling-menyenangkan/</link>
		<comments>http://aryaperdhana.wordpress.com/2012/07/15/5-tempat-paling-menyenangkan/#comments</comments>
		<pubDate>Sun, 15 Jul 2012 11:29:22 +0000</pubDate>
		<dc:creator>arya</dc:creator>
				<category><![CDATA[indonesia]]></category>
		<category><![CDATA[me]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://aryaperdhana.wordpress.com/?p=347</guid>
		<description><![CDATA[(dan sekitarnya) Saya udah 4,5 tahun tinggal di Jakarta, tapi tidak pernah merasakan kebetahan yang sama dengan masa saya tinggal di Yogyakarta. Maaf, tanpa mengurangi rasa hormat, Jakarta buat saya adalah pond of opportunity, bukan sebuah sanctuary. Tapi Jakarta tetap punya pesonanya sendiri. Ada banyak tempat, kegiatan dan orang-orang yang menarik buat dilihat dan dikenal. [&#8230;]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=aryaperdhana.wordpress.com&#038;blog=1618851&#038;post=347&#038;subd=aryaperdhana&#038;ref=&#038;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
				<content:encoded><![CDATA[<p><a href="http://aryaperdhana.files.wordpress.com/2012/07/jakarta.jpg"><img class="aligncenter size-full wp-image-351" title="Jakarta" src="http://aryaperdhana.files.wordpress.com/2012/07/jakarta.jpg?w=450&#038;h=337" alt="" width="450" height="337" /></a></p>
<p><em>(dan sekitarnya)</em></p>
<p>Saya udah 4,5 tahun tinggal di Jakarta, tapi tidak pernah merasakan kebetahan yang sama dengan masa saya tinggal di Yogyakarta. Maaf, tanpa mengurangi rasa hormat, Jakarta buat saya adalah pond of opportunity, bukan sebuah sanctuary.</p>
<p>Tapi Jakarta tetap punya pesonanya sendiri. Ada banyak tempat, kegiatan dan orang-orang yang menarik buat dilihat dan dikenal.</p>
<p>Nah, dalam edisi kedua flashmob blogging yang oleh mas Fanabis diberi nama #SemingguSatu ini, saya akan membahas tentang 5 tempat yang paling menyenangkan yang pernah saya kunjungi di Jakarta (dan sekitarnya).</p>
<ul>
<li><strong>Toko Buku</strong></li>
</ul>
<p>Favorit saya adalah toko buku Kinokuniya di Plaza Senayan. Ini tempat buat buku impor yang paling lengkap. Yang paling menggoda adalah rak-rak buku fiksi berbahasa Inggris. Saya sih lumayan betah beberapa kali ngider-ngider doang, baca 1-2 halaman dan nggak beli <img src='http://s0.wp.com/wp-includes/images/smilies/icon_smile.gif' alt=':)' class='wp-smiley' /> ) Tapi pernah juga sih saya terjebak masuk ke situ dan secara impulsif beli buku dengan harga yang cukup&#8230;menguras kantong.</p>
<p>Tempat favorit kedua adalah Gramedia Matraman. Konon katanya ini toko buku terbesar di Asia Tenggara. Koleksinya jelas, lengkap. Trus lokasinya juga cukup mudah dijangkau. Kalau sudah di dalam, lumayan nyaman buat numpang baca. Hehe.</p>
<p>Toko buku favorit ketiga adalah Times Universitas Indonesia. Bukan di Jakarta sih, tapi di Depok. Ini lebih ke faktor lokasi yang akan saya jelasin di bawah nanti.</p>
<ul>
<li><strong>Kampus UI</strong></li>
</ul>
<p>Apa yang bikin kampus Universitas Indonesia menyenangkan buat saya? Baobab! Iya. Di sana ada beberapa pohon baobab, pohon raksasa yang bisa berumur ratusan tahun yang aslinya dari Afrika. Pohon baobab ini fascinating karena merupakan kekhawatiran utama tokoh Pangeran Kecil yang tinggal di planet kecil bernama asteroid B-612.</p>
<p>Pohon-pohon baobab yang di UI dulunya berasal dari Subang. Yang di UI masih kurus-kurus sekarang, tapi beberapa tahun ke depan pasti bakal meraksasa.</p>
<p>Selain pohon baobabnya, saya baru tahu kalau perpustakaan UI super duper awesome! Arsitekturnya bagus banget, ruang-ruangnya nyaman, fasilitasnya lengkap, ada kedai kopi (yang sayangnya) internasional, dan toko buku Times.</p>
<p>Dulu akhirnya diberaniin main ke kampus UI karena ada local guide di situ :p Lumayan juga dapat pengalaman naik bus kuning yang lehendaris itu.</p>
<ul>
<li><strong> Kebun Binatang Ragunan</strong></li>
</ul>
<p>Salah satu dari sedikit ruang terbuka hijau yang masih tersisa di Jakarta. Enak buat jalan-jalan siang-siang, ramai-ramai ataupun sendiri. Bisa membawa tikar dan bekal buat piknik. Oya, di dalam KB Ragunan ada pusat primata Schmutzer. Di sini, monyet-monyetnya banyak dan relatif sehat (soalnya dibiayai lembaga asing, kalau mengharap Pemerintah kasih dana layak buat perawatan hewan-hewan itu sih sama aja mimpi).</p>
<ul>
<li><strong>Plaza Senayan</strong></li>
</ul>
<p>Iya, saya memang nggak suka mall. Tapi buat pengecualian, saya suka Plaza Senayan. Ini bukan karena saya ngantor di samping PS sih. PS menurut saya adalah mall yang humble dari segi arsitektur. Tidak high rise, dan tidak mudah membuat para pengunjungnya tersesat seperti Grand Indonesia yang raksasa itu.</p>
<p>Meski bangunannya humble, tapi tidak dengan brand-brand yang dijajakan di sini. Terutama di lantai dasar.</p>
<p>Oya, di samping PS dan di depan kantor saya (Sentral Senayan II) ada air mancur yang terletak di tengah-tengah empat pohon beringin kecil. Kadang, kalau sore saya duduk-duduk di bawah pohon beringin sambil menyesap kopi atau merokok (atau melakukan keduanya bersamaan) sembari menonton air mancur yang diiringi musik,</p>
<ul>
<li><strong>Salihara</strong></li>
</ul>
<p>Yeah, inilah tempat buat mereka yang suka dengan seni, sastra dan diskusi intelektual yang berbobot *tsaah* Enggak, saya suka ke sini kalau ada pembacaan puisi atau ada konser musik jazz. Tapi kalau ada kuliah filsafat, diskusi buku atau pementasan teater sepertinya nggak terlalu tertarik. Saya senang kalau kerja dari tempat ini (ada wifinya), mungkin karena lokasinya yang dekat banget dengan kos :p</p>
<p>Kalau kamu, mana 5 tempat favorit di kotamu?</p>
<br />Filed under: <a href='http://aryaperdhana.wordpress.com/category/indonesia/'>indonesia</a>, <a href='http://aryaperdhana.wordpress.com/category/me/'>me</a>  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/aryaperdhana.wordpress.com/347/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/aryaperdhana.wordpress.com/347/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=aryaperdhana.wordpress.com&#038;blog=1618851&#038;post=347&#038;subd=aryaperdhana&#038;ref=&#038;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://aryaperdhana.wordpress.com/2012/07/15/5-tempat-paling-menyenangkan/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>9</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/7e29d27c5f623d7958f14c455b8d74e2?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">arya</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://aryaperdhana.files.wordpress.com/2012/07/jakarta.jpg" medium="image">
			<media:title type="html">Jakarta</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Menguji Ketangguhan Sinyal dalam #XLNetRally</title>
		<link>http://aryaperdhana.wordpress.com/2012/07/14/menguji-ketangguhan-sinyal-dalam-xlnetrally-13/</link>
		<comments>http://aryaperdhana.wordpress.com/2012/07/14/menguji-ketangguhan-sinyal-dalam-xlnetrally-13/#comments</comments>
		<pubDate>Sat, 14 Jul 2012 05:30:09 +0000</pubDate>
		<dc:creator>arya</dc:creator>
				<category><![CDATA[internet]]></category>
		<category><![CDATA[IT]]></category>
		<category><![CDATA[jogja]]></category>
		<category><![CDATA[iklan]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://aryaperdhana.wordpress.com/?p=323</guid>
		<description><![CDATA[Seperti tradisi dalam dua tahun belakangan, XL Axiata kembali menggelar acara #XLNetRally yang bertujuan untuk menguji ketangguhan sinyal mereka menghadapi lonjakan komunikasi voice, SMS dan data saat Idul Fitri nanti. Tahun ini, XLNetRally digelar hari Jumat dan Sabtu (6 dan 7/7/2012). Saya termasuk yang diundang oleh XL untuk mengikuti XLNetRally itu dari Jakarta bersama dengan [&#8230;]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=aryaperdhana.wordpress.com&#038;blog=1618851&#038;post=323&#038;subd=aryaperdhana&#038;ref=&#038;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
				<content:encoded><![CDATA[<p>Seperti tradisi dalam dua tahun belakangan, XL Axiata kembali menggelar acara <a href="https://twitter.com/search/%23XLNetRally">#XLNetRally</a> yang bertujuan untuk menguji ketangguhan sinyal mereka menghadapi lonjakan komunikasi <em>voice</em>, SMS dan data saat Idul Fitri nanti. Tahun ini, XLNetRally digelar hari Jumat dan Sabtu (6 dan 7/7/2012).</p>
<p>Saya termasuk yang diundang oleh XL untuk mengikuti XLNetRally itu dari Jakarta bersama dengan belasan blogger lain. Beberapa sudah saya kenal seperti <a href="http://wiwikwae.com">Wiwik</a>, <a href="http://simplychi.wordpress.com">Chichi</a> dan <a href="http://basibanget.com/">Marcos</a>. Yang lain-lain ada yang sudah pernah beberapa kali melintas namanya di <em>timeline</em> Twitter seperti om kumis <a href="http://twitter.com/IDBerry">IDBerry</a>, tapi ada juga yang benar-benar belum kenal seperti om <a href="http://twitter.com/edorusia">Edo Rusyanto</a>, <a href="https://twitter.com/bennythegreat13">Benny Nugroho</a>, <a href="https://twitter.com/fajardinihari">Fajar Dinihari</a>, <a href="https://twitter.com/wowkonyol">Ronald ‘WowKonyol’</a> dll. Selain para blogger, XLNetRally juga mengajak rombongan wartawan dari berbagai media. Selain itu, ada juga blogger yang berangkat dari Bandung dan Surabaya.</p>
<p><strong>Hari 1</strong></p>
<p>Sebagai anak kereta sejati (iya, sejak 4-5 bulan belakangan saya rutin naik KRL buat pergi dan pulang kantor), saya mulai berangkat dari Stasiun Pasar Minggu, Jumat pagi <em>banget</em>. Saya naik KRL jurusan Jakartakota dan turun di Stasiun Gambir tepat jam 6.00 pagi. Di Gambir, saya ketemu dengan beberapa teman blogger, juga <a href="http://adha.ms">Adhams</a> dari XL, serta kenalan sama mas <a href="https://twitter.com/dejeizm">Harry Deje</a>, <a href="https://twitter.com/dipaaa">mas Dipa</a>, mas <a href="https://twitter.com/arantan">Saranto</a> dan mas <a href="https://twitter.com/dollySW">Dolly</a> dan mbak <a href="https://twitter.com/turinafarouk">Turina</a> (semuanya dari XL) serta dua ranger @XLCare idola kita semua, yaitu neng <a href="https://twitter.com/alinirene">Alin</a> dan neng <a href="https://twitter.com/pzzyy">Intan</a>. Lalu ketemu juga dengan Ardhi, bosnya detikInet, yang sempat mengira saya pergi sebagai wartawan tapi ternyata enggak <img src='http://s0.wp.com/wp-includes/images/smilies/icon_smile.gif' alt=':)' class='wp-smiley' /> )</p>
<div class="wp-caption aligncenter" style="width: 460px"><a href="http://aryaperdhana.files.wordpress.com/2012/07/bigdaddy.jpg"><img class=" " title="BigDaddy" src="http://aryaperdhana.files.wordpress.com/2012/07/bigdaddy.jpg?w=450&#038;h=337" alt="" width="450" height="337" /></a><p class="wp-caption-text">Ini saya: Big Daddy is watching you! (Foto: Wiwikwae)</p></div>
<p>Sebelum berangkat, ada sedikit sambutan dari Presiden Direktur XL Axiata Hasnul Suhaimi. Hasnul menjelaskan bahwa kebutuhan data para pengguna seluler di Indonesia makin meningkat. “Saat ini, layanan 2G saja tidak cukup, sudah harus 3G,” ungkap dia. Karena itulah, XL berusaha terus memperbanyak BTS 3G dengan target membangun 1.000 BTS 3G tiap bulan guna melengkapi ‘arsenal’ BTS mereka yang sudah mencapai 33 ribu BTS. (<em>Btw</em>, pagi itu kelucuan pak Hasnul <em>ngalah-ngalahin</em> MC-nya, <a href="https://twitter.com/tommyprabowo">Tommy</a> *pecut Tommy*)</p>
<p>Sekitar pukul 7.30 pagi, setelah diajak ngobrol sama pak Hasnul yang berpesan ala restoran Padang, “kalau Anda puas dengan layanan XL, ceritakan pada yang lain; kalau tidak puas, ceritakan pada kami,” kami berangkat menuju Semarang. Regu blogger ditempatkan di gerbong eksekutif KA Argo Muria yang sudah di-<em>booking</em> khusus, sementara rombongan wartawan ditempatkan di gerbong khusus wisata Toraja #envy. Di dua gerbong ini, XL menyediakan layanan <em>wifi</em> yang menggunakan layanan data XL juga. Karena itu, saya mencoba mengetes kekuatan sinyal <em>wifi</em> itu dengan laptop saya. Selama masih bergerak di Jakarta <em>sih</em> cukup oke. Saya bisa membuka MetroTwit, Gmail, sampai membaca 9Gag. Oya, saya bahkan <a href="http://aryap.posterous.com/toraja">membuat post</a> di blog Posterous saya dengan menggunakan sinyal <em>wifi</em> tadi. Agak tersendat sih, tapi sukses terunggah <em>tuh</em>. Selanjutnya, kualitas sinyal XL bervariasi. Kalau di daerah yang cukup banyak rumah, kualitas sinyal cukup bagus buat sekadar <em>ngetwit</em>, tapi kalau di daerah tengah hutan yang cukup terpencil, biasanya kualitas sinyal memburuk sehingga <em>gadget</em> tidak bisa nyambung ke internet.</p>
<div id="attachment_333" class="wp-caption aligncenter" style="width: 460px"><a href="http://aryaperdhana.files.wordpress.com/2012/07/barenghasnulsuhaimi.jpg"><img class="size-full wp-image-333 " title="BarengHasnulSuhaimi" src="http://aryaperdhana.files.wordpress.com/2012/07/barenghasnulsuhaimi.jpg?w=450&#038;h=336" alt="" width="450" height="336" /></a><p class="wp-caption-text">Chichi, Wiwik, saya dan Marcos bersama Pak Hasnul Suhaimi (Foto: Chichi Utami)</p></div>
<div id="attachment_332" class="wp-caption aligncenter" style="width: 460px"><a href="http://aryaperdhana.files.wordpress.com/2012/07/laptopkrukupan.jpg"><img class="size-full wp-image-332 " title="LaptopKrukupan" src="http://aryaperdhana.files.wordpress.com/2012/07/laptopkrukupan.jpg?w=450&#038;h=337" alt="" width="450" height="337" /></a><p class="wp-caption-text">Ini saya lagi mencoba internetan dengan laptop memakai sinyal wifi XL. Memakai kelambu biar nggak ketahuan lagi buka apa :p (Foto: Wiwikwae)</p></div>
<p style="text-align:center;"><a href="http://aryaperdhana.files.wordpress.com/2012/07/bigdaddy.jpg"><br />
</a></p>
<p>Di perjalanan, tim dari XL, mas Irwan dan mas Asep, menjelaskan mengenai bagaimana wujud kesiapan XL menghadapi lonjakan komunikasi sebelum dan sesudah Idul Fitri. Layar tv LCD di gerbong kereta menampilkan peta rute yang sedang ditempuh KA Argo Muria dan titik-titik berwarna hijau (yang berarti kualitas sinyal sangat bagus), kuning (kualitas sinyal sedang) dan merah (kualitas sinyal buruk atau <em>blank</em>). Di jalur utara. Mayoritas kualitas sinyal XL terpantau berwarna hijau. Meski begitu, ada juga beberapa titik merah, seperti di sekitar Alas Roban, Batang. Mas Irwan dari XL memaparkan kalau kontur alam di sekitar daerah itu memang menyulitkan buat menempatkan BTS. Bila kondisi memungkinkan, XL akan mengerahkan <em>mobile BTS</em> buat memperkuat sinyal.</p>
<p>Saya sempat menanyakan apakah XL juga melakukan persiapan serupa di jalur selatan, mengingat saya pulang mudiknya ke Purwokerto. Mas Asep mengonfirmasi hal itu, tapi dengan memberi catatan bahwa kualitas sinyal XL di Purwokerto masih kategori merah. Waaa&#8230;sedih tuips. Kampung halamanku ternyata terbelakang <img src='http://s0.wp.com/wp-includes/images/smilies/icon_sad.gif' alt=':(' class='wp-smiley' />  (belakangan, ada keterangan tambahan kalau XL secara rutin menempatkan <em>mobile BTS</em> di Purwokerto guna mengatasi kelemahan itu). Semoga pada saat Lebaran sudah teratasi ya, mas dan mbak di XL. Kan nanti Lebaran saya mau kirim-kirim ucapan lewat Whatsapp dan Twitter, biar hemat :p</p>
<p>Kilometer demi kilometer dilalui KA Argo Muria ini. Cirebon, Tegal, lalu Pekalongan. Pemandangan indah alam pulau Jawa yang masih asli membentang di kiri dan kanan kereta. Waktu semakin siang, kami pun diberi kesempatan makan siang. Menunya mantap jaya: sop buntut. Mengisi perut yang kosong buat mengembalikan tenaga yang terkuras buat haha-hihi dan ikut kuis di atas gerbong, dengan ditemani pemandangan sawah, pepohonan, laut, kota, dan desa, sungguh menyenangkan hingga kantuk pun menjelang. Tapi kantuk yang menyerang tidak sempat terpuaskan oleh tidur karena sekitar pukul 13.30 kereta kami tiba di Semarang. Rasa-rasanya, saya sudah 12 tahun tidak pernah menginjakkan kaki di ibukota Jawa Tengah ini.</p>
<p>Di Stasiun Semarangtawang kami disambut oleh mbak-mbak manis yang menyuguhkan jamu beras kencur dan kunir asem yang sueger. Lalu, setelah rehat beberapa menit (sempat merokok di luar stasiun bareng om Edo), kami dibagi dalam 4 rombongan. Saya masuk dalam Bus 4 bersama beberapa blogger lain dan 2 ranger idola kita bersama #ihik. <em>Kirain</em> busnya bus biasa, tapi ternyata dugaan saya salah! Keempat bus yang membawa kami menuju Jogjakarta adalah bus eksklusif milik Omah Mlaku (Bus 1 dan 2) dan AM Trans (Bus 3 dan 4). Bus ini punya desain interior seperti rumah, lengkap dengan kamar tidur, dapur, kursi duduk, sofa panjang, kursi pijat Osim, kulkas dan tv LCD 32 inci.</p>
<div id="attachment_335" class="wp-caption aligncenter" style="width: 460px"><a href="http://aryaperdhana.files.wordpress.com/2012/07/photo0758.jpg"><img class="size-full wp-image-335" title="Photo0758" src="http://aryaperdhana.files.wordpress.com/2012/07/photo0758.jpg?w=450&#038;h=337" alt="" width="450" height="337" /></a><p class="wp-caption-text">Penampakan bus AMTrans yang kami naiki</p></div>
<p>Melihat ada tv, <em>sound system</em> dan dua mik, insting para banci karaoke pun muncul. Sayangnya, di koleksi milik bus cuma ada karaoke lagu-lagu jadul semacam lagunya Deddy Dores. Untunglah om Deddy (yang bukan Dores) ID Berry datang dengan pertolongan lewat BlackBerry Playbooknya. Setelah colok sana colok sini, akhirnya kami bisa berkaraoke lagu-lagu yang&#8230;tetep jadul, seperti lagu More Than Words-nya Extreme sampai I Want to Know What Love Is-nya Foreigner #karaokepenyingkapumur. Errrr. Tapi ada juga lagu-lagu baru ding seperti lagunya Katy Perry. Nyaris sepanjang tiga jam perjalanan darat itu kami nyanyi-nyanyi dan ketawa-ketawa terus sampai tidak terasa kami sudah menjejak bumi Sleman. Horeee! Bus kami diarahkan ke Restoran Mang Engking di jalan Godean. Dasar lapar, semua makanan mulai dari karedok, ikan goreng dan bakar, sampai udang goreng dan bakar yang lezat dibantai tanpa sisa. Di sini, beberapa dari kami mengagumi kemampuan Adhams buat melahap porsi besar makanan meskipun badannya nggak besar <img src='http://s0.wp.com/wp-includes/images/smilies/icon_smile.gif' alt=':)' class='wp-smiley' /> )</p>
<div id="attachment_340" class="wp-caption aligncenter" style="width: 460px"><a href="http://aryaperdhana.files.wordpress.com/2012/07/photo0755.jpg"><img class="size-full wp-image-340" title="Photo0755" src="http://aryaperdhana.files.wordpress.com/2012/07/photo0755.jpg?w=450&#038;h=337" alt="" width="450" height="337" /></a><p class="wp-caption-text">Suasana interior bus AM Trans</p></div>
<span class='embed-youtube' style='text-align:center; display: block;'><iframe class='youtube-player' type='text/html' width='420' height='315' src='http://www.youtube.com/embed/7NIKofTZ-ns?version=3&#038;rel=1&#038;fs=1&#038;showsearch=0&#038;showinfo=1&#038;iv_load_policy=1&#038;wmode=transparent' frameborder='0'></iframe></span>
<p>&nbsp;</p>
<span class='embed-youtube' style='text-align:center; display: block;'><iframe class='youtube-player' type='text/html' width='560' height='315' src='http://www.youtube.com/embed/FtT9X-y3fjg?version=3&#038;rel=1&#038;fs=1&#038;showsearch=0&#038;showinfo=1&#038;iv_load_policy=1&#038;wmode=transparent' frameborder='0'></iframe></span>
<p>Keluar dari Mang Engking, kami dibawa menuju Raminten, tempat tongkrongan anak muda yang sepertinya sedang <em>hits</em> di Jogja, di kawasan Kotabaru. Tapi karena tempatnya penuh (dan sepertinya tidak banyak tempat parkir tersedia buat empat bus berukuran raksasa), kami akhirnya langsung dibawa ke hotel Grand Quality tempat kami menginap. Menyusuri jalanan Jogja dari atas bus seperti layaknya turis ternyata sanggup membuat saya merasakan kangen terhadap kota yang terakhir saya kunjungi akhir Februari lalu itu. Kelebat kenangan bersama orang-orang tertentu melintas di kepala sembari saya ngobrol dengan Chichi (aslinya #surhat, tuips). Sudah-sudah, <em>nggak</em> usah dibahas lagi soal kenangannya. Takut nanti postingannya berubah jadi curhat <img src='http://s0.wp.com/wp-includes/images/smilies/icon_smile.gif' alt=':)' class='wp-smiley' /> )</p>
<p>Sampai di hotel, menaruh barang bawaan yang tidak seberapa, lalu mandi dan bersih-bersih badan, saya sih <em>nggak</em> langsung tidur (kecuali Wiwik yang langsung molor sehabis mandi. Faktor U, tuips #digetok). Ajakan buat Jumintenan bareng anak-anak CahAndong langsung disambar saya dan Chichi. Naik taksi, kami bergabung dengan Sandalian, Lina (dan Lumen yang tertidur pulas), Pangsit, Christin dan Choro di Kopiitem, Babarsari. Ngobrol sana-sini, saya dan Chichi berniat buat menyusul rombongan hore #XLNetRally yang dipimpin om Deddy yang katanya sedang ngopi joss di angkringan Tugu. Sampai sana, <em>lho</em> kok sepi? Selidik punya selidik, mereka ternyata <em>pintong</em> ke Malioboro, tepatnya di dekat Batik Terang Bulan. Kami menyusul ke sana naik becak (serius, saya selama 4,5 tahun di Jogja <em>keknya nggak</em> pernah naik becak di Malioboro). Di sebuah warung lesehan, selain om Deddy juga ada Cak Uding (dengan jenggotnya yang <em>mooi</em>. Hihi) dan Leoni yang menyusul sendiri dari Jakarta, lalu ketemu juga dengan <em>tweeps</em> Jogja seperti <a href="http://twitter.com/iwnjw">Jewe</a> (yang baru pernah ketemu), <a href="http://twitter.com/bernadsatriani">Bernad</a>, <a href="http://twitter.com/argamoja">Arga</a>, <a href="http://twitter.com/utieed">Utied</a> dan <a href="http://twitter.com/ilhamaji">Ilham</a>. Nongkrong sampai sekitar jam 1.30, kami akhirnya pulang ke kamar dan tidur.</p>
<p><strong>Hari 2</strong></p>
<p>Sabtu pagi, saya bangun jam 7.00 walau malamnya baru tidur jam 2.00. Udah kebiasaan tuips, libur-libur pun bangun pagi. Sarapan di hotel, terus ketemu dengan blogger dari Surabaya, <a href="http://bennychandra.com/">Benny Chandra</a>, lalu juga ketemu dengan dua blogger Bandung yang udah sering mensyen-mensyenan, <a href="http://blogmoyo.wordpress.com/">Catur</a> dan teh <a href="http://twitter.com/nitasellya">Nita Sellya</a>.</p>
<p>Sedari malam, saya merasakan kalau sinyal XL di Jogja <em>nggak</em> terlalu bagus. <em>Browsing</em> dan whatsapp sering gagal atau <em>delay</em>. Saya pun sempat mengadu ke Adhams agar ke depan ada perbaikan. Sembari menunggu rombongan siap untuk menuju Liquid Cafe tempat akan digelarnya Obsat, Adhams menjelaskan kepada saya tentang bagaimana sinyal seluler bekerja. Ada banyak istilah teknis yang kurang saya mengerti, tapi saya banyak belajar mengenai kenapa sinyal seluler bisa kuat dan lemah, apa saja yang jadi penghalang, dlsb #learnnewthingseveryday</p>
<p>Sebelum menuju ke Liquid di Jalan Magelang, saya, Chichi dan Wiwik sempat menengok seorang teman yang sedang hamil muda dan harus diopname di RS Happy Land (Cepat sembuh ya, Nungk!) sebelum menyusul ke Liquid dengan taksi. Sampai sana, ternyata rombongan yang dari hotel malah belum sampai <img src='http://s0.wp.com/wp-includes/images/smilies/icon_smile.gif' alt=':)' class='wp-smiley' /> ) Maka, kami pun makan duluan. Menunya gudeg dan pecel, trus ada juga gerobak angkringan yang menyediakan teh jahe anget. Sayang acaranya siang sih, jadi teh jahenya kurang nendang. Coba kalau malam (Jogja lagi dingin banget di musim kemarau ini, katanya bisa sampe 20 derajat Celcius), pasti bakal habis lebih dari dua gelas tuh. Selain rombongan dari Jakarta, Bandung dan Surabaya, juga datang blogger dan <em>tweeps</em> dari Jogja, Solo dan sekitarnya seperti <a href="http://twitter.com/duajanuari">Hamid</a>, <a href="http://twitter.com/bulubagus">Bagus</a>, dkk.</p>
<p>Acara Obsat pun dimulai. Pertamanya, mas Asep kembali memaparkan kesiapan jaringan XL menghadapi derasnya penggunaan jaringan seluler selama Lebaran. Sehari-harinya saja, XL harus mengantarkan <em>trafic </em>suara sebanyak 600 juta menit, 660 juta SMS dan 52 Terabyte (TB) data. Apalagi saat Lebaran, <em>traffic </em>itu naik hingga 30%. Masih dari XL, mas Deje dan ranger Alin dan ranger Intan kemudian menjelaskan mengenai apa itu <a href="http://twitter.com/XLCare">@XLCare</a>, yaitu <em>customer service</em> yang berbasis media sosial Twitter dan Facebook. Sehari-hari, ada 8 petugas yang disebut ranger akan menjawab keluhan dan pertanyaan pengguna XL serta berbagi informasi seputar gadget dan telekomunikasi yang disebut #XLShare. Menurut saya, menggunakan media sosial buat menampung keluhan dan pertanyaan pelanggan cukup strategis. Sekarang, dibanding menelpon <em>call center</em> dan harus memencet-mencet beberapa angka sebelum bisa bicara dengan CS (ya kalau CSnya <em>nggak</em> sibuk? Kalau CSnya sibuk, harus nunggu. Kan bayar tuh). Apalagi, XLCare berjanji bahwa setiap pertanyaan atau keluhan akan direspons paling lambat dalam tujuh menit!</p>
<div id="attachment_342" class="wp-caption aligncenter" style="width: 460px"><a href="http://aryaperdhana.files.wordpress.com/2012/07/dejeintanalin.jpg"><img class="size-full wp-image-342" title="DejeIntanAlin" src="http://aryaperdhana.files.wordpress.com/2012/07/dejeintanalin.jpg?w=450&#038;h=336" alt="" width="450" height="336" /></a><p class="wp-caption-text">Ranger Intan, Alin dan Hary Deje sedang presentasi (Foto: Marcos)</p></div>
<p>Selesai giliran dari XL, kemudian tampillah Edo Rusyanto. Meski rambutnya sudah memutih, blogger otomotif yang satu ini masih sangat semangat bicara tentang <em>road safety</em>, apalagi menjelang musim mudik Lebaran. Data yang didapat Edo dari Polri, dari H-7 hingga H-1 Idul Fitri tahun 2011, terjadi 297 kecelakaan dengan korban meninggal dunia 49 orang, 83 orang luka berat dan 315 luka ringan. Edo menambahkan kalau mayoritas dari korban kecelakaan itu adalah pemotor. Pemotor memang rawan kecelakaan, selain karena kendaraannya kecil, ia juga mudah diserang kelelahan yang membuat konsentrasi turun dan menimbulkan kecelakaan. Edo menyarankan agar pemotor beristirahat tiap 2 jam, namun tetap tidak menyarankan naik motor buat mudik mengingat risikonya.</p>
<p>Sesi terakhir dari Obsat kali ini adalah pemaparan Trinity tentang <em>gadget</em> dan <em>travelling</em>. Trinity yang rutin menulis blog di Yahoo!, selain di blognya sendiri, mengaku kalau orang lain itu menganggap bepergian sebagai liburan, maka ia menyebut bahwa liburan adalah pekerjaan rutinnya. Sementara liburan buat dia adalah ketika berdiam diri di rumah. Trinity menjelaskan bahwa gadget punya peran penting dalam travelling. Selain sebagai dokumentasi, juga demi eksistensi diri di media sosial. Karenanya, penting juga buat memilih operator yang memiliki jangkauan sinyal luas dan bisa roaming data di luar negeri.</p>
<p>Selesai Obsat di Liquid, saya, Wiwik dan Chichi melipir ke Kedai Kopi Gejayan buat kopdar (lagi!) dengan teman-teman CA. Di sana hadir Lina dan Lumen (kali ini bangun, yay!), Enade PhD, Ijal, Momon, Nico dan Celo. Ngobrol sana-sini, dari yang <em>nggak</em> penting sampai yang <em>nggak</em> penting sekali banget, akhirnya sekitar jam 16.45 saya harus pamit buat ke bandara karena ditunggu pesawat ke Jakarta jam 17.40. Setelah dibekali oleh-oleh sekardus besar (yang isinya antara lain gudeg kendil Yu Djum yang lehendaris itu), menunggu sebentar di ruang tunggu, akhirnya saya <em>boarding</em> ke pesawat Lion Air yang hebatnya hari itu <em>on time</em> sodara-sodara! Saya beruntung karena saya duduk sederet sama ranger ^AL #ihik. Yang tadinya berniat buat baca buku (atau tidur) di pesawat, saya malah akhirnya ngobrol sama Alin hingga <em>nggak</em> kerasa pesawat sudah mendarat di Bandara Soekarno Hatta Tangerang. Aaaaakkk. Cuma 50 menit tuips! I wanted more! #eh</p>
<div id="attachment_337" class="wp-caption aligncenter" style="width: 460px"><a href="http://aryaperdhana.files.wordpress.com/2012/07/photo0766.jpg"><img class="size-full wp-image-337" title="Photo0766" src="http://aryaperdhana.files.wordpress.com/2012/07/photo0766.jpg?w=450&#038;h=337" alt="" width="450" height="337" /></a><p class="wp-caption-text">Senja di langit Jogja menjelang kepulangan <img src='http://s0.wp.com/wp-includes/images/smilies/icon_smile.gif' alt=':)' class='wp-smiley' /></p></div>
<p>Sungguh, perjalanan <a href="https://twitter.com/search/%23XLNetRally">#XLNetRally</a> kali ini sangat <em>enjoyable</em>. Jalan-jalan ke Semarang dan Jogja, trus ketemu teman-teman baru yang asyik banget. Semoga tahun depan saya diundang lagi ya #ngarep</p>
<p><strong>Disclaimer: XL menanggung semua biaya perjalanan dan akomodasi selama saya berangkat dari Stasiun Gambir sampai pulang ke Jakarta lagi. Tulisan ini sangat diupayakan untuk tetap obyektif, tetapi penilaian akhir saya serahkan kepada pembaca sekalian.</strong></p>
<br />Filed under: <a href='http://aryaperdhana.wordpress.com/category/internet/'>internet</a>, <a href='http://aryaperdhana.wordpress.com/category/it/'>IT</a>, <a href='http://aryaperdhana.wordpress.com/category/jogja/'>jogja</a> Tagged: <a href='http://aryaperdhana.wordpress.com/tag/iklan/'>iklan</a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/aryaperdhana.wordpress.com/323/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/aryaperdhana.wordpress.com/323/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=aryaperdhana.wordpress.com&#038;blog=1618851&#038;post=323&#038;subd=aryaperdhana&#038;ref=&#038;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://aryaperdhana.wordpress.com/2012/07/14/menguji-ketangguhan-sinyal-dalam-xlnetrally-13/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/7e29d27c5f623d7958f14c455b8d74e2?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">arya</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://aryaperdhana.files.wordpress.com/2012/07/bigdaddy.jpg" medium="image">
			<media:title type="html">BigDaddy</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://aryaperdhana.files.wordpress.com/2012/07/barenghasnulsuhaimi.jpg" medium="image">
			<media:title type="html">BarengHasnulSuhaimi</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://aryaperdhana.files.wordpress.com/2012/07/laptopkrukupan.jpg" medium="image">
			<media:title type="html">LaptopKrukupan</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://aryaperdhana.files.wordpress.com/2012/07/photo0758.jpg" medium="image">
			<media:title type="html">Photo0758</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://aryaperdhana.files.wordpress.com/2012/07/photo0755.jpg" medium="image">
			<media:title type="html">Photo0755</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://aryaperdhana.files.wordpress.com/2012/07/dejeintanalin.jpg" medium="image">
			<media:title type="html">DejeIntanAlin</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://aryaperdhana.files.wordpress.com/2012/07/photo0766.jpg" medium="image">
			<media:title type="html">Photo0766</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>5 Buku Terbaik buat di Perjalanan</title>
		<link>http://aryaperdhana.wordpress.com/2012/07/03/5-buku-terbaik/</link>
		<comments>http://aryaperdhana.wordpress.com/2012/07/03/5-buku-terbaik/#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 03 Jul 2012 11:36:50 +0000</pubDate>
		<dc:creator>arya</dc:creator>
				<category><![CDATA[buku]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://aryaperdhana.wordpress.com/?p=288</guid>
		<description><![CDATA[Salah satu teman yang paling menyenangkan ketika menempuh perjalanan yang jauh adalah buku. Beda dengan manusia, buku tidak bisa bete, buku tidak pernah tidur dan buku tidak perlu dikasih makan dan minum. Memang, kalau bepergian bersama teman kita bisa ngobrol, bisa saling membawakan barang, atau saling mengingatkan atau jadi tempat bertanya. Tetapi buku, seperti yang [&#8230;]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=aryaperdhana.wordpress.com&#038;blog=1618851&#038;post=288&#038;subd=aryaperdhana&#038;ref=&#038;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
				<content:encoded><![CDATA[<div id="attachment_289" class="wp-caption aligncenter" style="width: 460px"><a href="http://aryaperdhana.files.wordpress.com/2012/07/salingercatcher.jpg"><img class="size-full wp-image-289" title="SalingerCatcher" src="http://aryaperdhana.files.wordpress.com/2012/07/salingercatcher.jpg?w=450&#038;h=337" alt="" width="450" height="337" /></a><p class="wp-caption-text">The Catcher in the Rye karya J.D Salinger</p></div>
<p>Salah satu teman yang paling menyenangkan ketika menempuh perjalanan yang jauh adalah buku. Beda dengan manusia, buku tidak bisa <em>bete</em>, buku tidak pernah tidur dan buku tidak perlu dikasih makan dan minum.</p>
<p>Memang, kalau bepergian bersama teman kita bisa <em>ngobrol</em>, bisa saling membawakan barang, atau saling mengingatkan atau jadi tempat bertanya. Tetapi buku, seperti yang saya tulis di atas, juga punya beberapa keunggulan sebagai teman jalan.</p>
<p>Nah, saya punya beberapa persyaratan buat menjadikan buku sebagai teman jalan yang asyik.</p>
<ul>
<li><strong>Fiksi</strong></li>
</ul>
<p>Tentu saja, buku fiksi jelas buku paling menyenangkan. Masa’ kita mau pergi ke Yogyakarta buat jalan-jalan malah di atas mobil malah membaca A Brief History of Time karya Stephen Hawking? Itu jelas bukan buku yang buruk, tapi simpanlah ambisi membaca buku itu kalau kamu sedang berada di perpustakaan atau di kamar kosmu sehabis kamu putus cinta sama cewekmu.</p>
<ul>
<li><strong>Ukuran</strong></li>
</ul>
<p>Lebih enak mana, membawa buku 1Q84 karya Haruki Murakami yang tebalnya 900 halaman, atau membawa buku Catcher in the Rye karangan J.D Salinger yang tebalnya cuma 214 halaman? Buku yang menurut saya ideal buat dibawa-bawa adalah yang panjangnya tidak lebih dari 25 cm dan lebarnya tidak lebih dari 20 cm serta tebalnya 200-350 halaman. Ukuran yang tepat akan mempermudah kamu bergerak dan membolak-balik buku di kabin mobil, bus, kereta api atau pesawat yang mungkin tak terlalu luas.</p>
<ul>
<li><strong>Tema</strong></li>
</ul>
<p>Sebaiknya, pilihlah tema yang sesuai dengan kota yang kamu tuju, atau dengan tujuanmu pergi ke sana. Kalau kamu mau pergi ke India, membaca The Gods of Small Things-nya Arundhati Roy tentu cocok. Kalau kamu mau ke Irlandia, jelas Dubliners, <del>novel</del> antologi cerpen karangan James Joyce, jadi rekomendasi. Atau bila kamu mau ke Vietnam, bacalah buku Paradise of the Blind karangan Dong Thu Huong.</p>
<p>Nah, dari hal-hal di atas, saya punya 5 buku rekomendasi saya buat dibaca pergi:</p>
<p><strong>The Catcher in the Rye, karya JD Salinger</strong></p>
<p>Buku ini ukurannya pas dan tebalnya hanya 214 halaman. Cocok buat dibaca dalam perjalanan selama 3-12 jam. Ceritanya tentang pemberontakan seorang remaja bernama Holden Caulfield terhadap tatanan sosial di sekitarnya.</p>
<p><strong>The Road, karya Cormac McCarthy</strong></p>
<p>Temanya memang agak kelam, tentang Amerika yang baru dilanda kiamat. Tapi tak apa, ceritanya akan membuatmu kembali percaya kepada kemanusiaan. Cocok buat dibaca kalau kamu mau menuju Los Angeles atau New York. Nah, terbang ke sana membutuhkan waktu 20-24 jam, cukup lah buat menyelesaikan isi buku pemenang Pulitzer 2007 ini.</p>
<p><strong>Norwegian Wood, karya Haruki Murakami</strong></p>
<p>Bercerita tentang seorang anak muda yang tengah bimbang mencari cinta. Ditulis dengan bahasa yang indah oleh Murakami, cocok buat kamu yang akan pergi ke Jepang (tentu saja) atau kalau mau bepergian ke tempat-tempat yang indah. Siapa tahu, nanti setelah membaca buku ini kamu bisa membuat novel setelah melihat gunung dan danau.</p>
<p><strong>The Alchemist, karya Paulo Coelho</strong></p>
<p>Kisah Santiago yang mengembara mencari harta karun dan melihat alam semesta mendukungnya untuk meraih mimpi itu sungguh inspiratif. Cocoklah buat kamu yang mungkin sedang menuju Eropa untuk melihat karya-karya arsitektur yang sudah berusia beratus-ratus tahun.</p>
<p><strong>James and the Giant Peach, karya Roald Dahl</strong></p>
<p>Ini buku yang sebenarnya ditujukan buat anak-anak. Tapi tak usah khawatir, cocok juga dibaca orang dewasa kok. Ceritanya soal James, anak yatim piatu yang disiksa bibi-bibinya, yang menanam persik ajaib dan kemudian terbang ke seberang lautan bersama hewan-hewan aneh. Cocok buat perjalanan jarak dekat dan kalau kamu ingin tertawa-tawa tanpa henti di atas kabin pesawatmu.</p>
<p>Nah, kamu juga punya buku favorit buat dibaca di perjalanan? Mau 5 boleh, mau 10 buku bisa, mau 15 buku juga tidak dilarang. Kamu bisa <em>ping back</em> URL posting blog ini atau taruh di kolom komentar biar nanti saya bisa baca.</p>
<p><strong>UPDATE</strong></p>
<p>Ada beberapa teman yang sudah ikutan posting blog tentang buku atau bacaan favorit mereka buat di perjalanan.</p>
<ul>
<li>Cyapila, <a href="http://cyapila.com/blog/2012/07/03/buku-dan-perjalanan">Buku dan Perjalanan</a></li>
<li>Fanabis, <a href="http://fanabis.blogdetik.com/2012/07/03/5-buku-terbaik-buat-di-perjalanan">5 Buku Terbaik Buat di Perjalanan</a></li>
<li>Matriphe, <a href="http://matriphe.com/2012/07/04/5-bacaan-favorit-dalam-perjalanan.html">5 Bacaan Favorit dalam Perjalanan</a></li>
<li>Sabrina, <a href="http://sabrinautami.blogspot.com/2012/07/buku-yang-asik-dibaca-saat-perjalanan.html">Buku yang asik dibaca saat perjalanan</a></li>
<li>Suprie, <a href="http://suprie1983.wordpress.com/2012/07/09/5-bacaan-dalam-perjalanan/">5 Bacaan dalam Perjalanan</a></li>
</ul>
<br />Filed under: <a href='http://aryaperdhana.wordpress.com/category/buku/'>buku</a>  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/aryaperdhana.wordpress.com/288/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/aryaperdhana.wordpress.com/288/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=aryaperdhana.wordpress.com&#038;blog=1618851&#038;post=288&#038;subd=aryaperdhana&#038;ref=&#038;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://aryaperdhana.wordpress.com/2012/07/03/5-buku-terbaik/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>13</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/7e29d27c5f623d7958f14c455b8d74e2?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">arya</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://aryaperdhana.files.wordpress.com/2012/07/salingercatcher.jpg" medium="image">
			<media:title type="html">SalingerCatcher</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>The Road</title>
		<link>http://aryaperdhana.wordpress.com/2012/06/03/the-road/</link>
		<comments>http://aryaperdhana.wordpress.com/2012/06/03/the-road/#comments</comments>
		<pubDate>Sun, 03 Jun 2012 13:18:22 +0000</pubDate>
		<dc:creator>arya</dc:creator>
				<category><![CDATA[buku]]></category>
		<category><![CDATA[dunia]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://aryaperdhana.wordpress.com/?p=284</guid>
		<description><![CDATA[Jarang ada sebuah novel yang indah dalam bertutur tetapi sekaligus juga mencekam dan membuat depresi. Saya menemukan kedua hal itu saat membaca The Road karangan pengarang Amerika, Cormac McCarthy. Buku The Road ini sangat gelap. Saking gelapnya, tokoh ayah dan anak yang jadi dua karakter utama di situ tidak pernah disebut namanya. Mereka hanya saling [&#8230;]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=aryaperdhana.wordpress.com&#038;blog=1618851&#038;post=284&#038;subd=aryaperdhana&#038;ref=&#038;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
				<content:encoded><![CDATA[<p><a href="http://aryaperdhana.files.wordpress.com/2012/06/theroad.jpg"><img class="aligncenter size-full wp-image-285" title="TheRoad" src="http://aryaperdhana.files.wordpress.com/2012/06/theroad.jpg?w=450&#038;h=337" alt="" width="450" height="337" /></a></p>
<p>Jarang ada sebuah novel yang indah dalam bertutur tetapi sekaligus juga mencekam dan membuat depresi. Saya menemukan kedua hal itu saat membaca The Road karangan pengarang Amerika, Cormac McCarthy.</p>
<p>Buku The Road ini sangat gelap. Saking gelapnya, tokoh ayah dan anak yang jadi dua karakter utama di situ tidak pernah disebut namanya. Mereka hanya saling memanggil dengan ‘Papa’ dan ‘boy’. Keduanya berbicara dengan kata-kata yang padat dan singkat. Situasi memang tidak mengizinkan mereka banyak berbicara.</p>
<p>Amerika memang baru saja dilanda ‘kiamat’. Kota-kota hancur, jutaan orang tewas dan zombie pemakan otak manusia berkeliaran mencari mangsa. Sang ayah dan anak berusaha menuju pantai untuk mencari pertolongan dan menghindari musim dingin yang mematikan. Sang ayah memiliki sepucuk pistol dengan peluru cuma 2 buah yang hanya akan digunakan bila mereka menghadapi bahaya yang mengancam nyawa.</p>
<p>Sepanjang perjalanan, yang dihadapi oleh ayah dan anak ini hanyalah dataran yang sepi tanpa penghuni, pohon-pohon yang meranggas, abu di mana-mana dan sungai yang mengering. Selain bahaya yang mengintai dalam bentuk para zombie, perjalanan ini juga diganggu dengan sakit parah sang ayah yang berkali-kali batuk darah. Cuaca dingin dan tiadanya perlindungan memperparah sakit sang ayah.</p>
<p>Meski gelap dan mencekam, ada sejumlah momen yang layak dirayakan dalam perjalanan ayah dan anak itu. Seperti ketika mereka menemukan tempat berlindung atau suplai makanan kaleng dalam jumlah banayk, atau saat mereka menemukan baju bersih dan air untuk mandi.</p>
<p>Belum lagi dengan dilema moral yang dihadapi ayah dan anak itu di jalan ketika mereka bertemu seorang pria tua yang kedinginan dan kelaparan. Sang ayah berpikir, tidak mungkin mengajak orang tua itu berjalan bersama karena hanya akan membuat perjalanan jadi lambat dan makin berbahaya. Tapi si anak jatuh kasihan kepada sosok itu karena dia juga tengah berusaha bertahan hidup di tengah alam yang ganas.</p>
<p>Cerita di buku ini memang mencekam dengan deskripsi gelap yang dibuat oleh McCarthy. Namun ketabahan sang ayah dan anak dalam menghadapi ini semua membuat pembaca kembali percaya kepada ikatan darah, kasih sayang, dan yang terpenting: kemanusiaan.</p>
<br />Filed under: <a href='http://aryaperdhana.wordpress.com/category/buku/'>buku</a>, <a href='http://aryaperdhana.wordpress.com/category/dunia/'>dunia</a>  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/aryaperdhana.wordpress.com/284/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/aryaperdhana.wordpress.com/284/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=aryaperdhana.wordpress.com&#038;blog=1618851&#038;post=284&#038;subd=aryaperdhana&#038;ref=&#038;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://aryaperdhana.wordpress.com/2012/06/03/the-road/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>4</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/7e29d27c5f623d7958f14c455b8d74e2?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">arya</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://aryaperdhana.files.wordpress.com/2012/06/theroad.jpg" medium="image">
			<media:title type="html">TheRoad</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Norwegian Wood</title>
		<link>http://aryaperdhana.wordpress.com/2012/05/21/norwegian-wood/</link>
		<comments>http://aryaperdhana.wordpress.com/2012/05/21/norwegian-wood/#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 21 May 2012 12:39:11 +0000</pubDate>
		<dc:creator>arya</dc:creator>
				<category><![CDATA[buku]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://aryaperdhana.wordpress.com/?p=278</guid>
		<description><![CDATA[Naoko pertama kali menjumpai orang bunuh diri di usia 11 tahun ketika ia melihat kakak perempuannya tergantung tak bernyawa di kamar rumahnya. Menjelang dewasa, peristiwa bunuh diri kembali menghantamnya. Kejadian kedua ini sangat memukul Naoko karena terjadi pada Kizuki, kekasihnya. Dua peristiwa pedih itu sangat memukul batin Naoko. Jiwa gadis muda itu terguncang. Ia seperti [&#8230;]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=aryaperdhana.wordpress.com&#038;blog=1618851&#038;post=278&#038;subd=aryaperdhana&#038;ref=&#038;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
				<content:encoded><![CDATA[<p><a href="https://aryaperdhana.files.wordpress.com/2012/02/photo0644.jpg"><img class="aligncenter size-full wp-image-279" title="Photo0644" src="https://aryaperdhana.files.wordpress.com/2012/02/photo0644.jpg?w=450&#038;h=337" alt="" width="450" height="337" /></a></p>
<p>Naoko pertama kali menjumpai orang bunuh diri di usia 11 tahun ketika ia melihat kakak perempuannya tergantung tak bernyawa di kamar rumahnya. Menjelang dewasa, peristiwa bunuh diri kembali menghantamnya. Kejadian kedua ini sangat memukul Naoko karena terjadi pada Kizuki, kekasihnya.</p>
<p>Dua peristiwa pedih itu sangat memukul batin Naoko. Jiwa gadis muda itu terguncang. Ia seperti hilang ditelan kesedihan mendalam. Ia tidak pernah jadi ‘normal’ lagi. Meski ia punya Toru, sahabatnya (dan juga sahabat Kizuki) yang sangat mencintainya, Naoko merasa hampa di dalam dirinya.</p>
<p>Toru mencintai Naoko dengan segala kekurangannya, walau ia menyadari bahwa ia tidak akan pernah mampu menggantikan posisi Kizuki di dalam hati Naoko. Toru dan Naoko kemudian berpisah dan Toru yang meneruskan kuliah di Tokyo bertemu dengan Midori. Berbeda dengan Naoko yang tertutup dan menarik diri, Midori adalah seorang gadis yang ceria, terbuka dan penuh energi.</p>
<p>Haruki Murakami menceritakan sebuah kisah tentang perubahan Toru dari seorang remaja menjadi dewasa; bergelut dengan perubahan dan modernisasi yang tengah menggeliat di Jepang akhir tahun 1960-an, serta dipenuhi dilema antara terus bersama Naoko yang sangat ia cintai tetapi kejiwaannya terganggu atau memilih Midori.</p>
<p>Saya suka dengan gaya deskripsi Murakami di Norwegian Wood. Di tangannya, suasana asrama kampus tempat Toru tinggal, keramaian kota Tokyo yang riuh rendah, atau ketenangan yang menghanyutkan di hutan tempat Naoko dirawat menjadi sangat hidup. Pendewasaan tidak datang dalam semalam dan tidak menempuh jalan beraspal yang lurus.</p>
<p>Meski indah, novel ini sangat terasa muramnya karena banyak bertutur soal kehilangan, kesedihan dan kematian. Lagu-lagu The Beatles yang menemani kisah ini mengalir membuat melankoli jadi terasa kian kental. Bagi saya, Norwegian Wood adalah salah satu kisah paling indah sekaligus yang menyesakkan yang pernah saya baca.</p>
<br />Filed under: <a href='http://aryaperdhana.wordpress.com/category/buku/'>buku</a> Tagged: <a href='http://aryaperdhana.wordpress.com/tag/buku/'>buku</a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/aryaperdhana.wordpress.com/278/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/aryaperdhana.wordpress.com/278/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=aryaperdhana.wordpress.com&#038;blog=1618851&#038;post=278&#038;subd=aryaperdhana&#038;ref=&#038;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://aryaperdhana.wordpress.com/2012/05/21/norwegian-wood/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>4</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/7e29d27c5f623d7958f14c455b8d74e2?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">arya</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="https://aryaperdhana.files.wordpress.com/2012/02/photo0644.jpg" medium="image">
			<media:title type="html">Photo0644</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Paris</title>
		<link>http://aryaperdhana.wordpress.com/2012/02/22/paris/</link>
		<comments>http://aryaperdhana.wordpress.com/2012/02/22/paris/#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 22 Feb 2012 10:36:11 +0000</pubDate>
		<dc:creator>arya</dc:creator>
				<category><![CDATA[film]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://aryaperdhana.wordpress.com/?p=274</guid>
		<description><![CDATA[&#160; Imajinasi lebih penting ketimbang pengetahuan ~ Albert Einstein Imajinasi adalah unsur paling penting dalam film Midnight in Paris garapan sutradara senior Woody Allen. Melalui imajinasi, Allen mengajak para penontonnya untuk melompati ruang dan waktu, menuju kota Paris di berbagai masa. Mudah untuk menikmati Midnight in Paris. Allen menyajikan sebuah film yang cerdas, lucu dan [&#8230;]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=aryaperdhana.wordpress.com&#038;blog=1618851&#038;post=274&#038;subd=aryaperdhana&#038;ref=&#038;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
				<content:encoded><![CDATA[<p><a href="http://aryaperdhana.files.wordpress.com/2012/02/midnightinparis.jpg"><img class="aligncenter size-full wp-image-275" title="MidnightInParis" src="http://aryaperdhana.files.wordpress.com/2012/02/midnightinparis.jpg?w=450" alt=""   /></a></p>
<p>&nbsp;</p>
<p><em>Imajinasi lebih penting ketimbang pengetahuan ~ Albert Einstein</em></p>
<p>Imajinasi adalah unsur paling penting dalam film Midnight in Paris garapan sutradara senior Woody Allen. Melalui imajinasi, Allen mengajak para penontonnya untuk melompati ruang dan waktu, menuju kota Paris di berbagai masa.</p>
<p>Mudah untuk menikmati Midnight in Paris. Allen menyajikan sebuah film yang cerdas, lucu dan romantis—semuanya dibungkus di dalam keindahan kota Paris yang memang merupakan salah satu kota paling cantik di dunia. Tema dan latar belakang Eropa memang jadi penuh imajinasi di tangan Allen. Sebelum ini, saya menonton film Allen yang berjudul ‘Vicky Cristina Barcelona’ yang (tentu saja) berlatar belakang Barcelona. Dalam sebuah wawancara, Allen bilang kalau dia memang cinta dengan kota Paris, sehingga membuat film berlatar belakang Paris adalah sebuah hal alami buat dia.</p>
<p>Film dibuka dengan penggambaran Paris yang indah secara ekstensif di mana penonton dibawa melihat berbagai sudut Paris di siang hari, di malam hari, di saat terang, di saat hujan, dan lain sebagainya. Protagonis di film ini adalah Gil Pender, seorang penulis skenario film yang tergila-gila pada Paris dan berniat untuk tinggal di kota itu. Pender yang gandrung pada Paris tahun 1920-an (era di mana para sastrawan dan seniman tersohor menjadikan Paris sebagai sumber mata air inspirasi untuk karya-karya mereka) terikat pertunangan dengan Inez, perempuan yang tidak bisa mengerti obsesi Pender pada Paris.</p>
<p>Petualangan Pender dimulai ketika ia bertemu dengan seniman-seniman besar itu di sebuah sudut Paris. Ia kemudian bergaul dengan sastrawan-sastrawan seperti Ernest Hemingway, F Scott Fitzgerald dan istrinya Zelda, Gertrude Stein, dan T.S Eliot; juga dengan para seniman seperti Pablo Picasso, Salvador Dali, Luis Bunuel, Man Ray, dll. Pender menikmati gaya hidup bohemian yang dilakoni para seniman dan sastrawan tersebut karena di kepalanya, itulah Paris yang paling ideal buatnya.</p>
<p>Pender kemudian jatuh hati pada Adrianna, perempuan cantik yang menjadi model lukisan Picasso. Persamaan Pender dengan Adrianna adalah mereka sama-sama punya obsesi dengan masa lalu. Bila Pender tergila-gila pada Paris tahun 1920-an, maka Adrianna merindukan Paris pada sekitar pergantian abad 19 ke abad 20 yang disebut sebagai La Belle Epoque.</p>
<p>Karakter Pender dimainkan dengan sangat baik oleh Owen Wilson yang berhasil menghadirkan sosok Pender yang penuh keraguan terhadap karirnya sebagai penulis skenario film, tetapi di saat lain bisa dengan mantap mengkritik pandangan xenofobia dari calon mertuanya yang beraliran politik ‘kanan’. Kebingungan Pender ketika harus dihadapkan pada pilihan antara kembali pada Inez atau terus mengejar Adrianna ditampilkan Wilson dengan prima.</p>
<p>Selain gambar-gambar tentang gaya hidup bohemian para seniman, film ini dipenuhi dengan musik jazz yang manis, seperti lagu legendaris milik Cole Porter, Let’s Do It. Di luar itu, dibutuhkan sedikit pemahaman terhadap konteks ketika melihat Hemingway <em>nyerocos</em> seperti orang mabuk, atau ketika melihat Dali bagai tergila-gila dengan badak.</p>
<p>Terus terang, saya agak bias menilai film ini karena saya punya obsesi sendiri tentang Paris sebagai sebuah kota yang penuh dengan nuansa cinta, kota dengan seni mengalir dalam darahnya, kota di mana sastra adalah oksigen yang menjadi napasnya setiap hari. Tapi harus diakui, karya Allen yang satu ini memang layak mendapat pujian.</p>
<br />Filed under: <a href='http://aryaperdhana.wordpress.com/category/film/'>film</a>  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/aryaperdhana.wordpress.com/274/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/aryaperdhana.wordpress.com/274/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=aryaperdhana.wordpress.com&#038;blog=1618851&#038;post=274&#038;subd=aryaperdhana&#038;ref=&#038;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://aryaperdhana.wordpress.com/2012/02/22/paris/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>5</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/7e29d27c5f623d7958f14c455b8d74e2?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">arya</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://aryaperdhana.files.wordpress.com/2012/02/midnightinparis.jpg" medium="image">
			<media:title type="html">MidnightInParis</media:title>
		</media:content>
	</item>
	</channel>
</rss>
