Imigrasi

Pekan lalu, saya melakukan perjalanan terjauh saya selama 20 tahun lebih saya hidup di dunia. Saya terbang ke Los Angeles untuk sebuah acara liputan.

Amerika, negara yang bisa dibilang sebagai negara yang dibenci tapi dirindu. Dibenci karena kebijakan mereka yang suka sembarangan, tetapi juga dirindu karena mereka adalah ekonomi terbesar dunia. Selain itu, banyak juga orang yang memimpikan untuk mengunjungi atau tinggal di sana.

Setelah terbang 6 jam dari Jakarta ke Taipei, lalu terbang 11,5 jam dari Taipei, akhirnya saya tiba di Bandara Internasional Los Angeles pada hari Rabu 5 Januari jam 19.30 waktu Los Angeles.

Melewati imigrasi di LA, saya termasuk yang harus melalui screening kedua. Deg, jantung sempat berdebar. Namun mengingat perbincangan di Jakarta dengan Wicak Hidayat yang selalu kena screening kedua dalam beberapa kali kunjungan ke AS, saya tenang-tenang saja.

Di depan meja imigrasi (yang ditangani oleh Custom and Border Protection (CBP)), ada belasan orang yang bernasib seperti saya. Di sana, kami harus mengisi formulir tentang apa kepentingan kami datang ke AS. Cukup 2 menitan, acara mengisi formulir selesai, tapi untuk menunggu sampai dilepas, bisa butuh sampai 1 jam sendiri!

Setelah 1 jam-an menunggu, saya dipanggil dan sidik jari saya diminta (proses yang wajar yang juga dilakukan di screening pertama). Lantas, paspor saya dikembalikan sembari diberi tahu kalau saya harus melapor ke CBP sebelum nanti pulang dari Los Angeles. Tanpa banyak tanya, saya pun berlalu.

Di pemeriksaan barang, tidak ada masalah. Mereka cuma menanyakan apakah benar saya seorang wartawan. Lalu, saya pun keluar dari bandara bahkan tanpa pemeriksaan terhadap barang-barang yang saya bawa.

12 thoughts on “Imigrasi

  1. wuah mantep mas udah nyampe sana
    adik ane kemarin pas kesana juga kena gitu lama banget katanya, nama ke arab araban dan bewok yang lupa di cukur sebelum beranagkat menjadi salah satu alasannya katanya:mrgreen:

    sip di tunggu updaitan cerita kegiatan disana🙂

  2. Amrik! Huh!
    • Cari visa pun kayak berjudi. Gak segampang ke negeri lain. Lihat saja pukul enam antrean sudah mengular

    • Masuk juga tak gampang terutama setelah peristiwa 9/11

    Baiklah itu kewenangan dia. Tapi kenapa kita gampang sama orang Amrik yang mau masuk ke sini. Jawabannya, “Baiklah itu kewenangan kita.”

    Tapi ada yang lebih penting. Saya curiga akun ke blog ini dibajak. Masa sih diperbarui?

    Bravo!😀

  3. Grrrhhh semene thok…. *banting kompie
    ayo nduuudd nulis lagiiii! Moso balik seko amrik diare verbalmu sembuh siiih? ga aciikk deeeh -___-

  4. @maspaman
    itu udah jadi bahan keluh kesah di rombonganku sejak di cengkareng.
    tapi kalo mudah2 aja, ngga bisa dibikin tulisan man wahihi

    @makcik
    iyeee, udah apdet nih wahihi

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s