Karena Samsung Tak Cuma Ponsel dan Tablet

IMAG1272Perang yang terjadi antara Samsung dengan Apple sedikit banyak menancapkan citra Samsung sebagai produsen gadget ponsel pintar dan tablet. Padahal, Samsung juga membuat banyak produk-produk keren lainnya seperti televisi, sound system, hingga kulkas dan mesin cuci.

Hari ini, Rabu (27/2/2013), digelar sebuah acara bertajuk Samsung Forum 2013. Ini adalah acara Samsung di seluruh Asia Pasifik untuk memamerkan produk-produk andalan mereka di hadapan media, blogger dan publik.

Semua orang mungkin mengagumi keberadaan Samsung Galaxy SIII, Galaxy Note 8, atau Galaxy Tab. Tapi terus terang, saya kurang bisa mengikuti kecepatan perkembangan teknologi ponsel dan tablet Samsung. Akhirnya, saya lebih senang memperhatikan deretan televisi saja.

IMAG1264

Di depan, pengunjung disambut dengan televisi raksasa berukuran 85 inci beresoulsi ultra high-definition. Suasana di dalam ruangan pameran terasa seperi booh Samsung di pameran CES di Las Vegas lho.

Salah satu produk televisi yang menarik perhatian saya adalah Smart TV yang berukuran 55 inci. Selain ukurannya yang besar dan nyaman, televisi ini punya fitur tambahan yang tak kalah menarik. Yang pertama adalah kemampuan sosialnya (sepertinya kemampuan media sosial adalah fiture yang coba ditanamkan Samsung di nyaris semua produknya). Pengguna bisa memakai Twitter, Facebook, Skype dan Youtube di televisi ini. Agar bisa memakai fitur media sosial itu, tentu saja dibutuhkan koneksi internet. Pengguna bisa memakai koneksi kabel (LAN) dan wifi.  Dengan fitur-fitur media sosial tersebut, kita bisa lho ngetwit atau update status Facebook lewat televisi, atau menikmati video-video di Youtube dengan layar yang jauh lebih besar dari layar komputer (tentu saja!).

IMAG1269Ada 2 jenis Smart TV yang dipamerkan. Yang pertama yang dilepas untuk pasar Australia memiliki kelebihan lain berupa kemampuan streaming untuk saluran-saluran televisi tertentu. Sayangnya, fitur ini tidak ditanamkan di jenis TV yang dipasarkan untuk wilayah Asia Tenggara.
Fitur andalan lain dari Smart TV ini adalah kemampuan untuk memutar film-film 3 dimensi. Untuk bisa menikmati film 3D ini, kita harus memakai kaca mata khusus. Saat mencoba fitur 3D, gambar yang ditampilkan televisi ini sangat tajam dan terasa nyata.

Namun untuk bisa menikmati konten berupa film atau video musik tersebut, kita harus memiliki koneksi internet karena Smart TV tidak bisa memutar film yang disimpan secara lokal. Artinya, kita tidak bisa cuma menancapkan flash disk atau hard disk berisi film. Televisi harus terkoneksi dengan server di mana film-film tersebut disimpan untuk bisa menikmati konten tersebut. Meski begitu, dengan harga koneksi internet yang semakin murah, seharusnya hal itu tidak jadi masalah.

IMAG1267Samsung sendiri menjamin bahwa konten-konten (khususnya film) yang tersedia di server mereka bakal terus diperbarui. Samsung juga tidak menutup kemungkinan suatu saat ada film-film lokal yang diunggah di server mereka.

Nah, buat yang berniat membeli televisi canggih, Smart TV mungkin bisa jadi pilihan. Tak sekadar mendapat televisi dengan resolusi tajam, jernih dan nyata, tetapi juga televisi yang memungkinkan penggunanya tetap terhubung dan eksis di media sosial.

Disclaimer: Posting blog ini dibuat untuk mengikuti kontes liveblogging Samsung Indonesia. Penulis berusaha untuk menyediakan informasi yang sebenar-benarnya dan sejujur-jujurnya mengenai produk di atas.

Tukul Ads, Easy Ads


Kisah kesuksesan Tukul ‘Reynaldi’ Arwana sudah banyak yang tahu. Acara Empat Mata yang dipandunya di sebuah televisi swasta menangguk sukses besar. Empat Mata ditayangkan striptease stripping dari Senin sampai Jumat tiap pekan. Hanya Senin dan Jumat yang rekaman. Sisanya live.

Tukul pun angkat nama sebagai pesohor paling laris untuk saat ini. Selain jadi presenter, penghibur asal Perbalan, Semarang ini juga laku terpakai sebagai hiasan dinding dan gantungan kunci bintang iklan.

Namun, dari iklan-iklan yang menjual nama Tukul sebagai aktor utama, saya menemukan pola-pola yang sama. Saya bukan praktisi pertukulan periklanan, tidak pula pernah bekerja di biro jodoh iklan jadi mohon maaf bila analisis saya jenius ngawur pol.

Tukul membintangi produk-produk iklan mulai dari minuman suplemen pria hingga pewarna rambut, bahkan juga obat batuk. Mirisnya, mayoritas dari iklan yang dibintangi Tukul hanyalah sebuah reproduksi dan bahkan copy-paste dari apa yang sudah ditampilkannya di panggung Empat Mata selama lebih dari satu setengah jam per hari.

Kata-kata temuan Tukul seperti “puwas, puwas?”, “ndeso, katrok, culun”, “kembali ke laptop” dan lain-lainnya juga ikut laku ditajakan di ruang advertensi. Tak lupa juga gayanya, gestur tubuhnya, serta mungkin kumis lele-nya ikut direproduksi.

Ingat-ingat lagi saat Tukul memegang dongkrak mobil di iklan suplemen pria. Ia berucap di iklan itu: “kembali ke…” dan lalu ditutup dengan kata-katanya yang lain: “puwas, puwas”.

Lalu, ada juga iklan pewarna rambut yang menggambarkan Tukul sedang memandu acara di studio. Bintang tamunya “kembaran-kembaran” Tukul yang memakai rambut warna-warni. Tak sulit menghubungkan iklan itu adalah reka ulang dari acara Empat Mata.

Terakhir, iklan obat batuk produk dari sebuah perusahaan multinasional. Kalimat “sobek sobek!” dipakai dalam reklame untuk produk obat batuk dalam sachet tadi. To make things clearer, bahkan ilustrasi musik latarnya adalah ilustrasi musik Empat Mata.

Saya melihat, terjadi kemandekan kreativitas dari biro iklan yang menangani produk-produk yang memakai Tukul sebagai bintangnya. Saya tidak tahu, pembuatan iklan hanya dengan sekedar meng-copy paste kata-kata brand Tukul tadi adalah kemauan dan niat biro iklan yang dimaksud, atau malah datang dari klien yang begitu memaksanya mendompleng ketenaran dan keajaiban kata-kata yang diucapkan Tukul (Seringkali memang biro iklan harus tunduk kepada kemauan klien. Mau bagaimana, wong mereka yang punya duit kok).

Apakah biro iklan cari gampangnya? Entahlah. Saya tidak tahu isi dompet otak dan perut para copywriter dan creative director di biro-biro iklan yang namanya lucu-lucu itu. Tapi yang jelas, saya melihat memang kecenderungannya adalah: “Tukul ads, easy ads”. Tak perlu memikirkan konsep yang njlimet-njlimet. Eksekusi pun bisa seadanya. Tinggal comot kalimat Tukul, tingkahnya, dan bahasa tubuhnya dari sana-sini. Lantas, cocokkan dan utak-atik gathuk dengan produk yang bersangkutan. Dan, jrennnggg, jadilah sebuah iklan dengan bintang Tukul Arwana yang sedang cerlang cemerlang di jagat hiburan negeri ini.

———————–
*saya tidak mampu menemukan judul dalam Bahasa Indonesia yang mampu mewakili isi ocehan saya ini
**semoga tulisan saya tidak dibaca Triawan Munaf