Tulisan terkirim dikaitan (tagged) ‘musik’

Jazz

November 24, 2007

Di Jakarta sana, malam ini ada konser yang ditajuki The 9th Jakarta International Jazz Festival atau lebih tenarnya Jak Jazz 2007. Tanda masuknya mahal, makanya saya nggak sanggup beli (apalagi kalau harus beli tiket pesawat/kereta bolak-balik Yogya-Jakarta). Berapa? Wis tho, percaya saja sama saya, mahal!

Kalau maksa nonton, kantong saku ini mungkin nggak cuman bakal bobol habis-habisan, tapi juga harus pensiun sebagai kantong. Pasalnya, tuannya bukan tipe orang yang tahu diri. “Sontoloyo, baru ndengerin jes kemarin sore aja udah nggaya. Biayayakan pingin nglurug ke Jakarta. Bonek yo bonek, tapi mbok yao mikir.” Mungkin begitu pikir kantong saku celana saya yang tiap hari dijejali dompet tipis nan kere itu.

Ngomong-ngomong soal konser jes kayak ini, saya cuman bisa ngelirik iri sama temen saya yang satu ini. Beliau begitu beruntung bisa masuk arena. Konon, gratis. Soalnya dia itu wartawan. Jurnalis. Jadi, blusukan mendengarkan tiupan saksofon dari Jay Beckenstein yang enerjik sambil mikir nanti mau nulis apa. Hehehe.

Nah, ngelantur sampai soal masuk konser, saya pernah dengar omongan garing seperti di bawah ini entah dari kapan tahun. Katanya, orang yang nonton konser jes itu terbagi jadi empat golongan. (Penting: ini kategorisasi yang sama sekali nggak ilmiah. Jangan dijadikan referensi).

Pertama, penjahat. Alias pencinta jes sepenuh hati. Dia memang dari sononya sudah seneng sama musik yang dulunya dimainkan kaum budak negro ini. Koleksi CD sama kasetnya (atau mungkin MP3?) pasti didominasi sama nama-nama seperti Fourplay, Lee Ritenour, atau Dave Grusin atau setidaknya Michael Buble.

Yang kedua, penjahit. Alias pencinta jes setengah hati. Kadang, dia ndengerin Accoustic Alchemy, tapi besoknya ganti lagi jadi Ungu. Mood-mood-an, nggak tentu. Kira-kira semacam itu lah.

Lalu yang ketiga, pejabat. Pencinta jes ikut sobat. Temen nonton Jak Jazz, dia ngikut. Besoknya nonton Java Jazz, mbuntut juga. Pokoknya demi lancarnya pergaulan lah. Socialite, mungkin?

Nah yang terakhir ini yang temen saya ini mungkin masuk. Penjaga, alias pencinta jes gratisan. Wartawan, keluarganya promotor, orang dari sponsor. Semua dari mereka yang bisa dapat free pass karena berbagai hal. Hehehe. Beruntunglah betul mereka ya?


Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.