Macet Makin Parah

Tahu sendiri ya sekarang lalu lintas di sebagian wilayah Jakarta Selatan agak kusut setiap harinya. Pembangunan beberapa infrastruktur, misalnya flyover di Pancoran atau underpass Mampang, bikin kemacetan yang nggak cuma makan waktu, tapi juga memakan kesabaran kita yang perlu secepat mungkin sampai ke kantor, tempat meeting atau tempat-tempat produktif lainnya.

Kebetulan juga, dua proyek yang gue sebut di atas terdapat dalam rute gue berangkat dari bilangan Kalibata ke kantor gue di Blok M. Kebayang nggak kalo lo butuh waktu ekstra antara 30-50 menit buat menempuh jarak yang sebenarnya cuma 6-7 km doang? Stres? Pastilah.

Risiko telat meeting jadi besar. Apalagi, gue ada beberapa jadwal meeting yang either jam 9.00 (my boss is a really really morning person), jam 9.30 atau jam 10.00. Gue nggak mau lah kehilangan muka dengan telat datang meeting penting trus pake alasan kalau jalanan macet. Hellaw, semua juga tahu jalanan Jakarta macet. Itu mah tinggal pintar-pintarnya orang macam gue buat mencari opsi transportasi.

Nah kalo udah begini, mau nggak mau gue harus lebih cerdas dalam memilih alat transportasi. Kita beruntung hidup di dunia teknologi dan smartphones yang memungkinkan keberadaan transportasi online. Nggak cuma memudahkan, tetap kadang mendatangkan manfaat lain misalnya jadi nambah teman atau nambah pengalaman.

Beberapa waktu lalu, gue ngeliat iklan GrabHitch di Facebook. Meski selama ini gue udah pake GrabBike atau layanan ojek online lainnya, tapi GrabHitch ini sedikit beda karena lo akan ‘dipertemukan’ sama driver yang sebenarnya nggak menjadikan ojek online sebagai mata pencaharian utamanya. Driver GrabHitch biasanya orang-orang yang punya profesi lain tapi mereka memanfaatkan kursi motornya buat mengangkut penumpang lain yang searah.

Akhirnya nih, gue mencoba pake GrabHitch. Senin malam minggu lalu, gue mencoba booking GrabHitch buat hari Selasa jam 7.30 pagi dari Kalibata buat ke Blok M. Sengaja gue pilih hari di mana meeting gue dimulai jam 9.30 karena gue gak mau ambil risiko. Prosesnya mudah, klak-klik kaya biasa dan ntar kita akan dicarikan driver yang searah.

Selasa paginya, bangun-bangun buka handphone, eh udah ada SMS notifikasi dari GrabHitch yang menunjukkan gue udah dapat driver. Langsung aja gue message drivernya dan kami sepakat buat ketemuan di sebuah titik jam 7.25an.

Jam 7.25 pagi, gue udah sampe ke tempat gue dan driver tadi janjian. Surprise, surprise, ternyata yang jadi driver gue adalah teman kantor gue sendiri! Namanya Yogi. Pantesan waktu gue liat namanya kok berasa familiar. Cuma emang gue gak terlalu kenal sama dia karena dia ada di divisi yang berbeda.

Yasudahlah, gue dibonceng Yogi mengarungi kemacetan Kalibata dan Mampang buat pergi ke kantor. Sepanjang jalan ngobrol-ngobrol aja tentang kerjaan, tentang apartemen tempat tinggal kami dan beberapa detail pribadi. Misalnya, gue jadi tahu kalau Yogi pengantin agak baru (menikah kurang dari setahun itu pengantin baru nggak sih?) dan istrinya sama-sama kerja. Cuma kalau istrinya lebih memilih naik kereta karena kantornya dekat sama stasiun Gondangdia, Yogi memilih bawa sepeda motor karena agak ribet kalau harus pakai kereta ke Blok M.

Gue juga jadi tahu kenapa Yogi memilih ikutan jadi driver GrabHitch. Bagi dia, bukan uang sih yang dicari. Memang, ada pemasukan yang bisa ngebantu dia buat beli bensin, tapi yang nggak kalah oke buat dia adalah karena dia bisa memanfaatkan kursi kosong di motornya buat orang yang juga butuh tumpangan. Bisa nambah kenalan baru pula, atau malah jadi mengakrabkan dua orang teman sekantor yang selama ini nggak pernah ngobrol, kaya kami ini. Yogi juga bilang, kalau satu motor bisa dinaiki dua penumpang, maka at least dia bisa ikut mengurangi kendaraan yang turun ke jalan sehingga bisa mengurangi macetnya Jakarta.

Nah, kalau kamu punya pemikiran yang sama dengan temen gue Yogi, kamu bisa juga lho memanfaatkan motormu buat ditumpangi penumpang melalui GrabHitch. Coba aja sekarang daftar di link ini.

Selamat mencoba dan ayo bareng-bareng kita menyumbangkan solusi buat mengatasi macetnya Jakarta.

Iklan

One thought on “Macet Makin Parah

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s