TSA

TSA1“Maaf, koper Anda kelebihan berat. Silakan pindahkan ke tas lain atau Anda harus membayar over baggage $400 dolar.” Kalimat petugas di counter check in America Airlines di Bandara Internasional Los Angeles (LAX) itu membuat gue agak panik. Di timbangan, koper gue memang terhitung memiliki berat 58 pound; delapan pound lebih berat dari ketentuan berat maksimal sebuah koper yang masuk ke bagasi. Padahal, buat memasukkan satu koper ke bagasi aja gue udah harus bayar $25 (semua maskapai penerbangan di Amrik emang nggak menggratiskan biaya bagasi), males banget kan kalau harus bayar lagi $400.

Segera saja gue membongkar koper besar yang berisi segala macam barang itu. Pakaian jadi prioritas untuk gue pindahkan ke tas olahraga dan tas punggung yang juga gue bawa. Proses membongkar-bongkar dan memindah-mindahkan itu gue lakukan di dekat counter check in AA, jadi kadang ada saja calon penumpang yang ngeliatin gue yang mulai berpeluh akibat rasa panik yang menjalar.

Beruntunglah kejadian harus memindah-mindahkan isi koper ini terjadi ketika waktu buat terbang masih cukup lama. Pagi itu, 13 Juli 2014, gue udah sampai di LAX sekitar pukul 05.30 pagi. Gue naik Uber dari apartemen di Santa Monica dan jalanan yang sepi di awal hari itu membuat gue cuma membutuhkan 20 menit buat sampai ke bandara. Proses cek-in yang panjang itu membuat gue masih menyisakan setidaknya 1,5 jam sampai ke waktu terbang karena pesawat gue dari Los Angeles ke Chicago dijadwalkan pergi pukul 07.30.

TSA2

Akhirnya, urusan koper itu beres ketika koper gue timbang ulang dan hasilnya menunjukkan 50,5 pound. Masih kelebihan 0,5 pound sih, tapi petugas cek in menoleransi dan gue bisa masuk ke ruang tunggu. (Catatan penting: kalau bepergian yang agak jauh dan agak lama, sangat disarankan punya timbangan portabel buat menimbang koper biar nggak mengalami kejadian kaya gue.)

Proses menuju ruang tunggu inilah yang agak jadi PR. Nggak seperti di Bandara Soekarno Hatta yang cuma melewati satu pemeriksaan yang nggak terlalu rumit, buat masuk ke ruang tunggu di LAX ini prosesnya ruwet walaupun sebenarnya pemeriksaannya juga cuma satu kali.

Proses di antara cek in hingga boarding ke pesawat di bandara Amerika harus melalui pemeriksaan TSA (Transport Security Administration). Pagi itu, antrean calon penumpang sudah cukup panjang memenuhi depan gerbang-gerbang pemeriksaan TSA. Gue memilih salah satu gerbang dengan cukup tenang sembari masih meminum air mineral yang gue bawa dari apartemen. Karena gue udah pernah melalui proses yang sama tahun 2011 (terbang dari Los Angeles, tapi bandaranya di Ontario, ke Las Vegas), gue jadi lebih santai. 

Menjelang gue mendapat giliran diperiksa, gue buang botol air mineral gue di tempat sampah. Lalu perlahan tapi pasti gue melepas blazer, sabuk dan sepatu buat ditempatkan di baki pemeriksaan. Gue juga harus mengeluarkan Mac dari tas punggung, mengeluarkannya dari sleeve-nya, dan menempatkannya di baki terpisah, bersama dengan iPhone gue.

TSA5

Nggak ada masalah ketika gue diperiksa TSA. Badan gue digrepe-grepe dari ujung kepala sampai ujung kaki oleh petugas. Nggak ada benda berbahaya yang terdapat di dalamnya, tentu saja. Lalu gue disuruh untuk berdiri di body scanner yang akan menerawang badan gue sekali lagi untuk mencari-cari benda yang mungkin membahayakan.Sekali lagi, hasilnya nihil. Walhasil, gue dipersilakan meneruskan ke ruang tunggu. 

Ruang tunggu di LAX cukup enak. Ada beberapa restoran dan kafe yang sangat berguna buat mengisi perut atau minum kopi bagi para penumpang penerbangan yang cukup pagi ini. Gue memilih untuk nggak beli apa-apa karena terhitung mulai hari itu, gue bepergian dengan biaya sendiri, jadi sangat diusahakan untuk nggak beli makanan yang mahal-mahal. Hahaha.

TSA4

Sebenarnya, meski gue udah sampai ke ruang tunggu, akhirnya naik pesawat dan mendarat di Chicago 4 jam kemudian, urusan dengan TSA ternyata belum selesai. Waktu udah di Chicago dan lagi membongkar-bongkar dan merapikan ulang koper, satu dari dua gembok yang gue pasang di koper ternyata nggak ada. Setelah dicari, ternyata gembok ada di dalam koper. Artinya, koper gue tadi sempat dibuka oleh TSA. Benar saja, di dalam koper ternyata ada secarik surat dari TSA yang menyatakan bahwa koper gue memang dibuka buat diperiksa sama mereka.

TSA3

Inilah kenapa kemudian penting buat traveller buat memakai gembok koper yang sesuai standar TSA. Sebab, kalau TSA menemukan gembok yang nggak standar, maka mereka akan menjebol koper tersebut. Ingat-ingatlah itu.

3 thoughts on “TSA

  1. Dulu wkt beli tas ada tag (kartu) TSA certifiead saya gak paham maksudnya. Setelah saya baca teksnya yang kecil ya baru paham. Uh standarnnya Amrik, sejak TSA sampai kelaikan terbang😀
    Lha salah negara lain knp standarnya gak dihiraukan, terutama negara2 lembek. Lha mata uang saja yang dirujuk jg USD ;(

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s