Kota (1)

 

Kota8

Selama ini, gue adalah orang yang lebih suka bepergian ke gunung ketimbang pantai. Lalu belakangan, gue ternyata punya satu kegemaran baru, yaitu pergi ke kota. Kesadaran bahwa gue suka kota ini semata bukan karena gue pergi ke Amerika, tapi juga berdasar pengalaman gue bepergian ke sejumlah kota.

Kenapa gue suka ke kota? Pertama, kota itu dinamis. Ada banyak orang yang pasti punya kekhasan dan keunikan sendiri. Yang kedua, arsitektur. Di kota (terutama kota besar) biasanya terdapat banyak bangunan (lama maupun baru) yang punya desain menarik dan keren. Ketiga, faktor transportasi. Jadi traveler kere dengan budget terbatas itu ke mana-mana harus naik angkutan umum kan. Nah, biasanya kota besar itu punya angkutan umum yang baik.

Dari perjalanan gue ke Amerika, gue mengunjungi setidaknya tujuh kota: Santa Monica, Los Angeles, Las Vegas, San Diego, Chicago, Buffalo dan New York City. Tujuh dari delapan tempat yang gue kunjungi di Amerika adalah kota. Satu-satunya tempat yang gue kunjungi yang bukan kota adalah Big Bear, sebuah resor salju yang terletak dua jam naik mobil dari Los Angeles.

Gue mau cerita sedikit sih karakter kota-kota yang gue kunjungi.

1. Santa Monica

Kota2
Tempat gue menghabiskan 32 hari dari 40 hari perjalanan gue. Kota kecil di pinggiran barat LA, tepat berada di tepi Samudera Pasifik. Cuacanya selalu sempurna. Kalau panas nggak terlalu panas dan kalau dingin nggak terlalu dingin. Langitnya selalu biru nyaris tanpa awan. Faktor cuaca ini bukan hanya karena gue di sana pas musim semi dan panas. Dulu, musim dingin 2011 gue ke LA dan Santa Monica juga dan cuacanya menyenangkan.

Sarana transportasinya bagus (karena bertetangga dengan LA dan punya sistem transportasi yang terintegrasi sama LA dan kota-kota sekitarnya), trotoarnya lebar-lebar, banyak tempat makan dan hangout yang seru. Makananannya sangat beragam, mulai dari Amerika, Eropa, Amerika Selatan, hingga ke masakan Asia (Thailand, Vietnam, Jepang, Cina, dan lain-lain.)

2. Los Angeles
Mirip lah dengan Santa Monica, tapi lebih kosmopolitan karena LA adalah kota terbesar kedua di Amerika setelah NYC. Sistem transportasinya bagus dan sangat bergantung sama bus. LA punya subway, tapi jangkauannya masih tidak terlalu luas. Dari segi cuaca juga sama dengan Santa Monica, cuma langitnya lebih terpapar polusi.

Bus LA-Santa Monica

Banyak bangunan-bangunan keren di LA. Yang paling mengesankan buat gue adalah Walt Disney Concert Hall dan Griffith Observatory. Selain itu, ada juga Staples Center, Katedral Our Lady of the Angeles, Grant Park, Union Station, dan sebagainya.

Kota3

Di LA juga ada China Town yang banyak restoran Asia-nya. Di kawasan Westwood, ada restoran Indonesia dengan rasa yang lumayan, namanya Ramayani. Satu lagi restoran Indonesia di LA ada di kawasan Culver City, bernama Simpang Asia.

Kalau gue disuruh milih tinggal di mana di Amerika, gue akan memilih Los Angeles. Gue suka dengan cuacanya, selain itu kepadatan dan keramaiannya juga pas, nggak seperti NYC yang gedung-gedungnya berimpitan dan buanyak banget orang di mana-mana.

3. San Diego
Gak banyak yang bisa gue jelajahi di San Diego karena gue di sana cuma setengah hari. Yang jelas di San Diego ada kawasan Hillcrest yang punya sederetan restoran, kafe dan toko buku yang keren-keren.

Kota6

Selain itu, ada juga salah satu kebun binatang terbesar di dunia (dan mungkin kebun binatang yang paling terkenal di dunia), San Diego Zoo. Buat menjelajahi San Diego Zoo, mungkin dibutuhkan waktu setengah hari sendiri mengingat luasnya dan banyaknya koleksi binatang mereka.

Kota5

Transportasi di San Diego tampaknya juga mengandalkan bus kota, seperti LA. Gue nggak pernah naik angkutan umum di San Diego karena gue dan house mate gue, Jeff, pakai mobil rental dari LA.

4. Las Vegas
Dua kunjungan gue ke Amerika (dua-duanya tahun 2011) adalah mengunjungi kota ini. Kota ini adalah kota pusat hiburan (terutama judi), sampai-sampai punya julukan The Sin City. Kota ini terletak di gurun Nevada, jadi kalau musim panas suhunya panas banget, sementara kalau musim dingin suhunya dingin banget.

Kemarin ke sana udah bulan Juli, udah masuk musim panas, dan suhu Las Vegas mencapai 43 derajat celcius di waktu siang. Puanas banget! Tengah malam, suhunya masih mencapai 36 derajat celcius. Suhu paling dingin Las Vegas bulan Juli adalah sekitar 32 derajat celcius pukul 03.00. Dulu perasaan waktu ke sana bulan Juni 2011, suhunya nggak sepanas ini. Kalau siang paling 36 derajat celcius dan tengah malah udah 29 derajat celcius. Dengan cuaca begini, nggak terlalu nyaman buat jalan-jalan. Pengunjung pun lebih banyak ngadem di dalam kafe, restoran, hotel dan kasino.

Las Vegas adalah kota yang hidup di waktu malam. Cahaya gemerlap dari hotel-hotel besar dan kasino menghiasi kota ini. Ketika siang, saat lampu-lampu tidak diperlukan karena matahari sudah sangat benderang, Vegas ‘hanya’ sebuah kota biasa di Amerika.

Kota7

Bangunan-bangunan di Vegas banyak menarik, tapi sedikit yang orisinal. Di sana ada hotel New York-New York yang memajang Patung Liberty tiruan di depannya. Juga ada Menara Eiffel tiruan, ada kanal Venesia tiruan, dan beberapa tiruan lain. Pokoknya, imitation at its best lah.

Kota4

Transportasi umum di Vegas adalah monorel dan bus kota. Gue nggak nyoba bus kota, cuma ke mana-mana memakai monorel. Monorelnya juga cuma satu line. Monorel ini berjalan dari ujung ke ujung dan di tiap-tiap pemberhentiannya pasti ada hotel dan kasino besar yang berharap dikunjungi turis.

(Cerita tentang Chicago, Buffalo dan New York City bakal gue ceritain di bagian kedua.)

2 thoughts on “Kota (1)

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s