Ibu

Ibu saya lahir 22 Desember 1958. Jadi kemarin, usianya tepat setengah abad. Sungguh sebuah kebetulan bila dia lahir tepat di Hari Ibu.

Seorang ibu yang lebih dari 25 tahun lalu mungkin pernah begitu patah semangat dan berduka kala dikabari oleh dokter kandungan bahwa janinnya telah mati di dalam kandungan, bahkan ketika belum dilahirkan.

Suaminya sudah membeli kain kafan dan mempersiapkan pemakaman si anak yang belum terlahirkan. Betapa berat cobaan untuk pasangan yang baru menikah beberapa bulan itu.

Tapi ternyata dokter itu salah. Anak ibu saya lahir dalam keadaan hidup dan sehat. Dan berkat asuhannya anak itu sekarang sudah berusia 25 tahun lewat serta sudah menyumbangkan satu cucu.

Anak ibu saya itu adalah saya sendiri.

Selain untuk ibu saya, ucapan selamat Hari Ibu juga layak saya haturkan kepada istri saya yang juga telah menjadi seorang ibu.

PS: Posting ini memang telat satu hari. Tapi apa boleh buat, saya bukan orang yang bergelimang benwit internet kala tidak berada di kantor.

John

john1

Sudah 28 tahun lewat empat hari sejak John Lennon tewas. Empat peluru dari senjata Mark David Chapman menembus punggungnya dan membuat John yang berusia 40 tahun ketika itu meregang nyawa.

John yang gondrong, John yang genial musik, John yang kekiri-kirian dan John yang gandrung kepada banyak hal yang berbau-bau timur, mati di usia yang cukup muda.

John menulis ‘Imagine’ sebagai bagian dari sikapnya yang ‘anti-agama, anti-nasionalisme, anti-konvensional dan anti-kapitalisme’. “Tetapi karena lagu itu dibungkus dengan gula nan manis, maka ia diterima dunia,” katanya.

Lagu itu lantas mendunia. Hanya untuk contoh, perusahaan rekaman BMI menyebut lagu yang ditulis pada tahun 1971 itu sebagai lagu yang paling banyak diminta diputar di abad 20. Majalah musik Rolling Stone menempatkannya di urutan ketiga 500 lagu terbaik sepanjang masa.

Mantan Presiden Amerika Jimmy Carter berucap, “Di banyak negara di dunia ini, Anda mendengar lagu John Lennon, Imagine, sama seringnya dengan lagu kebangsaan.”

Menyebut nama John tentu tak lepas dari The Beatles. Bersama Paul McCartney, Ringo Starr dan George Harrison, mereka adalah salah satu band terhebat yang pernah dilahirkan di muka bumi ini.

John memotori Beatles. Membuat empat anak muda dari kota Liverpool itu dilirik Amerika, menjual lebih dari satu miliar album di seluruh dunia, menempatkan lebih dari 40 single, album atau Extended Plays(EP) di tangga nomor satu.

Tak hanya dalam musik John menonjol. Ia juga seorang aktivis pro-perdamaian. ‘Give Peace a Chance’, selain ‘Imagine’, adalah lagu wajib untuk mereka yang berdemo menentang perang di jalanan kota-kota besar dunia.

Bila saja John masih hidup hari ini, saya yakin dia akan turun ke jalan di New York, London atau Tokyo, mengumpat George Walker Bush dan meminta semua orang di dunia ini memberi perdamaian sebuah kesempatan.

Tetapi John sudah tak ada. Malam itu, Chapman menghabisinya; hanya beberapa jam setelah John memberinya tanda tangan di atas album ‘Double Fantasy’.