Sampai Jumpa di Level yang Lebih Tinggi

Manusia datang dan pergi. Selalu saja ada waktu di mana kita harus berpisah dengan orang-orang yang berinteraksi dengan kita. Demikian pula yang terjadi dengan orang-orang di sekitar saya.

Kemarin, satu lagi perpisahan berlangsung di kantor. Seorang kawan harus hijrah ke ibukota. Seorang kawan yang dekat, sangat dekat malahan. Acara farewell party kecil-kecilan pun digelar di kantor. Tak ada isak tangis, tak ada acara sendu-senduan, menye-menyean, atau whatever lah namanya. Apapun, perpisahan tetaplah perpisahan. Setidak menye-menye seperti bagaimanapun.

Yang ada kemudian adalah ucapan selamat. Selamat menjalani pekerjaan yang, meskipun tidaklah baru, tapi tentu tanggungjawabnya berbeda. Selamat menghadapi tantangan-tantangan baru. Menemui macetnya Jakarta, apalagi di musim hujan yang menggila. Merasakan ribetnya bangun pagi-pagi dan bergerak bersama buruh-buruh ibukota lainnya. Selamat ini dan selamat itu lagi.

Beberapa waktu sebelum ini, ada tiga orang teman lainnya yang harus out. Satu pindah ke pabrik di Jakarta dan dua lainnya keluar. Mereka teman-teman yang baik juga, seperti kawan yang baru saja pergi ini. Tentu saja, ada saja sesuatu yang hilang saat perpisahan itu akhirnya datang. Dari yang tadinya selalu bikin rame di kantor, gojeg kere nggak jelas, bicara apapun yang disuka, nggosip, mencela, memuji, semuanya, kini mungkin tak bisa dilakukan lagi.

Selesai farewell party-party-an itu, kami ngobrol sampai cukup larut. Tak ada kesimpulan, tak ada pesan apapun. Ucapan terakhir saya buat kawan saya yang satu itu adalah: sampai jumpa di level yang lebih tinggi!

Mengukur Benwit

Kantor saya memasang provider internet baru. Niatnya buat backup layanan provider yang ini. Mengingat kerjaan kami makin banyak, tapi bandwidth yang ada sungguh mepet. Apalagi harus di-share sama kantor yang di Jakarta.

Si Spidi ini tenar karena banyak sekali keluhan yang mengarah padanya. Wah pokoknya nggak akan selesai saya jelasin di sini. Tapi tak ada ruginya mencoba. Toh saya nggak keluar duit sepeserpunBeberapa hari awal pemakaian si Spidi ini, jalanan cukup lancar. Bahkan saya pamer kepada seorang fakir benwit, bahwa kantor kini lagi banjir benwit. Hahahaha.

Mengunduh ini-itu, membuka yang sebenarnya tidak boleh dibuka, dan beberapa hal lainnya yang muskil dilakukan dengan alokasi benwit yang lama.

Cari-cari info soal pengukuran benwit, saya menemukan link ini. Akhirnya saya ukur benwit layanan Spidi ini. Pengukuran dilakukan pada hari Senin, 20 Agustus 2007, Pukul 00.45 WIB.

Hasilnya, ini dia….