Kota (2)

NJ Skyline

Setelah selama sebulan tinggal di Santa Monica dan cuma sempat jalan-jalan ke kota-kota di dekatnya, selesai Piala Dunia lalu gue langsung cabut ke daerah timur Amerika, dimulai dari Chicago dan berakhir di New York City sebelum akhirnya gue terbang pulang ke Indonesia.

5. Chicago
Tahun 2011, ketika gue lagi di Las Vegas, ada orang Amerika bertanya ke (kalo nggak salah) seorang wartawan dari Amerika Selatan. Dia tanya, “Menurutmu, kota paling Indah di Amerika apa? Kalau kamu bilang New York City, kamu salah. Kota paling indah di Amerika adalah Chicago.” Mengingat dialog itu, sejak sebelum berangkat gue udah memutuskan buat pergi ke Chicago selepas kerjaan di Santa Monica/LA selesai.

IMG_1709

Chicago punya julukan Windy City karena dia terletak di tepi Danau Michigan, satu dari lima danau besar (Great Lakes) di Amerika. Angin itu bikin cuaca di Chicago relatif lebih dingin ketimbang LA. Gue sempat merasa salah kostum karena bepergian cuma pakai celana pendek dan t-shirt, lalu di luaran ternyata suhunya cuma 16 derajt (padahal summer). Cuacanya juga jadi kurang enak karena sering mendung dan gerimis.

IMG_1828

Dari segi transportasi, Chicago menurut gue lebih baik dari LA karena memiliki gabungan yang pas antara transportasi rel (MRT) dan transportasi bus. Kalau di NYC nyaris seluruh jalur MRT berada di bawah tanah, MRT di Chicago banyak juga yang terdapat di atas tanah. Mungkin cuma di kawasan Downtown di mana MRT Chicago banyak berada di bawah tanah.

IMG_1740

Ada banyak taman-taman besar di Chicago, yang paling besar adalah Lincoln Park. Taman ini luas dan hijau, menjadikannya sebagai tempat yang sangat menyenangkan buat berolahraga. Selain Lincoln Park, ada taman (yang tidak terlalu besar) di tengah kota bernama Millenium Park. Di Millenium Park ada banyak bangunan keren kayak The Cloud Gate, patung berbentuk seperti kacang raksasa (makanya sering disebut Chicago Beans) yang terbuat dari logam dan bisa dipakai mengaca. Chicago Beans dibuat oleh seniman Inggris kelahiran India, Anish Kapoor. Selain itu, di Millenium Park juga ada Jay Pritzker Pavillion, yaitu panggung yang bisa dipakai untuk pertunjukkan kesenian. Jay Pritzker Pavillion dirancang oleh arsitek tenar, Frank Gehry.

6. Buffalo
Gue pergi dari Chicago ke Buffalo dengan naik kereta api Amtrak selama kurang lebih 10 jam. Buffalo adalah kota terdekat dari air terjun Niagara yang terletak di perbatasan AS-Kanada. Gue cuma mengunjungi Buffalo kurang dari 24 jam dan frankly speaking, ini adalah kota yang paling nggak gue senangi di Amerika.

Buffalo

Buffalo terhitung kota kecil yang penduduknya cuma kurang dari 300 ribu jiwa, tapi mereka adalah kota terbesar kedua di New York State setelah New York City. Cuacanya cukup dingin (sekitar 13 derajat celcius di waktu malam-pagi dan 16-20 derajat celcius di siang hari) walau pun matahari bersinar cerah.

IMG_2046

Dulu Buffalo adalah kota industri (karena dekat dengan pembangkit listrik Niagara), tapi surutnya masa kejayaan industri besar, kejayaan Buffalo juga perlahan surut. Buffalo sekarang adalah kota dengan jumlah rumah kosong terbesar kedua di Amerika (setelah St Louis). Akibatnya, Buffalo terasa sepi dan (kalau malam) agak seram.

Transportasi umum di Buffalo mengandalkan bus. Sebenarnya ada juga MRT tapi cuma ada satu line dan gue gak pernah naik. Bus umum di Buffalo sedikit, rentang antar bus bervariasi mulai dari 10 menit sekali (yang jalan di dalam kota) sampai sejam sekali (bus yang menuju ke daerah suburban seperti ke Cheektowaga, lokasi stasiun Amtrak Buffalo-Depew).

Jam setengah 9 malam, bus kota sudah sedikit banget yang beroperasi. Malam itu gue berniat cari makan dan setelah nunggu bus selama 30 menit nggak dapat-dapat, akhirnya gue jalan kaki. Jalanan di Buffalo jam 9 malam udah sepiii. Gue agak cemas juga sih jalan sendirian begitu. Apalagi, banyak bangunan kosong yang makin membuat bulu kuduk meremang.

7. New York City
Dari Buffalo, kembali gue naik Amtrak ke NYC selama nyaris 10 jam. Bisa dibilang, berkunjung ke New York itu wajib dilakuin sebelum mati. NYC adalah kota terbesar di dunia, tempat pembauran terbesar di dunia, kota paling dinamis di dunia dan segala hal fantastis lain yang disematkan ke kota ini.

Times Square

Transportasi umum di NYC adalah yang paling masif dari seluruh kota di Amerika yang gue kunjungi. NYC sangat bergantung kepada MRT yang berjalan 24 jam. Sementara, bus di NYC agak kurang bisa diandalkan seperti halnya bus di LA. Di NYC, naik transportasi umum jauh lebih menyenangkan dibanding bawa kendaraan pribadi karena macet banget dan tarif parkir di sana mahalnya minta ampun. Gue sampai pada kesimpulan bahwa cuma dua jenis orang yang mau nyetir sendiri di NYC, yaitu: 1. Orang yang nggak mikir lagi soal duit, 2. Orang gila.

NYC adalah kota yang sangat padat. Bangunan tinggi di mana-mana, tak terkecuali bangunan apartemen. Ruang jadi hal yang sangat berharga di sana mengingat keterbatasan lahan. Gue yang (mulai) terbiasa dengan kelegaan yang gue nikmati di Santa Monica lama-lama merasa klaustrofobik juga dengan kepadatan NYC. Di mana-mana bangunan, di mana-mana ada orang.

 

Tapi NYC adalah kota yang sangat menggilai taman. Tentu saja, yang terbesar adalah Central Park yang terletak tepat di tengah-tengah Manhattan, memanjang dari 59th Street hingga 110th Street dan melebar dari 5h Avenue hingga 8th Avenue. Di luar Central Park, banyak bertebaran taman-taman yang lebih kecil yang bisa dimanfaatkan oleh orang-orang sekadar untuk duduk-duduk, ngobrol, makan atau baca buku.

IMG_2204

Secara umum, gue nggak terlalu suka cuaca di NYC yang menurut gue juga masih cukup dingin kaya di Chicago. Selain itu, langit di atas NYC juga jarang terlihat biru cerah mengingat tingginya tingkat polusi di kota ini.

 

IMG_2217

Bicara soal tempat pembauran (melting pot)dunia, NYC memang juaranya. Selama 2,5 hari gue di NYC, gue udah pernah melihat nyaris segalam macam orang; mulai dari orang Cina sampai Afrika, orang Eropa Timur sampai Arab, semuanya kayaknya ada di sana. Kuping gue pernah mendengar orang-orang bercakap-cakap pakai bahasa Prancis, Jerman, Polandia (gue tahu itu Polandia karena orangnya pakai t-shirt bertuliskan Polska something, bukan karena gue ngerti bahasa Polandia. :p), China, Jepang, bahkan Indonesia.

IMG_2158

NYC juga memiliki buanyak banget bangunan-bangunan dengan arsitektur keren. Mulai dari yang lawas seperti Brooklyn Bridge, Museum of Modern Arts (MoMA), Empire State Building, Times Square, hingga ke yang cukup kontemporer seperti One World Trade Center dan High Line Park.

4 thoughts on “Kota (2)

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s