Ibu

Ibu saya lahir 22 Desember 1958. Jadi kemarin, usianya tepat setengah abad. Sungguh sebuah kebetulan bila dia lahir tepat di Hari Ibu.

Seorang ibu yang lebih dari 25 tahun lalu mungkin pernah begitu patah semangat dan berduka kala dikabari oleh dokter kandungan bahwa janinnya telah mati di dalam kandungan, bahkan ketika belum dilahirkan.

Suaminya sudah membeli kain kafan dan mempersiapkan pemakaman si anak yang belum terlahirkan. Betapa berat cobaan untuk pasangan yang baru menikah beberapa bulan itu.

Tapi ternyata dokter itu salah. Anak ibu saya lahir dalam keadaan hidup dan sehat. Dan berkat asuhannya anak itu sekarang sudah berusia 25 tahun lewat serta sudah menyumbangkan satu cucu.

Anak ibu saya itu adalah saya sendiri.

Selain untuk ibu saya, ucapan selamat Hari Ibu juga layak saya haturkan kepada istri saya yang juga telah menjadi seorang ibu.

PS: Posting ini memang telat satu hari. Tapi apa boleh buat, saya bukan orang yang bergelimang benwit internet kala tidak berada di kantor.

Iklan

When You’re Turning Two


Sayang…
Tak banyak yang bisa kami berikan padamu
saat kau menginjak usiamu yang kedua

hanya sekedar doa
yang tak henti kami panjatkan setiap malam, juga siang

Sayang…

Kami pasti bukanlah orangtua idaman
tapi percayalah
kami hanya ingin membuatmu bahagia

di tengah peradaban yang makin tidak jelas ini

Sayang…
Maaf bila kami seringkali membuatmu sedih
yakinlah, tak ada setitikpun niat untuk itu

Akhirnya,
hanya ucapan ini yang bisa kami hantarkan untukmu

Tertanda,
Ayah dan Ibu

———–
Tambahan: sayang Ei ndak mau liat kamera. Sebab dia sibuk merhatiin kue ultah yang masih ada lilinnya di sebelah kirinya