Menghemat Baterai Android dengan Du Battery Saver

Agustus 20, 2013

DuBattery1

Saya adalah pemakai ponsel Android yang memiliki fitur dual SIM alias bisa memuat dua operator secara bersamaan. Satu operator CDMA yang khusus dipakai buat data dan satu lagi operator GSM yang dipakai untuk telepon.

Nah, salah satu kelemahan ponsel dual SIM adalah konsumsi baterai yang cukup boros. Kegiatan mencari sinyal 2 operator itu bisa cukup cepat membuat baterai yang jam 9 pagi masih 100% menjadi cuma setengahnya begitu masuk di atas jam 12 siang.

Hal ini makin parah bila saya melakukan perjalanan pulang kampung. Naik kereta artinya melewati daerah-daerah pedesaan di mana sinyal seluler timbul tenggelam. Ponsel semakin bekerja keras demi mendapatkan sinyal. Penurunan daya kian parah bila saya merasa bosan di perjalanan sehingga memakai ponsel saya untuk ngetwit atau ngobrol lewat Whatsapp.

Nah, di kampung saya, Purwokerto, kebetulan 2 operator yang ada di dalam hape saya termasuk kurang kuat sinyalnya. Kerja keras lagi deh hape saya itu. Kadang saya sampai harus ngecas hape 2 kali sehari atau saya harus rela hape saya mati di tengah jalan.

Suatu ketika, ada teman yang mengenalkan saya dengan aplikasi Du Battery Saver. Aplikasi ini ternyata sangat berguna bagi saya untuk menghemat baterai hape. Yang dilakukan oleh aplikasi gratis ini adalah men-disable fitur-fitur penguras tenaga yang tak perlu, sampai mengatur kecerahan layar (ini adalah penyedot terbanyak daya dari baterai).

Memakai aplikasi ini sangat gampang. Tinggal unduh aplikasinya dari Google Play di sini. Setelah terinstall, ada fitur buat melihat status baterai (daya yang terdapat di dalamnya serta suhu baterai) seperti ini:

DuBattery2

Nah, cobalah klik optimize di sini. Kamu akan ditunjukkan analisis terhadap hal-hal yang menyedot daya bateraimu dan cara buat menguranginya.

DuBattery7

Di tab sebelah kondisi baterai, ada tab saver. Di sini ada beberapa mode yang bisa dipilih, yaitu Long (cuma menyalakan fitur telepon dan SMS), General (fitur telepon/SMS dan paket data menyala), Sleep (cuma alarm yang menyala) dan custom mode yang bisa kita atur.

DuBattery4

Preferensi saya pribadi adalah seperti ini.

DuBattery3

Di tab sebelah saver, ada tab charge. Di sini kita bisa melihat status baterai saat sedang dicas. Kamu bisa melihat kapan bateraimu akan penuh terisi, tergantung kepada sumber daya colokanmu (apakah langsung dari listrik atau dari USB).

DuBaterry6

Nah tab paling kanan adalah tab monitor. Di sini kamu bisa melihat aplikasi-aplikasi apa yang memakan daya dan ada juga cara mematikannya.

DuBatery5

Cukup mudah kan memakainya? Tidak perlu jadi geek Android buat bisa memaksimalkan daya baterai hapemu dan menghindarkan kamu dari kerepotan mencari colokan atau membawa powerbank ke mana-mana hanya agar hapemu terus menyala dan kamu tetap terkoneksi dengan sekitarmu.

Mainan Baru

Agustus 5, 2013

IMAG2255

Kesadaran akan kesehatan di kalangan menengah Indonesia (oke, Jakarta) semakin meningkat. Beberapa tahun belakangan ini, fitness center semakin menjamur dan anggotanya tambah banyak. Teknologi dan gadget yang terkait dengan aktivitas fisik juga semakin populer.

Produsen alat olahraga Nike punya sebuah gadget khusus berupa gelang (wrist band) yang sudah cukup populer di sini, yaitu Nike FuelBand. Gelang ini bisa mengukur aktivitas fisik penggunanya seperti jumlah langkah kaki yang ditempuh tiap hari.

Selain FuelBand, sebenarnya ada wrist band lain yang kurang lebih memiliki fungsi serupa, seperti Jawbone Up dan Fitbit Flex. Nah, pekan lalu, gue dapat gelang Up gratis dari kantor sebagai bagian dari gerakan ‘100 Miles’ yang punya tujuan mengajak karyawan Yahoo! untuk lebih aktif bergerak dan ujung-ujungnya lebih sehat.

Di posting ini gue akan menunjukkan hal-hal berikut ini:

1. Fitur yang dimiliki;

2. Unboxing;

3. Setting; dan

4. Penggunaan.

Nah gue mulai aja ya.

1. Fitur

Jawbone Up ini dapat dipakai untuk mengukur 3 hal, yakni langkah, tidur dan asupan makanan. Semua itu diterjemahkan ke dalam satuan kalori yang dimasukkan ke dalam tubuh atau jumlah yang berhasil dibakar pengguna.

Kemampuan mengukur tidur dan asupan makanan ini yang tidak dimiliki oleh FuelBand, tapi bisa ditemukan pada Flex.

IMAG2241

Up punya bodi yang fleksibel dengan dilapisi karet di luarnya. Dengan bodi itu, Up cukup tahan cipratan air, keringat atau bahkan pancuran shower. Tapi sebaiknya Up tidak dipakai saat berenang, main selancar air atau masuk sauna.

2. Unboxing

Up dibungkus dengan sebuah boks yang lumayan eksklusif. Ada diagram bagian-bagian dari gelang ini, ada juga sedikit manualnya. Berikut ini cara unboxing Up. (maaf ya ternyata orientasi kameranya salah :))))))

Ini adalah bagian kepala Up, yang bila tutupnya dilepas terdapat jack 3.5 mm (jack audio) yang harus dicolokkan ke ponsel untuk mensinkronisasi data. Ini salah satu kelemahan Up karena FuelBand dan Flex bisa disinkronisasi secara nirkabel memakai bluetooth.

IMAG2247

Sementara ini adalah bagian ekor dari Up yang bila dipencet akan mengubah mode gelang dari move jadi sleep atau sebaliknya.

IMG_0073

3. Setting

Aplikasi bisa diunduh di Play Store untuk ponsel Android dan di AppStore untuk iPhone. Setelah itu, colokkan jack 3.5 mm di Up ke ponsel. kamu sign-up, isikan email dan password, klik sana-sini dan voila, Up kamu sudah bisa dipakai.

4. Pemakaian

Hal pertama harus kamu lakukan adalah memasang Up di pergelangan tangan. Begini kira-kira.
IMAG2245

Untuk dipakai mengukur langkah, kamu tinggal memencet ekor Up dan pastikan lampu tanda mode move menyala, lalu melangkahlah seperti biasa.

IMG_0075

Untuk dipakai mengukur tidur, kamu harus memencet ekor Up selama kira-kira 3-5 detik hingga lampu tanda mode sleep menyala, lalu tidurlah. Pengukuran tidur ini agak tricky karena bila Up mendeteksi kamu bergerak yang setara dengan 250 langkah, maka Up akan menganggap kamu sudah bangun.

IMG_0077

2013-07-31_09-38-21

Untuk mengukur asupan makanan, kamu harus masuk ke apps Up di ponsel dan masukkan makanan apa saja yang kamu konsumsi. Atau bila makanan itu punya bar code, tinggal pindai dan otomatis makanan akan terinput sendiri. Soal akurasi jumlah kalori yang ada di dalam makanan tersebut, gue kurang tahu apakah bisa diandalkan atau tidak.

IMG_0061

Setiap hari, kamu harus mensinkronkan gelang Up ke ponsel. Sebaiknya lakukan ini 2 kali sehari—sekali saat bangun tidur dan sekali lagi tepat sebelum tidur.

IMG_0062

Kamu bisa menetapkan target berapa jumlah langkah yang ingin kamu tempuh dan berapa jam kamu tidur dalam 24 jam. Up akan membandingkan capaian tidur dan langkah kamu dalam sehari dengan target ini.

Dari apps kamu bisa membagi pencapaian ini ke Facebook dan Twitter (sayangnya belum bisa ke Path). Caranya tekan lambang sharing ini dan posting kamu bisa dibaca oleh followers dan teman.

IMG_0067

Di apps kamu juga bisa menambah teman (disebut dengan teammates), mengatur setting privasi, memberi emoticon dan komentar. Tak lupa, kamu bisa melihat detail aktivitas dan melakukan analisis sendiri tentang jam-jam kamu paling aktif, apakah tidur kamu nyenyak, dlsb.
IMG_0060
IMG_0059

Karena Samsung Tak Cuma Ponsel dan Tablet

Februari 27, 2013

IMAG1272Perang yang terjadi antara Samsung dengan Apple sedikit banyak menancapkan citra Samsung sebagai produsen gadget ponsel pintar dan tablet. Padahal, Samsung juga membuat banyak produk-produk keren lainnya seperti televisi, sound system, hingga kulkas dan mesin cuci.

Hari ini, Rabu (27/2/2013), digelar sebuah acara bertajuk Samsung Forum 2013. Ini adalah acara Samsung di seluruh Asia Pasifik untuk memamerkan produk-produk andalan mereka di hadapan media, blogger dan publik.

Semua orang mungkin mengagumi keberadaan Samsung Galaxy SIII, Galaxy Note 8, atau Galaxy Tab. Tapi terus terang, saya kurang bisa mengikuti kecepatan perkembangan teknologi ponsel dan tablet Samsung. Akhirnya, saya lebih senang memperhatikan deretan televisi saja.

IMAG1264

Di depan, pengunjung disambut dengan televisi raksasa berukuran 85 inci beresoulsi ultra high-definition. Suasana di dalam ruangan pameran terasa seperi booh Samsung di pameran CES di Las Vegas lho.

Salah satu produk televisi yang menarik perhatian saya adalah Smart TV yang berukuran 55 inci. Selain ukurannya yang besar dan nyaman, televisi ini punya fitur tambahan yang tak kalah menarik. Yang pertama adalah kemampuan sosialnya (sepertinya kemampuan media sosial adalah fiture yang coba ditanamkan Samsung di nyaris semua produknya). Pengguna bisa memakai Twitter, Facebook, Skype dan Youtube di televisi ini. Agar bisa memakai fitur media sosial itu, tentu saja dibutuhkan koneksi internet. Pengguna bisa memakai koneksi kabel (LAN) dan wifi.  Dengan fitur-fitur media sosial tersebut, kita bisa lho ngetwit atau update status Facebook lewat televisi, atau menikmati video-video di Youtube dengan layar yang jauh lebih besar dari layar komputer (tentu saja!).

IMAG1269Ada 2 jenis Smart TV yang dipamerkan. Yang pertama yang dilepas untuk pasar Australia memiliki kelebihan lain berupa kemampuan streaming untuk saluran-saluran televisi tertentu. Sayangnya, fitur ini tidak ditanamkan di jenis TV yang dipasarkan untuk wilayah Asia Tenggara.
Fitur andalan lain dari Smart TV ini adalah kemampuan untuk memutar film-film 3 dimensi. Untuk bisa menikmati film 3D ini, kita harus memakai kaca mata khusus. Saat mencoba fitur 3D, gambar yang ditampilkan televisi ini sangat tajam dan terasa nyata.

Namun untuk bisa menikmati konten berupa film atau video musik tersebut, kita harus memiliki koneksi internet karena Smart TV tidak bisa memutar film yang disimpan secara lokal. Artinya, kita tidak bisa cuma menancapkan flash disk atau hard disk berisi film. Televisi harus terkoneksi dengan server di mana film-film tersebut disimpan untuk bisa menikmati konten tersebut. Meski begitu, dengan harga koneksi internet yang semakin murah, seharusnya hal itu tidak jadi masalah.

IMAG1267Samsung sendiri menjamin bahwa konten-konten (khususnya film) yang tersedia di server mereka bakal terus diperbarui. Samsung juga tidak menutup kemungkinan suatu saat ada film-film lokal yang diunggah di server mereka.

Nah, buat yang berniat membeli televisi canggih, Smart TV mungkin bisa jadi pilihan. Tak sekadar mendapat televisi dengan resolusi tajam, jernih dan nyata, tetapi juga televisi yang memungkinkan penggunanya tetap terhubung dan eksis di media sosial.

Disclaimer: Posting blog ini dibuat untuk mengikuti kontes liveblogging Samsung Indonesia. Penulis berusaha untuk menyediakan informasi yang sebenar-benarnya dan sejujur-jujurnya mengenai produk di atas.

Bacaan 2012

Januari 5, 2013

BukuBuku

Awal tahun lalu, saya menulis kritik terhadap diri saya sendiri perihal membaca buku. Tahun 2011, saya cuma membaca 7-8 buku saja. Untuk seorang yang pekerjaannya setiap hari adalah menulis dan menyunting, tentu ini memalukan. Di akhir tulisan itu, saya menargetkan bisa membaca 15 buku selama 2012.

Setelah setahun, saya menilik ulang buku apa saja yang sudah saya selama setahun. Untunglah ada Goodreads, jadi catatan saya ini lumayan akurat. Kesimpulannya, saya berhasil membaca 25 buku. Rinciannya, buku fiksi berbahasa Indonesia 9 buku, fiksi berbahasa Inggris 12 buku dan nonfiksi 4 buku.

Iya, jumlah buku nonfiksinya paling sedikit. Empat buku nonfiksi yang saya baca adalah Subwayland (buku kumpulan kolom di New York Times yang temanya tentang subway kota NY. Buku saya pinjam dari Cyapila yang ternyata pinjam dari Robin), Soccer 365 (buku yang kebanyakan berisi foto, isinya tentang sejarah Piala Dunia sejak 1938 sampai 2006), Barack Obama in His Own Words (isinya tentang ucapan-ucapan Obama mengenai banyak isu, buku ini dibeli saat ada diskon di Gramedia Yogya) dan Anak Singkong (buku ini nggak beli karena dikasih oleh teman di Detik).

Daftar lengkapnya begini:

  1. Subwayland: Adventures in the World Beneath New York
  2. Soccer: 365 Days
  3. Barack Obama: In His Own Words
  4. Chairul Tanjung Si Anak Singkong

Fiksi masih menjadi minat utama saya. Buku fiksi berbahasa Indonesia yang saya baca kualitasnya bervariasi. Ada yang jelek kaya 1 Perempuan 14 Laki-laki yang menurut saya sampah, yang agak lumayan seperti Sang Musafir dan Perempuan yang Melukis Wajah, atau yang bagus seperti 9 dari Nadira dan Cerita Cinta Enrico. Ada dua buku yang mungkin lebih tepat ditujukan buat anak di sini, yaitu James dan Persik Raksasa serta Gadis Korek Api. Meski sebenarnya ditujukan buat anak-anak, saya tetap menikmati membaca 2 buku itu kok.

Daftar lengkapnya begini nih:

1. Jalan Tak Ada Ujung

2. Cerita Cinta Enrico

3. Perempuan yang Melukis Wajah

4. James dan Persik Raksasa

5. Gadis Korek Api

6. Sang Musafir

7. 9 dari Nadira

8. 1 Perempuan 14 Laki-laki

9. Gadis Jeruk

Tahun 2012, saya makin gemar membeli dan membaca buku fiksi berbahasa Inggris. Dari yang klasik seperti Anna Karenina (belum dibaca) dan Dubliners, lalu yang modern semacam Love in the Time of Cholera, sampai yang kontemporer semacam The Road atau The Perks of Being a Wallflower. Buku berbahasa Inggris terbaik yang saya baca tahun ini adalah The Catcher in the Rye (jelas!). Saya juga sangat suka dengan Norwegian Wood, A Visit from the Goon Squad dan The Girl with the Dragon Tattoo.

Daftar lengkapnya:

1. Love in the Time of Cholera

2. The Sense of an Ending

3. A Visit from the Goon Squad

4. Dubliners

5. The Perks of Being a Wallflower

6. Franny and Zooey

7. The Kite Runner

8. The Girl with the Dragon Tattoo

9. The Catcher in the Rye

10. Kafka on the Shore

11. Norwegian Wood

12. The Road

Oya, terakhir, saya juga mengoleksi empat buku Le Petit Prince dalam bahasa Inggris, Prancis, Belanda dan Catalan. Tiga buku terakhir titip ke teman saya Lana yang lagi ke Eropa (if you happen to read this, I remember my due to you :p).

Jangan Mimpi Bikin F1 di Sini

Oktober 3, 2012

Kemarin-kemarin, waktu seorang teman meng-RT berita soal Thailand yang akan menggelar Grand Prix F1 mulai tahun 2014, reaksi yang muncul adalah menanyakan kapan Indonesia bisa menggelar balap jet darat juga.

Bila beneran sukses mendatangkan sirkus F1, Thailand akan jadi negara ketiga di Asia Tenggara yang melakukannya. Malaysia udah gelar F1 sejak tahun 1999 di Sirkuit Sepang, baru Singapura mengekor tahun 2008. Balapan yang dilangsungkan di atas sirkuit jalan raya di sekitar kawasan Marina Bay ini punya keistimewaan karena merupakan satu-satunya balapan malam di dunia. Thailand berusaha meniru Singapura dengan menawarkan balap di jalan raya di waktu malam. Ini adalah taktik untuk menyenangkan para penonton F1 yang kebanyakan masih terkonsentrasi di Eropa.

Menggelar F1 bukanlah pekerjaan sederhana. Pulling a Formula 1 race is absolutely a mammoth job! Dari pengamatan langsung gue sebagai penonton di Singapura minggu lalu, gue liat begitu banyak hal yang harus disiapkan. Soal jutaan ton logistik lomba, soal akomodasi untuk para peserta dan penonton, hingga ke hal-hal nonteknis balapan seperti parkir, hiburan dan makanan.

Dibanding menggelar balapan di sirkuit di waktu siang, balapan F1 malam di sirkuit jalan raya berarti butuh kerja keras dua kali lipat. Panitia GP Singapura harus menutup banyak jalan sejak seminggu sebelum balapan dimulai, mengangkut perlengkapan penerangan berjuta-juta watt dengan crane-crane yang berukuran raksasa, pembatas (barrier) jalan dari beton yang beratnya naujubilah, pagar tinggi buat memisahkan trek dari penonton, bikin tribun nonpermanen, sampai menyiapkan hal-hal yang sebenarnya kecil tapi nggak bisa disebut remeh kayak toilet, tempat sampah, dll.

Untuk bisa menggelar F1, panitia GP Singapura keluar duit Rp 1,1 triliun. Dari angka itu, sekitar 65 persen ditanggung Pemerintah dan sisanya ditutup oleh sponsor dan pendapatan dari tiket. Nggak murah kan? Sebagai pembanding, anggaran olahraga di APBN 2012 saja ‘hanya’ Rp 200 miliar.

Buat ukuran Singapura yang makmur saja,  itu bukan angka yang kecil. Gedenya angka inilah yang bikin negosiasi perpanjangan kontrak antara Singapura sama Bernie Ecclestone jadi alot (makanya waktu diumumkan kalau Singapura memperpanjang kontrak F1 sampai 2017, para penonton di sirkuit pun bersorak). Untungkah Singapura? Bisa jadi. Soalnya, jutaan wisatawan mengalir ke sana selama akhir pekan. Mereka membelanjakan uang sampai 150 juta dolar Singapura alias Rp 1,1 triliun. Impas saja. Tapi keuntungan lain yang didapat Singapura adalah citra dan brand sebagai negara tujuan wisata utama dunia.

Nah, balik ke pertanyaan apakah Indonesia bisa menggelar F1? Jawabnya: ada banyak PR yang harus diselesaikan terlebih dahulu. Yang pertama adalah sirkuit. Kita Cuma punya Sentul yang nggak memenuhi standar ‘Grade 1’, syarat yang ditetapkan F1.

Mau menggelar di jalan raya? Di mana? Dulu tahun 2009 kita mau bikin GP A1 di sirkuit jalanan di Karawaci saja gagal, apalagi menggelar F1 yang jelas syaratnya lebih ketat?

Kalaupun kemudian ada sebagian jalan di Jakarta yang bisa dijadikan sirkuit jalan raya, pasti bakal ada penutupan jalan. Mengganggu banget, karena macet bakal meluber di sekitaran sirkuit. Tanpa ada penutupan jalan saja, Jakarta setiap hari sudah dikepung macet, apalagi bila ada penutupan.

Di Singapura, kemacetan nggak terlalu terasa karena mereka punya sistem transportasi umum yang sangat baik (tapi teteup ya, ada koran lokal Singapura yang memuat protes warga yang harus memutar). Jakarta jelas bukan contoh yang membanggakan kalau bicara soal transportasi umum. Jakarta cuma punya KRL yang jangkauannya terbatas, dengan jumlah perjalanan yang sedikit banget, jadi kapasitas angkutnya terbatas.

Mau pakai bus? Aduh, lupakan deh. Transjakarta masih kurang busnya, jarak antarbus makin nggak menentu, kondisi bus yang tambah jelek, belum lagi jalurnya diserobot pengendara kendaraan pribadi. Bus umum selain Transjakarta? Ini lagi. Busnya buluk, knalpotnya berasap tebal, sopirnya ugal-ugalan dan masih banyak copetnya.

Singapura punya MRT, kita masih baru mulai membangun dan baru beroperasi tahun 2016. Menurut gue, itu pun nggak akan banyak membantu karena baru tersedia satu jalur. Sedangkan MRT Singapura punya empat line dengan panjang rel 157,9 km dan punya 102 stasiun, Itu pun ya, Singapura masih harus ‘memaksa’ MRT bekerja lembur sampai jam 01.00 pagi selama tiga hari.

Gimana dengan persoalan keamanan? Singapura itu negara polisi (dalam arti positif maupun negatif) yang angka kriminalitasnya kecil banget. Tapi masih saja, selama balapan mereka menerjunkan ribuan petugas polisi dan pengamanan partikelir karena lonjakan jumlah turis itu jadi lahan subur untuk berkembangnya kejahatan. Di Jakarta, angka kriminalitas masih cukup tinggi, apalagi bila ditambah keberadaan jutaan turis? Jangan sampai malah kita dipermalukan di dunia internasional dengan cerita-cerita para korban kejahatan yang sangat mudah beredar secara internasional.

Dari uraian data di atas, jelas kan kalau Indonesia belum siap untuk menggelar balapan F1 dalam waktu dekat; seberapa pun penginnya gue ngeliat Sebastian Vettel ngebut sampai kecepatan350 km per jam di negeri sendiri. Terima sajalah, level kita memang belum sampai ke sana.

(Ini adalah versi tulisan yang lebih nyantai dari tulisan asli yang dimuat di blog Arena Yahoo! Indonesia di sini)

Tentang #SemingguSatu

Juli 16, 2012

Sejak pekan lalu, saya mengajak banyak blogger dan mantan blogger untuk kembali menulis. Biasanya, alasan tidak menulis adalah bingung tidak ada ide, atau terlalu banyak ide jadi malah nggak bisa dituliskan.

Awalnya, saya mengajak teman-teman dekat saya buat menuliskan buku-buku favorit mereka yang biasa dibaca di perjalanan. Yang ikut sih paling banyak enam orang, dua teman kantor, dua lagi teman di kantor lama dan masing-masing satu adalah teman blogger dan satu lagi teman yang kenal dari Twitter.

Kemudian, oleh mas Karmin (@fanabis), saya diajak buat mengembangkan flashmob blogging ini. Dia mengusulkan nama #SemingguSatu yang langsung saya setujui karena bagus, singkat dan saya nggak bisa nemu yang lebih baik. Hahahaha.

Jadi, buat menjawab apa itu #SemingguSatu, saya susun aja sebagai FAQ ya.

  • Apa itu #SemingguSatu?

#SemingguSatu adalah ajakan buat kembali nulis (di blog) dengan tema tertentu. Pekan pertama sudah tentang buku, pekan kedua tentang tempat-tempat favorit.

  • Siapa yang menentukan tema #SemingguSatu?

Tema akan disaring dari usulan teman-teman semua. Mungkin bisa voting, mungkin juga teman-teman sendiri yang bersepakat.

  • Kapan tema #SemingguSatu diumumkan?

Saya atau mas Karmin (atau yang lain juga bisa nantinya) akan mengumumkan setiap hari Selasa. Tulisan akan ditunggu sampai hari Selasa berikutnya saat tema selanjutnya diumumkan.

  • Saya harus lapor ke mana setelah posting #SemingguSatu?

Nggak harus lapor sih. Setidaknya, cukup promosikan posting barumu di Twitter dengan tagar #SemingguSatu. Kalau mau mention saya (@kelakuan) juga boleh. Nanti saya promosikan biar makin rame :)

  • Apakah #SemingguSatu didukung sebuah brand tertentu?

Tidak. Saya menjamin bahwa #SemingguSatu bukanlah kampanye brand apapun. Kampanye ini murni ajakan agar para blogger kembali menulis dan memeriahkan blogosfer agar ramai dan dinamis seperti era 2006-2009-an.


Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.